Gurih-nya … Wangi-nya … Sate Lilit Bali

Mendengar kata ‘sate’ pikiran kita pasti akan langsung melesak pada pemikiran daging yang dipotong potong kemudian di tusuk dan dibakar. Namun, ternyata sate nggak melulu mesti daging yang dipotong dan langsung ditusuk, melainkan adapula daging yang dilembutkan kemudian diberi aneka bumbu, dikepal pada sebatang lidi baru kemudian dibakar. Ini jika dibetawi namanya ‘sate lembut’ yang sudah langka dan di bali namanya ‘sate lilit’.

Sate lembut khas Betawi sudah saya bahas di artikel lain, maka untuk artikel ini saya hanya akan membahas soal sate lilit khas Bali. Biasanya sate lilit khas Bali (konon pertama kali berasal dari Karangasem, tapi betul tidaknya saya juga tidak tahu) terbuat dari Ikan Laut berukuran besar seperti tuna atau tenggiri. Ikan ini kemudian dilembutkan dan diberi aneka bumbu mulai dari santan, parutan kelapa, serai, daun jeruk, bawang merah bawang putih, kencur dan aneka macam bumbu lainnya termasuk merica dan garam.

Setelah bumbu menyatu dengan daging, langsung dikepal dan direkatkan pada sebatang kayu yang agak lebar, dibentuk bulat memanjang kemudian dibakar. Hm,… aromanya harum sekali dan semakin mantab jika dinikmati bersama dengan ketupat dan plecing kangkung. Yakni kangkung rebus yang kemudian diberi sambal terasi matang. Rasa Sate Lilit sendiri sangat khas, yakni pedas, wangi, manis dan gurih.

Dimana membelinya?

Hampir di tiap sudut kota di Bali menjual menu sate lilit ini. Saya sendiri kurang paham, mana yang paling enak, karena beberapa orang menyebut dimana saja rasanya hampir sama. Karena warga Bali memang rata rata gemar memasak sate lilit ini, sehingga hampir semua yang jual rasanya pasti nggak beda beda jauh. Saya sendiri menjumpai sate lilit ini di pasar tradisional di Sanur dekat dengan Griya Santriyan tempat saya menginap.

Namun, teman saya memberi tips untuk dapat mengetahui sate lilit mana yang sekira kira enak dan tidak enak, yaitu dari warna. Beberapa pedagang nakal, ada yang mengganti penggunaan pewarna alami, kunyit, dengan pewarna kimia. Langkah ini diambil supaya sate selalu terlihat segar dan menarik. Padahal dengan penggunaan pewarna bukan alami, justru akan mengurangi cita rasa dari sate itu sendiri.

Tips lain, yakni jika kita ingin membawa pulang sate lilit sebagai oleh oleh. Caranya, beli sate dalam keadaan mentah (sudah ditusuk namun belum dibakar). Begitu sampai rumah langsung masukkan ke mesin pendingin. Dengan cara ini sate bisa tahan hingga 3 hari.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: