Menikmati Pisang Epek dengan Pemandangan Matahari Terbenam di Teluk Kendari

Menikmati sore hari di tepi Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, kita akan melihat gairah kota ini bergerak. Pemuda pemudi dengan motor-nya, pria wanita tua dan muda, akan datang satu persatu memenuhi warung warung yang berdiri rapi di sepanjang pantai. Cukup banyak, dari ujung hingga ujung isinya adalah penjual makanan mulai dari ikan bakar, pisang epek, sop sodara hingga resto terapung berbentuk kapal.

Meski hampir semua bisa dikategorikan makanan dari Makassar, namun tentu tak ada salahnya jika kemudian populer juga di Kendari bukan? Teluk Kendari ini sendiri memiliki jalanan yang lebar seperti Boulevard. Bagian depan pantai yang di batasi dengan beton langsung berhadapan dengan puluhan pedagang kaki lima. Dimana dari depan warung warung sepanjang pantai ini, kita dapat melihat langsung prosesi terbenamnya matahari yang lamat lamat seolah tertelan luasnya samudra. Tak terlalu cantik sehingga membuat kita tertegun sih, tapi cukup membuat kita relaks, terutama bagi yang terlalu lama tinggal di Jakarta.

Disana, saya memilih menghabiskan sore dengan menikmati pisang epek. Saya berhenti di warung pisang epek dengan penjual yang sudah sepuh. Maklum banyak sekali penjual dan saya tidak tau mana yang enak, jadi saya pilih yang sudah sepuh dengan asumsi, “Kalau pun nggak enak ya itung itung bantu melariskan dagangan”

Ternyata? Pisang Epek buatan Pak Sepuh ini (hiks saya nggak tau namanya) enak sekali. Dia mengaku berasal dari Makassar dan sudah cukup lama juga berjualan pisang kepok yang dibakar lalu di gulai ini.

Di sebut pisang epek, karena pisangnya ini di keprek gepeng (di keprek itu di jepit sampai gepeng). Membuatnya pun tak susah. Pilih pisang kepok yang tidak terlalu matang tapi juga jangan mentah, kemudian di bakar sebentar. Setelah itu langsung ditabur dengan kacang yang di hancurkan kasar plus dengan lelehan gula merah. Amboy rasanya lemak nian.

Aroma gosong yang khas dijamin akan membuat anda kangen dengan jajanan ini. Penggunaan pisang kepok sebagai bahan baku sendiri karena pisang yang biasa digunakan untuk pangan burung ini memiliki kadar air yang sedikit. Sehingga ketika dibakar dan di keprek dia tetap kering. Harga untuk seporsi pisang epek, hanya Rp. 2.500an.

Penulis : catur guna yuyun angkadjaja




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: