Pesona Kebun Teh Kaligua di Lereng Gunung Slamet

Di Pandansari Paguyangan, Bumiayu, pada ketinggian 1200 – 2050 mdpl, terdapat sebuah perkebunan teh bernama Kaligua. Dengan suhu 4 – 12 derajat celcius pada musim kemarau dan 8 – 22 derajat celcius pada musim penghujan, tempat ini membuat saya jatuh cinta.

Jatuh cinta, karena kebun teh di lereng barat gunung Slamet ini memiliki pemandangan yang indah sekali (hiks, maaf saya waktu itu dalam posisi kerja, jadi nggak sempet foto foto, jadi cuma ada 2 foto narsis ini saja – waktu itu pergi maret 2008). Sebagai penebus rasa bersalah tidak menampilkan foto yang memadahi, saya akan bercerita lebih detail supaya anda dapat membayangkan pengalaman indah saya selama di kaligua.

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke dua di pulau Jawa setelah gunung Semeru di Jawa Timur. Dari kaligua ini, kita bisa melihat puncak gunung slamet bernama puncak Sakub dengan jelas. Selain itu, jika kita mau mengambil waktu duduk santai sambil menikmati pemandangan, kita akan serasa melihat hamparan permadani yang sangat indah ciptaan Tuhan.

Perkebunan ini sendiri merupakan warisan pemerintahan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1889. Saat itu, perkebunan di kelola oleh Van De Jong dengan nama perusahaan John Fan. Maka jangan heran, jika anda kemari akan melihat sebuah makam yang masih terawat dengan baik, itulah makam Van De Jong.

Dijadikan Agro Wisata

Pemandangan yang teramat indah ini, membuat pengelola kebun sekarang, PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah, membuka kawasan ini sebagai kawasan wisata. Suatu kawasan yang tak akan membuat anda kecewa bahkan bisa jadi anda akan jatuh cinta sperti saya. Karena,  bahkan pengalaman menuju ke kawasan ini saja sudah merupakan kisah menakjubkan yang akan membuat hati anda tak hentinya memuji ke-Agung-an Tuhan. Bagimana tidak, kita akan disuguhi hamparan sawah dan kebun, sungai sungai yang jernih, hutan pinus plus udara sejuk yang segar tanpa polusi.

Perhentian pertama

Sebelum sampai ke kebuh teh Kaligua, sebaiknya anda menyempatkan waktu sebentar di telaga Rajeng. Sebuah telaga yang berisikan ribuan ikan lele (tapi ada waktu waktu dimana telaga ini sama sekali tidak ada ikannya, tak tau pada kemana). Saking banyaknya sampai sampai anda dapat menangkap ikan ini dengan mudahnya. Namun, sebaiknya anda segera mengembalikan lele tersebut karena ada mitos, siapapun yang menjadikan lele di telaga ini sebagai makanan, akan tertimpa beraneka musibah. Wow, benar atau tidaknya, sebaiknya tak usah penasaran untuk coba coba.

Kebun Teh Kaligua

3 kilometer dari Telaga, sampailah kita di pintu gerbang Kaligua. Usai membayar restribusi yang tak mahal, kita bisa langsung check in atau istirahat di cafe (jika tidak menginap). Rekomendasinya sih, kalau kesini sebaiknya telp dulu, apalagi kalau ada rencana menginap. Nah, jika sudah sampai sini, sempatkanlah untuk menyusuri lorong gua Jepang sepanjang 800 meter. Gua yang digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Di dalamnya terdapat ruang rapat, ruang senjata dan ruang tawanan.

Untuk yang menginap, sebaiknya anda bangun pagi pagi sambil berharap cuaca sedang baik. Karena matahari terbit dari balik Gunung Slamet merupakan pemandangan indah yang terlalu sayang jika anda lewatkan. Kalau suka off road, bisa juga berkendara hingga ke puncak sakub. Sensasi perjalanan yang berkelok dan pemandangan yang indah dijamin dapat menjadi pelipur jenuh-nya pemandangan kota.

Di hampir tiap blok kebun teh terdapat spot spot / saung untuk beristirahat sambil menikmati hangat-nya teh hitam di udara yang sejuk. Teh yang disajikan pun bukan teh biasa, melainkan teh asli produksi Kaligua dengan kualitas nomor 1 atau kualitas ekspor. Hm,…

Fasilitas Wisata Agro Kaligua

Banyak fasilitas disediakan disini. Selain penginapan dengan harga Rp. 75.000 – Rp. 120.000 (maksimal sekamar untuk 6 orang), juga terdapat aula untuk menampung 250 orang, areal camping ground, lapangan sepak bola, lapangan tenis, volli, Jasa layanan teh dan katering, sarana ibadah, hiburan live musik dan karaoke, acara tea walk dengan mobil sampai jalan setapak.

Kaligua ini sendiri dekat dengan objek wisata Pemandian Air Panas Tirta Husada (24 km), Waduk Penjalin (26 km), Pemandian Air Panas Cipanas Buaran (20 km) dan waduk Malahayu (30km). Kaligua sendiri terletak 50 km dari Purwokerto, 95 km dari Tegal dan 20 km dari Bumiayu.

Alamat : Tea Plantation Agro Tourism Kaligua. Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Telp untuk reservasi di 0812 2999 669