Bebek Bakar Madu di Raja Bebek Bakar Jl. Sabang

Jalan Sabang Jakarta Pusat. Hm,… pecinta kuliner Jakarta bisa dipastikan tau lokasi ini. Jalanan sepanjang 700an meter yang ketika malam berubah wajah menjadi pusat makanan kaki lima yang cukup ramai dengan tenda tenda yang menjual aneka makanan mulai dari makanan berat hingga martabak.

Kebetulan sudah lama nggak makan bebek, maka malam ini saya langsung menuju ke Warung Tenda bertuliskan Raja Bebek Bakar 21. Pilihan saya sendiri berlandas dari reputasi baik warung ini di mata beberapa media yang sempat meliput Raja Bebek Bakar Jl. Sabang. Penasaran, saya pun menemui pemiliknya yang Orang Madura. Namun pada pertanyaan pertanyaan selanjutnya, ternyata pemilik resep bebek sendiri adalah Mas Bedjo, pria kelahiran Tegal yang lama menetap di Jogja dan mencari peruntungan di Jakarta.

Bejo ini adalah pemilik beberapa Gerai Bebek Bakar di Jakarta namun dengan nama yang berbeda beda tergantung lokasi dan dengan siapa ia bekerja sama. Bejo mengaku ia telah bergulat dengan bebek sejak tahun 1995 dan akhirnya membuka gerainya yang pertama di Jakarta pada 1996. Tak di sangka, menu bebek bakar yang di zaman itu belum lazim, cukup diterima oleh lidah warga Jakarta. Penjualannya terus meningkat dan gerainya pun terus bertambah hingga sempat mencapai 7 gerai di seluruh Jakarta.

Namun, demi kualitas yang tetap terjaga, akhirnya beberapa gerai di tutup dan ia pun kembali berkonstrasi hanya untuk beberapa gerai saja. Hasilnya? Tak mengecewakan karena saya pun terbuai oleh kelezatan resep Mas Bejo ini.

Rasa Bebek Racikan Bejo, Rp. 19.000/ potong

Saya kala itu memesan Bebek Bakar Madu, Bebek Bakar Khas dan Bebek Goreng Ijo. Semua sama, harganya Rp. 19.000/ potong. Dari ketiga menu tersebut tentu saya paling suka dengan bebek bakar madunya. Daging bebeknya sama sekali tidak bau amis, ia justu dominan dengan aroma jahe yang cukup segar hingga seperti daging bebek di resto bintang lima.

Bebek ini memang dominan dengan rasa manis, namun bukan manis yang legit karena ia menggunakan gula jawa sebagai pengganti gula pasir. Hasilnya, bebek ini tak hanya lebih wangi tapi juga tampak menggoda dengan tampilan warnanya yang coklat gelap.

Lapisan madu dan taburan wijennya juga membuat saya seolah kurang hanya makan satu porsi bebek. Akhirnya saya lanjut dengan mencicip Bebek Goreng Sambel Ijo dan Bebek Bakar Khas. Karena ke dua bebek ini memiliki rasa yang tak beda jauh dengan bebek bebek di resto bebek lainnya, yang lebih mengandalkan rasa racikan sambal, maka saya tak ingin bercerita panjang lebar. So, buat saya, bebek bakar madu disini adalah yang paling rekomendasi jika ingin menikmati rasa bebek yang berbeda.

Minuman Juice-nya juga enak

Di samping raja bebek bakar 21 ini, terdapat penjual juice. Hm,… Juice-nya cukup enak dan segar. Percampuran buah, es, gula dan susunya pas sekali. Pergelasnya di jual dengan harga Rp. 7.000/ gelas juice.

Nyam nyam,… makan malam yang memuaskan di Raja Bebek Bakar Jl. Sabang.

Informasi Restaurant

Nama Raja Bebek Bakar 21
Alamat Jl. Sabang Jakarta Pusat (depan gedung Smart)
Telephone +62 87883221108
Jam Buka 17.30 – 02.00
Jenis Masakan Bebek
Harga Rp. 19.000
Tipe Warung Kaki Lima
Suasana Santai
Merokok Boleh
Busana Casual
Lain – lain Cocok untuk makan bersama teman

penulis : catur guna yuyun angkadjaja





1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: