Indonesia pada sepucuk Daun Teh, di Tea Addict Jakarta

Sudahkah Indonesia Merdeka? Jika pertanyaan ini diajukan ke saya, maka jawaban saya adalah “Belum”. Jawaban saya berangkat bukan dari melihat kondisi politik atau realita sosial tentang kemiskinan, melainkan bermula dari sepucuk daun teh yang ada di hadapan saya.

Teh Indonesia

Hasil teh-nya yang melimpah, membuat Indonesia dengan nama Java para tahun 1835  sempat dicatat sebagai penghasil teh pertama selain China yang masuk Balai Lelang Eropa mendahului Kenya yang kini menjadi penghasil teh terbesar dunia. Bahkan, hingga kini pun, Indonesia masih masuk dalam daftar penghasil teh terbesar dunia dalam urutan naik turun antara 3 hingga 5 dunia.

Namun, sayang di sayang. 2 dari 2 perkebunan teh milik negara yang pernah saya datangi, semuanya mengaku hasil panen dengan kualitas nomor 1 adalah untuk di ekspor ke berbagai negara terutama Eropa. Sedangkan Indonesia? Kebagian sisa kawul-nya, atau bagian terburuk dari hasil olahan pucuk daun teh yang kualitasnya terdiri dari beberapa tingkatan.

Menangis, tentu menangis hati ini mendengarnya. Pasalnya Indonesia sebagai negara penghasil teh yang ‘seharusnya’ cukup disegani, justru tak ‘berarti apa – apa’. Kualitas nomor 1 di ekspor, itu pun dalam bentuk bulk (kurang nikmat jika langsung diminum). Dimana ketika sampai di negara yang bersangkutan, teh kualitas nomor 1 kita hanya dijadikan bahan campuran. Kemudian di beri label dan kembali di ekspor sampai ke Indonesia dengan tanda ‘barang import’.

Pun jika dikaitkan dengan ‘Teh itu minuman sehat’. Apakah kualitas kawul ini dapat masuk dalam kategori sehat? Yang jelas hampir semua ahli teh termasuk peracik teh di Tea Addict, Priyanto, mengaku, “Teh yang sehat adalah yang tanpa batang, yaitu teh yang terbuat hanya dari pucuk daun teh”

Tea Addict


Beruntung Indonesia!!! Inilah spontanitas saya begitu mengenal Tea Addict 2 tahun silam. Beruntung karena masih ada pengusaha yang ingin mengembalikan citra teh Indonesia di mata masyarakatnya, bahwa Teh Indonesia itu Luar Biasa. Ya, datanglah ke Tea Addict dan anda akan terbelalak.

Siapa sangka jika deretan puluhan botol yang memenuhi rak tempat meracik teh adalah semuanya Teh Asli Indonesia. Daun daun oolong tea terpilin sempurna tak beda bentuknya dengan daun teh Taiwan yang selama ini kita kenal sangat nikmat. Ketika diseduh-pun aromanya harum menenangkan.

Bahkan terdapat pula pilinan pucuk daun teh termuda dari sebuah pohon yang bernama white tea. White tea ini termasuk salah satu teh dengan harga termahal karena keberadaanya yang hanya sedikit. Maklum 1 pohon teh hanya menghasilkan 1 daun teh. Jadi bisa anda bayangkan, ketika anda membuat secangkir teh berisi 15 pilinan daun teh, itu artinya daun berasal dari 15 pohon yang berbeda. Warna dari white tea ini sendiri putih bening seperti air, namun memiliki rasa dan aroma yang terlampau wangi dan nikmat untuk diceritakan.

Selain white tea dan oolong tea, disini juga terdapat green tea dan black tea asli Indonesia yang langsung di pesan dari perkebunan teh di Ciwidey Bandung, lalu di olah sendiri secara profesional oleh para pekerja Tea Addict.

Aneka teh yang berhasil di kemas, lantas diracik kembali untuk mendapatkan efek aroma dan manfaat kesehatan yang diinginkan. Seperti Blackcurrant Surprise yang dapat memberikan energi, teh Sencha untuk efek rileks, Cinammon Green yang cocok bagi mereka yang sedang dilanda stress dan aneka racikan teh yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 jenis yang bisa dipilih sesuai dengan mood anda hari itu.

Namun jika anda ingin yang original juga bisa tentunya. Seperti merasakan nikmatnya original white tea yang bagus untuk kecantikan kulit, oolong tea yang bagus untuk kesehatan gusi dan melancarkan peredaran darah, black tea yang mampu mengurangi resiko jantung koroner dan green tea yang tak diragukan lagi khasiatnya untuk melawan lemak jahat di tubuh.

Kado untuk 65 Tahun Indonesia Merdeka


Dimulai dari sepucuk daun teh, inilah refleksiku untuk 65 Tahun Indonesia Merdeka. Negeri yang kucinta dengan limpahan alam yang luar biasa. Selamat Ulang Tahun Indonesia!!!

Alamat : Tea Addict, Jl. Gunawarman 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 021 7254371 dan Jln. Kemang Raya No.95 Jakarta Selatan. 021 7190083. Open Hour: 12.00-23.00 (Office day), 12.00-02.00 (weekend)

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja. dokumentasi : wisataseru.com





6 comments

  • heheheee iyaaa … waktu itu gak sempet ke sini 🙂 wah bisa kagum kagum karena ternyata teh Indonesia itu kalau mau di olah bener, rasanya enak banget 🙂

  • Tampaknya anda penggemar teh berat. Kalau pas ke Bogor, saya undang mampir di kedai teh sederhana saya. Anda juga bisa mendapatkan aneka teh premium Indonesia,juga beberapa teh import dengan aneka rasa dan aroma

  • Hai Pak Bambang 🙂 waaaaaaah sungguh seperti mimpi rasanya Pak Bambang bisa hadir di wisataseru 🙂 makasiiih banyak sekali Pak 🙂 dan sungguh suatu kehormatan besar buat saya untuk di undang main ke Laresolo 🙂 hiks hiks … seneng banget ….

    Mauuuuu 🙂 oke nanti kalau pas waktunya tepat saya main ke Bogor ya Pak untuk menikmati teh premium Indonesia dari Laresolo 🙂 hihiiiii… senengnyaaaa 🙂 pengen banyak tau tentang Teh Indonesia 🙂

  • @Pak Bambang, terima kasih atas jamuannya pada hari kamis malam di kedai bapak di bogor. 😀 sukses selalu buat bisnis teh nya. kapan-kapan nanti saya mampir lagi ke kedai teh laresolo. salam kenal pak sebelumnya. 😀

  • Farid Wadji : Haloooo 🙂 selamat datang di wisataseru 🙂 waaaah sudah ke Laresolo ya 🙂 aku juga mau kesaanaaaa 🙂 mudah mudahan habis lebaran atau Oktober saya akan kesana 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: