Kedai Teh Laresolo, sebuah Pengenalan akan Nikmat-nya Menyesap Teh di Tengah Taman Kota Bogor

Teh, merupakan salah satu minuman terbaik yang direkomendasikan untuk anda konsumsi setiap hari. Karena secara singkat, teh memiliki kandungan alami bebas lemak, kalori dan sodium yang berkhasiat untuk menyegarkan sekaligus menenangkan otak, memperbaiki ingatan, mengurangi resiko kanker dan serangan virus, menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki kesehatan gigi bahkan dalam survei kebiasaan minum teh dalam memperbaiki kualitas hubungan dengan orang lain. Maka tak heran jika alasan yang terakhir ini bahkan digunakan sebagai alur cerita dalam sebuah iklan produk teh di media elektronik.

Kedai Teh Laresolo

Mengingat jenis teh yang sangat beragam dengan rasa, aroma dan khasiat nya, tentu anda bingung kira kira jenis teh apa yang paling cocok untuk anda. Hm, daripada bingung, langsung saja kita menuju ke Kedai Teh Laresolo. Sebuah kedai sederhana yang terletak di tengah taman nan hijau dan teduh di kota Bogor Jawa Barat.

Mengapa saya ajak anda kemari? karena disini terdapat banyak sekali koleksi teh dari berbagai negara termasuk aneka teh Premium Indonesia yang di hunting sendiri oleh Pak Bambang pemilik Kedai Laresolo hingga ke pelosok kampung di Indonesia. Jadi, disini anda bisa menikmati aneka rasa teh sebelum anda benar benar memutuskan untuk ‘tahu’ selera teh anda adalah yang seperti apa. Toh minum teh disini nggak akan bikin kantong kering, karena harganya cukup terjangkau, Rp. 5.000 – Rp. 7.500 saja.

Nikmatnya se-cawan Teh Jepang di bawah Teduhnya Pohon Rindang

Teh pertama yang saya coba adalah Teh Jepang jenis Matcha. Matcha atau teh hijau bubuk Jepang ini memiliki rasa umami (semacam rasa khas MSG di Jepang yang beraroma rumput laut) atau bisa juga dibilang persis seperti rasa ocha yang kita minum di resto resto Jepang, namun Matcha memiliki warna hijau pekat ‘ngejreng’ dan lebih kental. Sehingga rasanya pun lebih kuat dibanding ocha biasa di resto resto.

Sambil menyeduhkan teh pesanan saya, Pak Bambang menjelaskan rasa Umami ini sendiri bisa mampir pada daun teh Jepang karena kondisi geografis. Sebagai negara dengan pulau pulau kecil yang dikelilingi lautan, ternyata berdampak pada rasa tanaman yang dihasilkan. Air yang diserap jadi memiliki aroma laut.

Warna matcha yang gonjreng hijau ini sendiri di dapat karena proses perawatan pohon teh yang lebih detail daripada teh biasa. Teh jenis Matcha ini 3 minggu sebelum dipanen di selimuti kain barjaring lalu di proses dan baru digiling.

Serunya, jika anda memesan teh disini, maka Pak Bambang sang pemilik kedai tak pernah canggung untuk menyeduhkan dan menjawab semua pertanyaan anda tentang teh. Seperti ketika ia menyeduhkan teh matcha pesanan saya. Meski hanya memesan 1 cawan saja, ia tak merasa repot untuk mengeluarkan aneka peralatan seduh teh Jepang yang cukup banyak ini. Mulai dari Chawan (mangkuk untuk minum teh), chasaku (sendok untuk mengambil teh), natsume (tempat menyimpan bubuk teh) dan handmade Japanese Bamboo Chasen Matcha (alat pengocok teh) bahkan ada pula kensui (tempat membuang air kotor dan teko berisi air panas. Hm,…

“Pak, kenapa semua alat ini harus dikeluarkan? Apakah tidak merepotkan?”, tanya saya. “Saya ingin orang yang datang kemari tidak hanya tau minum tapi juga mengerti proses-nya. Dengan begini saya harap mereka akan mencintai budaya minun teh dan lebih menghargai Teh”, jawabnya kalem.Salut.

Oya, satu hal yang unik dari pembuatan teh bubuk hijau Jepang ini, yaitu soal air. Jika teh lain diseduh dengan air yang baru direbus, maka tidak demikian dengan air untuk matcha. Usai direbus hingga mendidih, air mesti di-dingin-kan. Setelah suhu mencapai tingkat 70 derajat celcius, barulah air dapat digunakan untuk menyeduh teh. Jika air terlalu panas atau terlalu dingin, maka rasa teh akan berantakan.

Pun pada teknik menyeduh. Jika teh lain menggunakan sendok atau sama sekali tidak disentuh benda karena aroma, warna dan rasa sudah muncul begitu daun teh tersiram air panas, maka untuk teh bubuk hijau Jepang, ia mesti di kocok dengan cepat dan tepat. Semakin berbuih teh, maka berarti kocokan semakin baik. Kocokan ini sangat mempengaruhi rasa. Hm,… intinya, untuk membuat teh bubuk Jepang ini dibutuhkan keahlian yang tidak bisa dipelajari hanya dalam beberapa hari, bahkan dibutuhkan waktu seumur hidup untuk terus mengasah kemahiran dalam membuat teh Jepang.

Indonesia juga punya Oolong Tea

Siapa bilang Oolong Tea hanya ada di china. Nyatanya Indonesia juga punya oolong tea. Rasanya pun tak sembarangan, nikmat, sama nikmatnya dengan oolong atau biasa disebut wu long tea dari negeri tirai bambu. Di Kedai Laresolo saya mencicip Oolong Bengkulu dan Oolong dari Pelabuhan Ratu.

Sejenak Info, Oolong tea adalah teh yang diproses fermentasi singkat sehingga bisa disebut merupakan perpaduan antara teh hijau dan teh hitam.Jika diseduh, teh kering tersebut akan mengembang menjadi helaian daun utuh.Memiliki aroma wangi dan rasa yang tertinggal di lidah. Semakin lama aroma tersebut melekat di lidah dan cawan bisa disebut kualitasnya makin bagus.

Oke, kembali ke teh yang saya cicip. Untuk Oolong dari Pelabuhan Ratu, aroma dan rasa-nya lebih tajam dari Oolong Bengkulu. Dengan aroma bunga, teh ini terasa segar dan menggoda. Sedangkan untuk Oolong Bengkulu yang saya sesap, rasanya lebih ke ringan dan cenderung memiliki kesegaran buah apel.

Nah, selain ke dua Oolong ini, ternyata Indonesia masih memiliki banyak sekali teh kualitas mantab. Salah satunya ya yang ada dihadapan saya berikut ini, white tea. Karena white tea Indonesia sudah pernah saya bahas di artikel lain, jadi cukup sudah cerita tentang teh Indonesia.

Chinese Tea

Jika dibanding Oolong Indonesia, Oolong dari negeri tirai bambu memang memiliki keunggulan di rasa dan aroma yang lebih kuat melekat dan daunnya dapat diseduh berulang ulang lebih banyak dari teh Indonesia. Seperti Ti Kuan Yin atau biasa disebut Teh Kwan Im yang ada dihadapan saya ini. Aroma wanginya sudah tercium begitu air di tuang menenggelamkan daun teh.

Meski aromanya kuat, namun dilidah ia terasa lebih lembut dari oolong tea lain termasuk oolong tea dari Indonesia. Atau jika diterjemahkan, ia memiliki aroma lembut dan wangi bunga anggrek namun ketika sampai dilidah ia memiliki aroma segar buah.

Selain Ti Kuan Yin, saya juga mencoba Teh Lung Ching. Teh Lung Ching ini berbentuk pipih (tidak seperti oolong yang berbentuk bulat bulat). Teh yang satu ini memiliki rasa buah chestnut. Uniknya jika banyak teh memiliki aroma dan rasa yang berbeda, misal aroma bunga tapi ketika di sesap memiliki rasa buah, maka Teh Lung Ching ini cukup konsisten. Aroma dan rasanya persis sama. Rasa chestnut.

Akhir Kata

Nah bagaimana? Apakah anda sudah mendapat bayangan kira kira anda suka teh yang mana? Jika belum, mari mampir ke Kedai ditengah Taman ini untuk mencicip dan meminta penjelasan pada Pak Bambang tentang teh yang anda pesan. Tak usah malu, karena semakin antusias anda bertanya tentang Teh, Pak Bambang akan semakin senang menjelaskan panjang lebar tentang hobby ‘nge-teh’ yang sudah ditekuninya selama 5 tahun belakangan ini.

Lokasi Kedai Teh Laresolo : Komplek Agripark, Jl. Taman Kencana NO.3. Bogor Jawa Barat. 08159127156




%d bloggers like this: