Serunya Foto foto di TasikMalaya dan Belanja di RajaPolah

Jika anda pergi ramai ramai ke luar kota, entah untuk kegiatan apa saja, sebaiknya jangan pernah ragu untuk ‘mampir – mampir’. Seperti rombongan kami ketika menghadiri pernikahan salah satu sahabat di Tasikmalaya Jawa Barat, kami berhenti di hampir tiap sudut hanya sekedar untuk foto foto, heheheeee … Hasilnya??? Bisa menjadi kenangan tersendiri kan … main di sawah, mejeng di depan tulisan pembatas kota dan foto foto seru di tempat lain.

Tas dan Tempat Baju dari RajaPolah

RajaPolah, Pusat Kerajinan TasikMalaya

Sudah sampai Tasik, tampaknya sayang kalau melewatkan mampir di pusat kerajinan Tasikmalaya, Rajapolah. Rajapolah sendiri sebetulnya adalah nama kecamatan di tasik. Namun karena produksi kerajinannya menghasilkan keuntungan jauh lebih besar dari penghasilan pertaniannya, maka lokasi ini lantas terkenal sebagai sentra kerajinan.

Kenapa bisa terkenal? Menurut saya karena memang hasil kerajinannya yang unik, rapi dan bagus pluuuusss harganya muraaaaaaaah banget. Bayangkan, saya membeli sendal japit yang terbuat dari lidi dan mendong, cantik sekaliiiii, harganya cuma Rp. 7.500,- rupiah (um um um tapi itu harga di awal tahun 2008 yach, mungkin sekarang sudah naik).

Saya membeli 2 pasang dan ternyata awet sekali. Hampir tiap hari saya menggunakan sandal ini untuk ke pasar sampai ke mall, kena hujan dan panas (saya kalau kemana mana pakai angkutan kota dan waktu itu musim hujan, jadi sandal sering kehujanan), hasilnya? awet saya pakai selama 4 bulan lebih. Selain itu tampilannya yang cantik dan warnanya yang menarik, membuat banyak teman saya mengira saya membeli dengan harga diatas 50ribu rupiah. Ah, saya menyesal hanya beli 2 pasang. Tapi ga papa, lain kali kalau ke sana lagi saya akan beli lagi.

Selain sandal, saya juga membeli tas (maaf saya lupa memotret sendalnya, tapi sebagai bayangan, sandal yang saya beli warnanya sama dengan warna warna di tas yang saya beli. Saya beli yang warna orange dan ungu). Tas yang terbuat dari lidi dan mendong ini juga tahan lama. Asal aturannya, jangan memuat berlebihan, karena bagaimana pun ini terbuat dari bahan alam yang rapuh. Tas ini sangat cantik dan cocok untuk segala model dan warna busana. Saya membeli hanya dengan harga Rp. 15.000,- (melalui proses tawar menawar yang tajam).

Beli juga tempat baju kotor. Setahu saya di mall saya pernah melihat tempat baju ini dengan harga diatas 150 ribu rupiah. Disini saya membeli hanya dengan harga Rp. 50.000,- (tanpa proses menawar yang melelahkan). Hasilnya? sekarang usianya sudah 2 tahun lebih dan dia masih setia di kamar saya dalam kondisi masih bagus.

Atas : belanja belinji di Rajapolah. Kiri bawah : adeee, numpang ngipas ngratis ya? Kanan bawah : waakkaa peace dini "pembantu rajapolah"

Oya, untuk bahan bahannya memang kebetulan saya membeli hampir semuanya terbuat dari lidi dan mendong. Nah, kalau lidi mungkin sudah pada tau, tapi mendong? Apa itu mendong? Mendong adalah tumbuhan jenis rumput yang tumbuh di rawa. Dapat memiliki panjang hingga 1 meter dan biasanya digunakan sebagai bahan membuat tikar.

Selain aneka kerajinan tangan handmade asli anyaman tangan dari lidi dan mendong (sama sekali tidak menggunakan mesin), disini juga terdapat aneka kerajinan tangan yang terbuat dari bahan bahan alam, mulai dari aksesoris wanita, pakaian, sampai peralatan dapur dan rumah tangga juga alat kantor. Semua asli buatan tangan warga Tasik yang terampil. Biasanya hasil kerajinan mereka di ekspor ke manca negara maupun langsung kirim ke Jakarta untuk dijual kembali di Mall Mall keren Ibu kota.

Serunya makan rame rame di cibiuk dan hm,... berfoto narsis di sawah 🙂 senangnya

Rumah Makan Cibiuk

Setelah puas jalan jalan dan belanja belinji di Rajapolah, kami kembali memacu kendaraan dan tiba tiba terdapat plang ‘Cibiuk’ di sebelah kanan jalan. Aw, pikiran langsung melayang ke nuansa pedesaannya yang ramah dan sambalnya yang ‘greeeng’. Hm, berhubung saya tidak suka pedas, jadi ini hanya info dari kawan, katanya sambal cibiuk ini adalah sambal khas sunda yang mantab suratab dan sangat rekomendasi.

Saya sendiri lebih menikmati gurihnya ikan segar yang baru ditangkap dari kolam kemudian di olah ketika ada pembeli dan udaranya yang segar bukan main karena resto ini berada di pinggir sawah dengan bagian belakang adalah latar gunung yang indah. Akhirnya jiwa narsis kembali datang dan kami kembali potret potret.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

Januari 2008 - Selamat buat Epi dan Geri 🙂 semoga selembar foto ini dapat menjadi kenangan pertemanan kita semua sekaligus ucapan doa "Bahagia selaluuuu"

kiri : Salah satu sudut di cibiuk. Pemandangan yang indah. Omedetou buat Rima dan Mas Andru yang habis dari sini tak lama kemudian menikah. kanan : kok tulisan tasiknya sudah rontok semua wakakka




1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: