Sinou Kaffee Hausen, bukan sekedar Rumah Kopi Biasa

Entah sejak kapan kebudayaan ‘ngopi’ mulai popular di Jakarta. Yang jelas, sindrom nongkrong di ‘warung kopi’, kini menjalar di segala usia. Jika dulu ‘kedai kopi’ banyak diisi oleh para professional muda yang menjamu klien, berbicara bisnis dan atau melepas penas usai kerja sambil menunggu bebas macet, kini café banyak diisi oleh siapapun tak terbatas golongan usia, pekerjaan dan status.

Salah satu ‘rumah kopi’ yang saat ini tengah ramai dibicarakan adalah Sinou Kaffee Hausen di kawasan Panglima Polim Jakarta Selatan. Bertema Industrial warehouse tahun 60an dengan nuansa undone concept, café ini terasa sangat nyaman. Maka tak heran, jika satu rombongan pelanggan bisa menghabiskan waktu minimal 2 jam bahkan tak jarang hingga 5 jam.

Ambiance Sinou Kaffee Hausen memang agak ‘nyentrik’. Dengan perabot yang mayoritas barang recycle seperti meja yang terbuat dari daun jendela yang diberi 4 kaki, standing cermin yang berasal dari daun pintu lemari, kap lampu yang dikreasi dari pot bunga dan masih banyak barang daur ulang lain yang di desain sendiri oleh Pemilik café, Mita Abidin.

Tak hanya pernak pernik yang di desain dan di hunting sendiri, bahkan seluruh ruangan dan tiap detail aksesoris yang ada di café ini, semua original muncul spontan dari jiwa seni Mita.

Kopi dengan Lukisan Kucing

Tentang Sinou Kaffee Hausen

Kaffe hausen berasal dari bahasa Jerman yang berarti, Rumah Kopi. Sinou sendiri berasal dari bahasa Pekalongan Jawa Tengah, Si Nok, yang merupakan panggilan untuk anak perempuan. Dimana artinya disini adalah Si Nok merupakan panggilan sayang sang pemilik café dari orang tua dan suaminya.

Sesuai namanya, Rumah Kopi. Saya sangat interest dengan menu kopi yang ada disini. Pertama, tentu soal rasa dimana disini memiliki andalan green tea capucino. Penggabungan antara kopi dan teh yang disebut sebut pelanggannya memiliki rasa yang ngangenin dan bahkan menjadi best seller.

Selain green tea capucino, saya juga mencoba aneka macam kopi mulai dari latte sampe espresso-nya. Rasanya lembut dan tidak membuat perut saya kembung/ tidak membuat mag saya kambuh. Ini tentu karena penggunaan kopi jenis arabika yang memang memiliki jumlah kafein lebih rendah daripada kopi robusta.

Kedua, karena sentuhan seni sang barista terhadap secangkir kopi yang diseduhnya untuk tiap individu pelanggan. Sangat personal. Bahkan sebagai pemesan terkadang saya sampai merasa sayang untuk meminum kopinya karena indahnya kopi yang ada dihadapan saya.

Gambar Monyet

Gambar Perempuan

Kopi dihias dengan aneka macam lukisan. Kadang hewan, kadang pemandangan, kadang tulisan bahkan juga gambar orang. Hm,… tampaknya ini juga bisa menjadi salah satu tips bagi kita yang ingin berbaikan dengan pacar yang sedang marah, tinggal bawa ke Sinou, pesankan kopi dengan pesan tertentu kepada sang barista untuk menggambarkan sesuatu yang special untuk sang pujaan hati. Dijamin, sang kekasih akan langsung lumer hatinya, seperti krema kopi yang ketika diaduk akan hilang perlahan lahan.

Teknik ini sendiri banyak dikenal dengan nama teknik Rosetta. Istilah untuk menyebut seni gambar yang dibuat pada permukaan minuman. Teknik ini banyak digunakan oleh barista di Italia untuk menyatakan rasa cintanya yang besar terhadap kopi.

Keberhasilan teknik rosetta, tentu tak hanya cukup pada memiliki kemampuan seni yang tinggi untuk melukis, namun juga mesti mengikuti kaidah kaidah seperti, penggunaan kopi yang fresh supaya krema dapat muncul ke permukaan, dan ke dua adalah susu yang akan dijadikan foam harus memiliki tingkat panas pada suhu 140 derajat celcius.

Benarkan pasangan Kopi adalah Rokok?

Cara Benar Meminum Kopi

Umumnya, kita minum kopi dengan banyak gula. Yes, karena kita terbiasa minum kopi sachet atau kopi yang sudah tidak segar. Tapi jika kopi yang kita hadapi adalah kopi segar (kopi yang baru di panggang dan baru digiling sesaat sebelum diminum), sebaiknya tak usah mencampurkan gula terlalu banyak, bahkan diminum tanpa gula pun, kopi justru akan terasa nikmat originalnya.

Karena kopi yang segar, masih memiliki rasa manis yang khas yang terkandung dalam tiap biji, tergantung asal daerah kopinya. Rasa pahit yang mampir, jelas tetap ada, karena kopi memang pahit. Namun jejak tersebut hanya bertahan paling lama 15 detik dalam tenggorokan.

Supaya lebih nikmat, sebelum di teguk, sebaiknya kita mencium aroma kopi yang ada dihadapan kita terlebih dahulu. Ini adalah semacam pengenalan sebelum kita benar benar membiarkan si hitam menjelajah lidah perasa kita. Meminumnya, juga bukan asal teguk. Melainkan sedikit membiarkan beberapa tetes kopi meresep di tiap jengkal lidah dan baru diteguk. Fungsinya, supaya fungsi lidah kita yang mamiliki titik titik tertentu dalam merasakan manis, pahit, asin dan asam dapat bekerja sempurna dalam merasakan keseluruhan kopi.

Oya, jika beberapa orang merasa teman kopi adalah rokok. Ini adalah kesalahan besar dalam dunia perkopian sesungguhnya. Karena nikotin yang menempel kuat di lidah, hidung dan tenggorokan, justru akan merusak rasa kopi yang sesungguhnya. Teman kopi yang benar adalah cookies. Cookies manis kecil yang berpenampilan cantik. Inilah teman sejati kopi, bukan rokok.

Menu Makanan di Sinou Kaffee Hausen

Selain Kopi, Sinou Kaffee Hausen ini juga memiliki aneka masakan original resep keluarga Bu Mita, pemilik café. Resepnya mayoritas beraroma Western dan Europian. Mulai dari menu breakfast sampai spageti dan steak. Semua home made, bahkan untuk roti tawar-pun dibuat sendiri di rumah Bu Mita tiap hari dengan resep pribadi keluarga yang menghasilkan sebuah roti yang empuk dan tanpa bahan pengawet. Selain roti semua makanan yang disini juga bisa dikategorikan sehat, karena tanpa MSG.

Menu yang sempat saya coba di antaranya :

– Ribs ala Sinou : USA Ribs yang bertekstur padat namun lembut di lidah juga empuk, berpadu dengan saus BBQ yang rasanya pas ditilik dari tingkat keasaman dan manisnya. Very recomended

– French Toast Original : roti tawar home made yang dipanggang bersama dengan susu segar dan butter. Sehingga meski namanya dibakar, ia tidak kering, melainkan basah (namun tidak kuyub) dengan rasa manis yang sangat lembut. Menu ini adalah menu yang bikin kangen dan pasti menjadi menu wajib saya jika kemari.

– Oxtail BBQ (ups saya lupa nama lengkapnya) : Sop Buntut Panggang saus BBQ. Dengan tampilan buntut yang dibalur tepung krispi dan berlumur saus BBQ, oxtail ini cukup membuat saya mengangkat jempol, apalagi kuahnya, sangat segar. Dengan limpahan bawang putih yang cukup berlimpah, kuah sop buntut ini memiliki ciri khas yang cukup terasa dibanding sop buntut di tempat lain.

– Meat Ball Baked Rice : butter-rice yang disajikan bersama saus home made, daging sapi yang dibentuk bulat bulat dengan rasa manis, lalu di tutup dengan gratain cheese. Rasanya? terdapat limpahan manis dan asin yang lembut (keju yang dipilih bukan keju asin yang akan bikin lidah terkejut). Menu ini membuat kawan yang saya bungkusin mengucapkan kata, “Beli dimana? Enak banget”.

Full Breakfast

Beef Cheezie Nachos

BBQ Beef Pate

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

Detail tentang Sinou Kaffee Hausen

Nama Sinou Kaffee Hausen
Alamat Jl.Panglima Polim V No.26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp (+6221) 7258568 – 081999393556
Jam Buka 10.00 – 00.00
Jenis Masakan Spesialis Kopi dan steak-nya enak
Harga Rp. 20.000 – 75.000,-
Tipe Cafe
Suasana Indutrial warehouse tahun 60an dengan undone concept
Merokok Bebas
Busana Casual
Lain – lain Tempat yang nyaman untuk nongkrong dan cocok sebagai tempat membicarakan bisnis bersama kolega yang suka kopi dan bersama teman teman, reuni

Blueberry Cheese Roll

French Toast Original

Meat Ball Baked Rice




%d bloggers like this: