Lezatnya Hidangan Burung Dara Goreng, Makanan Wajib jika ke Surabaya

Burung Dara Goreng

Jika datang ke Kota Pahlawan, Surabaya, Burung Dara merupakan hidangan berat yang tak mungkin saya lewatkan. Meski hanya mampir sehari dua hari, Resto Resto yang menjual menu burung dara pasti menjadi sasaran saya pertama.

Apa sih enaknya Burung Dara?

Hm, susah sekali ini untuk di ungkap-kan. Karena fakta sendiri berbicara. Dimana jika kita menghadiri pesta pernikahan orang chinese di Surabaya (biasanya pesta meja/ bukan prasmanan) hidangan burung dara goreng hampir selalu ada dan hebatnya selalu menjadi rebutan tamu undangan. Bahkan ekstreem-nya jika saya perhatikan (termasuk saya), setiap tamu biasanya begitu datang langsung melihat menu apa saja yang dihidangkan.

Karena menjadi menu yang paling di incar, biasanya burung dara pun diletakkan di urutan hampir akhir. Para tamu undangan-pun dengan sabar menunggu hingga burung dara datang, dan baru pulang satu persatu usai  menyantap burung dara. Sedangkan pada pesta yang tanpa burung dara, biasanya ada saja 1001 alasan tamu undangan untuk pulang lebih dahulu. Hm, Luar biasakan efek kelezatan burung dara? Dapat membuat orang bertahan sampai pesta usai.

Ya … jika tau teknik memasaknya, burung dara ini memang memiliki banyak lemak yang mampu membuat daging-nya menjadi sangat lembut dan gurih. Biasanya resto chinese food, menggunakan burung dara muda, sehingga dagingnya sangat empuk. Jauh lebih empuk dari ayam kampung.

Di Surabaya, cukup banyak yang menyediakan burung dara enak, mulai dari resto mahal sampe kaki lima, namun rata rata burung dara ini dijual dengan kisaran harga Rp. 21.000 – 25.000/ perburung. Tapi yang paling sering aku datangi adalah :

Kedai Mie 168

Depot Pangsit Mie “168”. Jl. Walikota Mustajab no 52 (ondomohen) Surabaya. Telp 031 5342465

Meski namanya Depot Pangsit Mie, tapi disini ada burung dara goreng (ada burung dara super) yang enak banget. Keunggulan burung dara disini menurut saya, lemak burung daranya benar benar membuat lidah ini enggan berhenti mengunyah, gurih sekali. Tiap balik ke Jakarta, saya hampir selalu membungkus burung dara disini minimal 5 ekor untuk dimakan di Jakarta.

Pusat Jajanan Tidar, Jl. Tidar Surabaya (Namanya cianjur atau ciganjur saya lupa). Buka sore – malam

Dari lokasi inilah saya pertama kali mengenal burung dara goreng ketika masih sekolah dasar. Sejak saat itu, setiap ke Surabaya, saya selalu minta papa mama untuk mampir makan burung dara disini. Keunggulannya menurut saya dari bumbunya yang sangat meresap. Asin manis asamnya semua berpadu indah sekali.

Kedai BuDar Pahlawan

Ayam Goreng & Burung Dara Pahlawan. Jl. Pahlawan No 80, Surabaya.  Telp 031 70205777

Ini adalah lokasi penjual burung dara paling dekat dengan tempat tinggal kakak saya. Jadi begitu lapar, Burung Dara Pahlawan sering jadi pelampias rindu. Burung dara yang ada disini memiliki rasa tak beda jauh dengan 168. Burung dara yang berlemak dan gurih menjadi andalan cita rasanya. Membuat saya tak cukup hanya makan 1 porsi.

Fajar Restaurant. Plaza Tunjungan II lantai 5. Jl. Basuki Rahmat no 8 – 12 Surabaya. Telp 031 5326690

Sesuai dengan lokasi yang berada di Mall, resto ini menyasak kaum elit yang menyukai hidangan chinese food. Nah, keunggulan burung dara yang ada disini menurut saya adalah pemilihan burung dara yang tidak terlalu berlemak, sehingga ketika dimakan tidak terlalu berminyak dan keadaan ini memang dicari oleh beberapa penikmat burung dara usia dewasa yang sudah mulai mengurangi makanan berlemak tinggi. Namun meski kehilangan sedikit rasa gurih, mereka mengimbangi dengan bumbu yang sangat meresap sehingga itulah yang jadi keunggulan burung dara disini. Rasa.

Kakak dan Ponakanku sedang memesan Burung Dara, kami keluarga pecinta burung dara

Selain 4 resto diatas, sebetulnya masih banyak penjual burung dara yang racikannya sempat mampir ke lidah saya. Seperti Burung dara Tugu, Bima, Halim Restaurant dan beberapa tempat lainnya. Semuanya enak dengan keunggulan masing masing. Namun karena sudah lama tidak makan disana, saya sudah agak lupa dengan rasanya, jadiiii terpaksa tidak saya review meski enak. Nanti kalau pulang lagi dan makan disana, mungkin daftar ini akan terus bertambah.

Ditulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




10 comments

  • bedane kalau burung puyuh lebih sehat ce, karena less kolesterol dan dagingnya lembutnya kayak ayam kampung… kalau burung dara kan wow kolesterol tingkat tinggi, tapi emang kolesterolnya itu yang bikin enak hhahahaaaa …

    vero : halim mayjen ya? iyaaa itu enak, tapi bisa bantuin gak ver? mayjen berapa ya? aku lupaaaa … pilihanmu ini sama ama dosenku, ce Grace, dia juga suka burung dara di Halim

  • tempat makan burung dara favorit kawan dan dosenku di Petra, selain 4 resto yang sudah aku review diatas, reply di FB:

    Jenice : suka burung dara tugu pahlawan dan burung dara chichi
    Ce Felicia : suka burung dara di resto Bima
    Ce Grace : paling suka burung dara di Halim Mayjen Sungkono, sama ama vero

  • i ya,… setuju klo burung dara n ayam grg PAHLAWAN masuk dlm daftar wajib kunjung klo pas ke SURABAYA… rasanya yg bikin mulut gak cape mengunyah walau udah porsi yg ke 3…. wuakakakakkk…. trus ayam tim nya juga euy… asli ketagihan …..

  • lohh..bukannya burung puyuh malah kolesterol tertinggi dari smua unggas ya..
    kan konon telor nya aja = 8x kandungan telor ayam

    banding burung dara kan malah rendah..
    org yg ga tahan aja katanya mkn burung puyuh kebanyakan bisa timbul jerawat besok nya (pernah ngalamin sendiri)
    wakakakka

  • ferdy : waktu itu sih beli buku tentang burung puyuh, burung puyuh jenis pedaging itu low kolesterol, bahkan bisa dibilang aman 🙂 ya aku gak tau yach, buku sih bilang gitu wkkakkaa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: