Gathering Pertama wisataseru bersama Sophia @ Jakarta

Sophia n Hot Choco @ Gelatissimo

 

Yang terlibat berwisata kuliner dalam 3 hari, Jumat – Minggu :

  • Juwet Aditya dan Dennis, pendiri Frut Advertising Jakarta yang bergerak di bidang Branding Consultant dan Periklanan
  • Pak Djoko dan Bu Fifi, publisher majalah Concept, majalah yang mengulas tentang perkembangan desain di Indonesia, terutama desain grafis, branding dan illustrasi.
  • Tyas Panuntun, Divisi Promo Off-Air ANTV
  • Emmy Chen, Marketing Wedding Organizer Freyja
  • Alex, seorang Konsultan Web dan IT
  • Juga saya sendiri, catur dan sophia

Perburuan Kuliner dimulai

Jumat, 16 Juli 2010, pk 19.30 Sophia sampai di bandara Soekarno Hatta, langsung menuju ke Sarang Kepiting Gunung Sahari, Jakarta Utara.

Sarang Kepiting

Saat itu suasana di sarang kepiting sangat ramai, namun meski demikian, pelayanan sangat cepat. Sehingga kami tak perlu menunggu lama, pesanan sudah sampai semua dimeja dan kami santap dengan sempurna. Disini, kami memesan kepiting lada hitam, sayur ginseng, kepiting soka telur asin dan udang saus mentega. Tak lupa untuk memesan segarnya Es Jeruk dipadu dengan Siwalan (Ental) muda. Hasilnya? Kami ber-4 mengacungkan jempol secara bersamaan. Jempol ini terutama kami persembahkan untuk keberhasilan Sarang kepiting menyajikan aneka masakan seafood yang sama sekali tidak meninggalkan jejak amis ditangan.

Sabtu, 17 Juli 2010

pk 07.30 Dimsum Tunggul Jaya

Tunggul Jaya dikawasan Green Ville Jakarta Barat ini adalah kedai bubur dan dimsum langganan saya ketika saya masih tinggal di kawasan Kedoya. Setelah promosi dengan Sophia, akhirnya dia setuju untuk membungkus dan kita makan bersama di kantor (Juwet dan Dennis) Frut Advertising yang terletak di kawasan Green Garden Jakarta Barat. Dengan pesanan siomay, hakau dan bakpau chasiaw juga bubur 2 bungkus, kembali 4 jempol teracung untuk dimsum homemade segar yang harganya terjangkau, rata rata 11 ribu rupiah perporsi.

pk 13.00 Dapur Solo

Sejak masih di Singapore, Sophia sudah berpesan pada saya, “Pokoknya aku mau makan masakan Jawa”. Oke, akhirnya saya pun mengajak untuk mencicip kelezatan Dapur Solo di kawasan Sunter Jakarta Utara. Sophia dan Juwet memesan Selat Solo, Saya Asem Iga dan Dennis nasi liwet. Selain itu juga mencicip combro andalan Dapur Solo, hasilnya? jempol kembali berterbangan. Terutama untuk Selat Solo yang dagingnya empuk dengan kuah manis yang sangat khas. Jempol melayang juga karena pelayanan yang profesional dari para pramusaji.

pk 16.00 Gelatissimo

Sampai di Grand Indonesia kami langsung mencari tempat duduk yang nyaman, karena saat itu hampir semua cafe nyaris penuh semua, akhirnya kami pun menuju Gelatissimo yang masih menyisakan tempat bagi kami yang mulai bertambah jumlahnya. Kami ber-4 ditambah dengan Emmy, Alex, Pak Djoko dan Bu Fifi. Untuk Ice creamnya, bisa dibilang enak dan kami pun mengangkat jempol untuk secangkir Italian Hot Chocolate-nya. Sayang, usai menyantap segala yang manis ini, kami tidak diberi segelas air putih yang biasanya selalu diberikan secara free oleh cafe cafe ice cream. Disini pun tidak ada camilan sama sekali dan rasa manis ini membuat kami cukup haus.

Ada Biji Salak di Pizza kami xaxaxaaa

pk. 18.30 Y&Y

Untuk melegakan rasa haus dan sedikit lapar yang mulai menyergap, kami pun menuju Y&Y Resto yang banyak di blog blog juga cuap cuap kanan kiri, enak. Nyatanya? Y&Y emang sangat ramai dan menguarkan aroma masakan yang harum. Satu persatu pesanan datang dengan rasa yang memang menggembirakan dan enak. Mulai dari masakan eropa hingga hidangan Jepang-nya, semuanya enak. Hanya, menu terakhir yang datang, membuat kami semua tertawa terpingkal pingkal sambil miris tentang pelayanan Y&Y.

Pizza Mixed Jap Mushroom yang kami pesan mendapat tambahan sebuah biji yang tampil cukup eye catching yang seharusnya tidak ada di pizza yang kami pesan, Biji Salak!!! Pihak Y&Y kemudian mengganti pizza tersebut. Namun 1 hal yang kami sayang-kan, jangankan compliment, penjelasan atau permintaan maaf dari pihak resto pun tidak kami dapatkan. Tapi,… it’s oke lah. Hati kami sedang senang, jadi kami tak mempermasalahkan, bahkan pizza biji salak tersebut menjadi bahan tertawa seru kami hingga 30 menit berikutnya.

pk. 20.30 Smoked Crab

Kami ada janji dengan pemilik Smoked Crab, untuk itu kami pun segera meluncur ke lantai 5 Grand Indonesia ini. Hasilnya, ternyata kami disuguhi 4 menu andalan Smoked Crab. Usai pulang, saya bertanya dengan kawan kawan, “Gimana rasanya?”. Jempol kembali melayang dan malam itu kami pulang ke tempat masing masin dan tidur nyenyak karena perut sudah dalam keadaan kenyang.

Minggu, 18 Juli 2010

Pk. 09.30 Bakmi Gerobak Green Ville Pasar Blok S

Bakmi dengan 2 macam pilihan daging, babi dan atau ayam ini, enak sekali. Meski gerobak, namun kualitas mie-nya patut diacungi jempol. Dengan bumbu mie chinese food dan mie yang home made, timbunan mie yang cukup membumbung, ternyata kami habiskan hanya dalam sekejap. Kuahnya pun segar bukan main. Sampai sampai kami seruput sampai habis.

pk. 14.00 Es Podeng Gerobak Hotel Nikko

Lagi lagi kami jajan di era gerobak. Es Podeng seharga 5ribu rupiah ini benar benar segar, berisi potongan roti, kerokan daging alpukat yang segar, serutan es, ditambah sirup dan susu kentalnya, dan tak lupa pudingnya…. Nyaaam,… panas panas makan es podeng ini memang sungguh pas.

pk. 16.00 Masakan Rumah Bu Endang

Resto bernuansa rumahan ini baru saja pindah 1 minggu. Makanya saya jadi penasaran, kira kira dimana letak barunya. Saya pun mengajak rombongan ke masakan rumah Bu Endang yang pindah ke kawasan cipete raya. Hm… konsep tetap sama hommy dan yang penting, rasa masakan di Bu Endang masih tetap sama dengan dulu, lezatnya masakan jawa kuno yang otentik Jawa. Disini kami janjian dengan Tyas, orang Promo ANTV yang juga merupakan pembaca setia wisataseru.

Kiri – kanan : Dennis, Juwet dan Sophia. Bawa Pisangku sebagai oleh oleh buat temen temen di Singapore, buat pamer ke temen temen, Indonesia punya pisang yang dahsyat enaknya

pk. 17.30 Pisangku

Sophia harus segera kembali ke Singapore, maka kami pun meluncur ke Bandara. Namun tiba tiba Sophia menghentikan roda mobil dengan kata kata, “Aku mau Pisangku”. 10 Pisang masuk dalam kardus dan kami pun melanjutkan perjalanan sambil makan pisang. Sengaja disimpan 5 biji yang kemudian di bawa Sophia ke Sinagpore dengan dalih, “Ingin pamer ke Yu Ying (teman 1 flat dari china) kalau di Indonesia ada pisang enak.

pk. 21.00 Pesawat Lepas Landas Sophia kembali ke Singapore dengan membawa sejumlah kenangan rasa masakan yang tak terlupakan.

 

 




3 comments

  • mauuuuuuuuu ≥⏝≤
    lo lo..ada emi juga…komplit semuanya..
    ok2..harus ke jakarta wisata kuliner kayaknya ni 😉
    hehehehehe….

  • hahahaa..harus len..

    kapan hari pas emmy ya ke jkt. tp ga sempet ketemuan lama. trus emmy ga sempet ikut wisata kuliner …eman em…hehe

  • loh lohhh… baru tauuu ada posting ini.. hahaha sayang banget ga ikut wisata kuliner cee.. i was on duty juga jd gabisa lama huhu..

    ntar yaaa.. @ Bali end of January yaaa hihihihi ..

    xoxo!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: