Berbuka dengan Martabak Kari Palembang dan Prata Ibu Djamillah

Buat pecinta martabak kari palembang dan roti prata, yuk mari wisataseru ada info-nya nih. Kemarin saya ke daerah Bintaro, di kawasan veteran sana ternyata ada pusat jajanan semacam foodcourt. Makanan-nya mulai dari steak, nasi uduk sampe cane dan martabak pun ada. Karena belum terlalu lapar, akhirnya saya memilih mencoba martabak kari palembang dan prata – nya Bu Djamilah yang berada di sebelah kanan foodcourt.

Dengar dengar, martabak dan prata ini memiliki banyak penggemar mulai dari pekerja kantoran sampe artis Ibu kota seperti Dewi Sandra, Tantowi Yahya, Asty Ananta dan masih banyak artis lainnya lagi bahkan yang sudah berkecimpung agak ke politik, Anwar Fuadi. Wow … ya sudah langsung saya pesan semua menu yang ada disini. Martabak Kari, Prata dan Prata Singapore.

Martabak Kari Palembang

Apa sih bedanya martabak dengan martabak kari palembang? Beda!!! Jika martabak biasa kan isinya macam macam mulai dari aneka bawang sampai daging cincang masuk semua. Nah kalau martabak kari palembang itu isinya cuma telur saja. Biasanya sih pakai telur bebek, karena akan lebih gurih daripada telur ayam.

Dimakannya pun menggunakan kari, yang bumbunya medok sekali, bahkan beberapa orang memakannya dengan kari kentang yang kuahnya super kental. Soal rasa? Wow, kari – nya Bu Djamillah ini enak dan mantab sekali. Dengan pemilihan santan dari kelapa tua yang tepat, bumbu bumbu rempah yang digunakan benar benar terikat sempurna. Apalagi Bu Djamillah sama sekali tidak menggunakan lemak dalam kaldunya, alias dagingnya pun bebas lemak, sehingga aroma dan rasa kaldu dalam kari benar benar terasa ringan dan tidak neg. Mantab sekali.

Prata atau Cane (Canai)?

Saya sendiri kurang tau tepat apakah prata dan cane itu adalah makanan dengan ciri yang sama persis namun memiliki dua nama yang sama sekali berbeda. Namun beberapa orang menyebut, ini adalah makanan yang sama. Prata adalah cara orang Singapore menyebut hidangan ini, sedangkan canai adalah nama panggilan roti ini dari warga Malaysia.

Namun, apalah arti perdebatan di atas yang jelas sekarang sudah ada di hadapan saya 2 makanan yang satu di daftar menu bertuliskan prata dan yang satunya adalah prata singapore. Tampilan? Beda. Yang bernama prata hanyalah adonan panggang tanpa isi. Sementara prata singapore adonan dengan bentuk kapal pecah dengan isi bawang bombai yang melimpah.

Adonan prata disini enak sekali. Tak terendus rasa tepungnya. Melainkan hanya rasa gurih dan manis yang lembut membuai lidah. Prata dihadapan saya cukup dimakan dengan gula saja rasanya sudah membuat saya tak ingin berhenti mengunyah.

Sementara Prata Singapore memiliki rasa gurih dan manis alami dari bawang bombay yang segar. Hidangan ini semakin mantab rasanya jika ditabur dengan kuah kari yang sudah saya cerita diatas (menggunakan kari yang sama dengan martabak). Bagi yang sedang berpuasa, ketiga hidangan yang saya makan ini cocok sekali untuk berbuka. Harga pun sangat bersahabat, mulai dari Rp. 10.000 / porsi.

Acara makan hari ini saya akhiri dengan segelas teh tarik. Hm,….

penulis : catur guna yuyun angkadjaja

Alamat : Martabak Kari Palembang dan Prata Singapore Ibu Djamilah. Jl. RC Veteran No K8, Samping Pisang Outlet / Sebelah Rumah Makan Padang Sederhana, di dalam arena Foodcourt. Telp 021 7364266 – 08567093210




2 comments

  • Mba yuyun. Terakhir makan di sini kapan? Kemarin saya nyari tempat ini kok ngga nemu yah. Saya tanya pegawai food courtnya, katanya sudah tutup. Apa jangan2x saya salah tempat. Ini food court yang ada Restoran Dapur Bebek juga kan?

  • joe 🙂 wakakaka iyaaa kemarin memang sempat tutup selama 4 tahun, tapi sekarang sudah buka lagiiii 🙂 aduh ada bebeknya gak ya? kok gak liat ya? pokoknya disebelah rumah makan padang sederhana. nah di situ kan foodcourt, banyak makanan salah satunya Bu Djamilah … atau kalau gak nemu coba telp aja yach … sering makan disana juga ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: