Dalam Kenangan; Jakarta Terapung di Februari 2010

Jakarta, Februari 2007. “Jakarta Terapung”

Saat itu terjadi banjir besar besaran di seluruh Jakarta, bahkan kawasan elit Green Garden Jakarta Barat yang selama ini terbebas banjir, saat itu sampai seperti inilah kondisinya. Air tumpah ruah menggenangi rumah dan mobil. Korbannya tentu saya yang saat itu tinggal disana termasuk teman saya, Dewi yang baru pindah dari Jogja ke Jakarta. Mobil-nya yang belum genap seminggu berada di Jakarta langsung terendam dan rusak. “Belum juga dapat gaji pertama, mesti benerin mobil 12 juta” celotehnya gemas.

Akibat banjir yang menggila ini pula, saya nggak jadi ke Bandung. Fatalnya, waktu itu saya dan kawan kawan dari kantor di kawasan Jl. Panjang Kedoya Jakarta Barat jam 11 siang. Di mobil kami ber 6 tak disangka tertidur pulas semua kecuali sang sopir. Jam 3 sore kami terbangun dan astagaaaa, “Loh Pak kok baru sampai di Gatot Subroto”. (Jl. Gatot Subroto itu masih belum terlalu jauh dari kantor, biasanya 30 – 45 menit juga sudah sampai). “La gak tau ini macet banget”, katanya dengan mata setengah mengantuk.

Akhirnya kami memutuskan, “Ya sudahlah gak usah ke Bandung deh, terlambat juga acaranya kan jam 4”. Mobil pun putar balik dan luar biasanya, kami baru sampai kembali ke Kedoya adalah pukul 11 malam. Total 12 jam kami hanya menempuh rute Kedoya – Gatot Subroto – Kedoya. Waakakakaaa … Ternyata Jakarta di Kepung Air!!!! Berikut gambar gambarnya yang saya ambil dari Puma (Heli), tentang Banjir Jakarta 2007.

Sedih ya melihat Ibu Kota seperti ini … semoga peristiwa peristiwa banjir Ibu Kota ini segera menyadarkan kita akan Global Warming!!! Mari yuk kita cintai lingkungan, minimal dengan ‘tidak membuang sampah sembarangan’ dan sebisa mungkin mendaur ulang sampah yang kita miliki. Atau jika tidak ada waktu untuk mendaur ulang, pilah saja barang barang yang dapat digunakan kembali dan sampah dapur. Berkaca pada Jepang negara yang sangat teramat maju tersebut. Sampah benar benar di organisir dengan baik sehingga tak hanya rapi melainkan juga turut ‘mendinginkan’ bumi.

Buat pengusaha yang punya duit sebaiknya juga mulai memikirkan ‘akan membangun dimana’ … tidak asal membangun yang mengakibatkan Jakarta kehilangan daerah resapan air. Ya,… yuk mari dari diri kita sendiri, supaya anak cucu masih bisa menikmati, nggak cuma dari foto doang. Masa mau sih nanti dibilang, “Jakarta dalam Kenangan”.

penulis : caturguna yuyun angkadjaja




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: