Gurihnya Tahu Pong Hayam Wuruk, since 1986


Malam itu, sekitar jam 9, saya sedang beredar di kawasan Kota, hunting kuliner malam. Tak disangka tak dinyana, akhirnya saya ketemu juga sama ‘Tahu Pong Semarang’ yang selama ini cuma saya dengar dari mulut ke mulut dari blog ke blog. 2 kali mencari gagal, ternyata hari ini ketemu.

Sekarang saya tau kenapa dari kemarin saya gagal menemukan warung kaki lima yang menjual aneka hidangan khas Semarang ini. Tak lain karena jam 10 biasanya dagangan sudah ludes, padahal mereka baru buka jam 6 sore. Wow,… jadi total mereka hanya berdagang selama 4 jam. Se-sepi sepi-nya, dagangan sudah habis pukul 10.30 malam. So, kalau pengen nyobain gurihnya tahu pong ini, jangan sampai kemalaman.

Hari itu, kebetulan saya baru ingat memotret suasana warung ketika sudah kenyang makan, jadi nggak ke potret deh keramaian warung, hehehee, … maaf yach, maklum sudah gelap mata keburu pengen makan nih masakan. Saya memesan Tahu Spesial, Ayam Kalasan dan Lumpia Semarang.


Tahu Spesial, Rp. 13.000/ porsi

Tahu spesial pesananku datang dalam tempo yang sesingkat singkatnya. Di piring terdapat aneka rupa, mulai dari tahu pong dengan ukuran lebih besar dari yang ada di semarang – ini jumbo kali yach, telur utuh goreng, tahu emplek dan udang gimbal.  Soal rasa? Jangan pernah di tanya, enak sekali.

Tahu Pong-nya, bolong di dalam dan kering di luar. Begitu di gigit renyah sekali, garing. Bahkan rasa garingnya ini tetap ada meski tahu sudah dingin. Oya, tapi sebaiknya tahu bukan dimakan sendirian yach, karena tahu ini punya suami yang bernama petis dan anak anak bernama sambal dan lobak. Luar biasa!!! Petis asli semarang yang dicampur dengan kecap manis tradisional, kemudian berbaur dengan segarnya lobak plus mengigitnya sambal ijo, mantaaaab.

Rahasia kelezatan tahu pong semarang yang ada disini sendiri adalah karena pengorengan yang dilakukan 2 kali. Pertama di minyak yang tidak terlalu panas kemudian di pindah ke minyak yang panas membakar. So, nggak cuma tahan lama garingnya tapi juga mekarnya sempurna.

Tahu emplek sendiri adalah tahu yang digoreng garing namun dalamnya tetap padat penuh. Sedangkan udang gimbalnya? Hm,… garing dengan rasa udang yang terasa betul. Lihatlah, udangnya terlihat besar dan banyak memenuhi gorengan.


Ayam Kalasan Kampung, Rp. 10.000,-

2 Jempol untuk ayam kalasannya. Dengan menggunakan ayam kampung, warung ini sudah cukup terlihat bahwa mereka sangat menjaga kualitas. Belum lagi bumbunya. Berciri khas manis, bumbunya meresap sampai ke tulang tulang ayam. Tiap gigitan di sela mana pun tak akan membuat anda kecewa. Pun tampilannya yang bersih dan klimis, membuat selera makan memuncak. Namun, klimis disini bukan berarti sangat berminyak seperti tipikal masakan Hong Kong, klimisnya adalah klimis mengkilat dari kecap. Benar benar ayam yang lezat dengan harga murah meriah.


Lumpia Semarang, Rp. 6.000,-

Lumpianya garing gurih dengan saus sagu yang pas. Lumpia disini menggunakan rebung asli dari Semarang. Jadi enak, rebung-nya tidak bau menyengat seperti rebung Jakarta. Manis nya pun pas sekali, begitu dicocol dengan sagu yang dibuat dengan bumbu bawang putihm, terasa betul nikmatnya.


Puas Makannya, Hemat Keluarnya

Selain ketiga menu diatas, masih banyak hidangan khas semarang disini. Semuanya di patok dengan harga nggak lebih dari 13.000 rupiah. Luar Biasakan … murah meriah dengan rasa makanan yang berkualitas. Hm,… mungkin ia tetap mempertahankan tipenya yang warung kaki lima supaya bisa tetap jual murah. Hebat yach… berkat rasa, harga dan keramahan pemilik, warung ini tak pernah ditinggal pelanggan selama 24 tahun. Wow, iya warung ini telah berdiri sejak tahun 1986 dengan segala kesederhanaanya dan mutu yang terjamin.

Alamat : Tahu Pong Hayam Wuruk. Jl. Hayam Wuruk (Seberang Carrefour Duta Merlin / 10 meter sebelum Halte Harmoni arah Monas). Telp 0818740893, 021 6247726





6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: