Pisang Ijo Khas Makassar di Jalanan Kendari

“Minuman seger dari Makassar apa anak anak?”, pertanyaan itu pasti langsung diserbu dengan jawaban para murid, “Pallubutung dan Pisang Ijo”. Lalu jika pertanyaan lain saya lantunkan untuk anda, “Yang seger untuk buka puasa apa teman temaaaaan?” … hayooo sapa yang nyebut es pisang ijo dan pallubutung?

Oke langsung balik ke topik. Hari itu saya masih di Kendari dalam urusan tugas kantor. Rugi dong kalau nggak nyobain Pisang Ijo. Pasalnya, pertama, hari itu sedang panas banget, kalau di termometer bisa kali yach mencapai 38 derajat celcius. Pokoknya begitu keluar dari penginapan rasanya langsung nyeeeessss lumer. Kedua, karena warung pisang ijo bertebaran di jalanan kota Kendari. Aduuh mata ini gatal lidah ini kelu jika tidak dimampirkan sebentar.

Akhirnya, (maaf saya nggak nulis alamatnya, lupa euy) melipir juga ke warung sederhana khusus jual Pisang Ijo dan Pallubutung yang ramai sekali, ‘Wah ini pasti mantaf ni”. Mobil pun parkir dan rombongan kami pun turun. Yang pria ke dalam yang wanita tetap ditempat. Maksudnya? Ya saat itu hari jumat, jadi yang pria langsung sholat jumat sementara saya dan kawan saya ferissa nunggu di warung pisang ijo ini.

Apa sih pallubutung dan pisang Ijo?

Kedua minuman ini sebetulnya nyaris sama. Bahan utamanya pisang. Rasanya juga nyaris sama, namun dengan finishing dan after taste yang sama sekali berbeda. Karena jika pallubutung hanyalah pisang rebus yang dipotong potong kemudian dikasih bubur sumsum dan diberi es juga sirop khas Makassar, maka Pisang Ijo membuatnya agak ribet.

Pisang yang sama mesti dibungkus dulu dengan adonan tepung berwarna hijau dan kemudian dikukus. Pisang Ijo juga tidak berkolaborasi dengan bubur sumsum, melainkan cukup dengan sirup kental yang lebih cair dari apa yang disebut fla. Alias dari santan yang dimasak dengan tepung sehingga agak kental. Biasanya sih berwarna merah, karena sirup khas Makassar-nya memang berwarna merah.

Slruup… seger bener. Nggak beda jauh dengan Pisang Ijo yang ada di resto resto Sulawesi di Jakarta. Ya pastinya, asal menggunakan pisang dari jenis yang sama dan sirup dari Makassar, pasti rasanya nggak akan melenceng jauh. Mantaaaf.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: