Jantan-nya Kopi Toraja dan Legit-nya Kaya Toast di Kedai Kopi Phoenam

Kopi. Saya menyukai minuman berwarna hitam ini sejak usia saya belum genap diperbolehkan duduk di bangku sekolah dasar. Ini disebabkan, mama saya adalah penikmati kopi tubruk. Jadi setiap sore saya selalu mendekati mama untuk ikut mendapatkan seteguk dua teguk kopi panas nikmat mama buatan mbak Pik, pengasuh tercinta saya.

Dari seteguk dua teguk, akhirnya saya pun mendapatkan secangkir kecil khusus untukku sendiri disamping cangkir kopi mama yang lebih besar. Senang sekali. Bagi saya sejak saat itu, kopi memiliki zat zat yang dapat membuat hati saya menjadi senang.

Kedai Kopi Phoenam

Kecintaan saya pada kopi, membuat saya cukup senang (bukan addict) mencicip kopi dari kedai ke kedai. Dan saya selalu jatuh cinta pada Kedai Kopi Tradisional dengan penyajian alakadar yang diseduh sepenuh jiwa. Salah satunya adalah Kopi di Kedai Kopi Phoenam.

Kedai Kopi yang saya datangi, berlokasi di Jl. Wahid Hasyim Jakarta Pusat. Namun keberadaannya bukan hanya di Jakarta, melainkan tersebar sebanyak 12 cabang di Surabaya, Manado, Mamuju, Palopo, Palu dan pusatnya sendiri ada di Makassar. Total ada 12 gerai yang semuanya di kelola sendiri oleh Keluarga Besar. Kedai pertama berdiri pada tahun 1946 di Makassar.

Salah satu alasan saya menyebut di seduh sepenuh hati, karena pengalaman saya di Phoenam Wahid Hasyim yang dikelola Pak Hendra Leo atau biasa dipanggil Koh Afu ini juga tak pernah segan untuk membuat sendiri kopi pesanan pelanggan dan ikut gabung nongkrong bersama para pelanggan dengan alaminya. Pelanggannya pun beragam, mulai dari kaum awam sampai setingkat menteri bahkan mantan wapres Jusuf Kalla.

Namun uniknya, jika kita sudah berani memasuki kedai ini, maka kita juga mesti otomatis rela menanggalkan status diri. Tak ada lagi batasan, “Siapa Anda”. Karena begitu masuk, aura kekeluargaan begitu kental dan anda hanyalah “Seorang penikmati Kopi” dan bukan siapa siapa. Menyenangkan. Sesekali terdengar suara tawa renyah di sudut kanan dan tiba tiba pria dari bangku sebelah kiri berdiri dan ikutan nimbrung lalu tertawa bersama dengan gerombolan di sudut kanan yang tengah tertawa tadi.

Lalu secara tiba tiba, ketika salah satu orang dari gerombolan tersebut berdiri dan duduk dibangku lain lalu membaca koran dengan serius berteman kepulan rokok, tak ada yang merasa tersinggung. Pun ketika dia dengan sesuka hati kembali lagi nimbrung, adalah sebuah siklus alami di kedai ini. Siklus yang mempertemukan semua orang dari tak kenal menjadi sahabat.

Kebesaran nama Phoenam ini tentu tak lepas dari rasa dan kualitas. Seperti apa rasanya? Yuk terus baca artikel ini.


Rasa dan Kualitas Kopi Phoenam

Kedai Kopi Phoenam adalah sebuah kedai yang menyediakan kopi asli Toraja Murni. Sebuah kopi yang memiliki body strong atau lebih berat dibanding dengan kopi Jawa atau kopi Bali yang pernah saya cicip. Hm, strong bukan berarti menyebut kopi Toraja lebih enak dibanding kopi lain, karena enak menurut beberapa penikmat kopi adalah berbeda. Bahkan kadang tergantung pula dengan suasana.

Namun buat saya, ciri khas lain dari Kopi Toraja adalah memiliki aroma lelaki yang khas yang tidak dimiliki kopi lain (kopi Jawa yang lembut dan lebih manis atau Bali yang beraroma segar). Aroma Lelaki yang saya maksud adalah aroma tanah yang mengingatkan saya pada pria yang suka berkegiatan atau advanture. Kopi Toraja, memiliki tingkat rasa asam yang lebih rendah dan pahit yang menonjol namun tidak terlalu lama melekat. Usai meminum kopi Toraja pun efek segarnya lebih cepat terasa dari ketika meminum kopi Jawa atau Bali yang efeknya pelan tapi pasti.

Di Phoenam sendiri, kopi Toraja jenis robusta dan arabika di blend jadi satu. Dimana dari Toraja, kopi datang dalam keadaan biji yang baru disangrai dan di giling di Kedai, kemudian disajikan kepada pelanggan dengan teknik seduh penyaringan yang berulang. Sebuah teknik penyeduhan yang dilakukan secara turun temurun sejak tahun 1946 di Kedai Phoenam.

Ragam kopi di sini, tentu bukan hanya kopi original berwarna hitam, tapi juga ada kopi tarik yang bernama kopi susu phoenam. Hm,… tarikan dan kombinasi ukuran kopi dan susu yang pas, juga membuat saya jatuh cinta pada kopi ini.


Roti Bakar Kaya dan Goreng, sahabat setia Kopi

Menikmati kopi, paling enak sambil menyantap roti. Hm,… roti yang paling spesial disini adalah Roti Kaya atau orang banyak mengenal dengan nama Kaya Toast. Ini adalah roti bakar yang diberi selain kaya. Selai gurih manis yang terbuat dari santan, gula dan telur. Rasanya enak sekali. Roti yang manis berpadu dengan kopi hitam Toraja Original. Nyaaam …

Selain roti bakar rasa kaya juga ada macam macam roti bakar yang di panggang kering tanpa margarin. Namun jika hendak, ada juga roti bakar yang dipanggang dengan butter. Rasanya? Hm … rekomendasi untuk dicoba.

Tak melulu roti bakar, disini juga ada pisang bakar aneka rasa sampai roti goreng. Roti goreng ini adalah sajian yang cukup ngangenin. Cocok dimakan bersama dengan Kopi Susu Phoenam yang manis. Roti Goreng adalah roti yang dicelup pada 3 biji telur ayam kampung kocok dengan sedikit taburan lada. Rasanya? Gurih sekali dengan rasa ayam kampung yang tidak amis. Inilah bukti kualitas adalah segalanya di Phoenam, telur yang digunakan benar benar telur ayam kampung.

Hm,… dengan sajian kopi dan roti bakar, kedai ini emang menjadi tempat nongkrong yang pas. Apalagi kedai ini buka dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Yuk, mari nongkrong kemari.

Informasi Restaurant

Nama Kedai Kopi Phoenam
Alamat Jl. K.H. Wahid Hasyim no 88 Jakarta Pusat (Gedung Parkit)
Telephone +62 21 31924369
Jam Buka 06.00 – 23.59
Jenis Masakan Spesialis Kopi dan Roti Bakar
Harga Rp. 10.000 – 15.000,-
Tipe Kedai
Suasana Kedai
Merokok Area Merokok dan Dilarang merokok
Busana Casual
Lain – lain Asyik buat nongrong dan menunggu jam Macet

penulis : caturguna yuyun angkadjaja





3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: