Sejarah di balik Gurihnya Kerak Telor, Kuliner Khas Betawi

Kerak Telor, hm,... gurih nya

Sejak diberitakan diberbagai media ‘Kerak Telor Kuliner Betawi yang nyaris Punah’ beberapa tahun silam, kini penjaja kerak telor sudah mulai banyak di jumpai. Tak hanya ada di Setu Babakan Jakarta Selatan, saat Pekan Raya Jakarta namun juga di beberapa Mall di Ibu Kota.

Kerak Telor sendiri adalah sebuah jajanan atau biasa disebut makanan ringan disaat santai bagi warga Betawi. Terbuat dari Ketan, kelapa, udang kering, merica, gara, dan telur. Kerak telor ini sendiri memiliki metode memasak yang cukup unik. Dimana, berikut ini adalah tahapan atau cara membuat Kerak Telur Betawi:

Kerak Telor yang enak 'biasanya' penjualnya sudah tua

–    Ketan yang telah direndam semalaman, diambil 1 centong adukan sayur, diletakkan di atas penggorengan yang panas dan tak berminyak. Diratakan supaya ketan mendapat sedikit aroma gosong wajan besi.
–    Kemudian 1 sendok makan serundeng dimasukkan ke wajan. Srundeng adalah kelapa yang disangrai bersama cabai, kencur dan jahe.
–    Masukkan juga selanjutnya 1 sendok makan udang kering, merica, garam dan terakhir Telur.
–    Diaduk sampai rata, lalu panci ditutup sebetar, dibuka dan langsung dibalik (panci dibalik sehingga adonan menghadap ke api. Mungkin metode ini untuk mendapatkan sensasi gosong)
–    Kerak Telor pun siap dinikmati panas panas dengan tambahan bawang goreng dan srundeng.

Sejarah Kerak Telor

Hm,… mungkin anda adalah salah satu penikmat kerak telor sejati, tapi taukah anda cerita di balik munculnya jajanan nan gurih manis asin menggoda ini? Ketika ke PRJ saya sempat bertemu dengan Pak Yusuf, pemilik Warung Kerak Telor di Foodcourt Cijantung Mall.

Pak Ook Peracik Kerak Telor sejak 1978

Dia mengaku, kakek dan kawan kawan kakeknya lah yang menemukan racikan kerak telor ini. Dimana semua berawal dari coba coba pada puluhan tahun silam, ketika Batavia atau Jakarta masih dipenuhi oleh pohon kelapa.

Sekawanan Betawi Menteng ini iseng mencampurkan antara ketan, kelapa parut dan bumbu dapur lainnya. Iseng iseng banyak tetangga yang suka, di tahun 70an mereka pun mulai mencoba peruntungan dengan berjualan resep uniknya tersebut di daerah Monas. Ternyata laku keras bahkan seolah sampai menjadi ciri khas Betawi. Dimana jika kita bertanya, “Apa makanan khas betawi?”, jawabnya pasti “Kerak Telor”.

Kerak Telor yang Enak

Pertama kali makan kerak telor, saya sangat tidak suka dan sampai enggan untuk mencoba lagi, karena kesan pertama yang tidak enak tersebut telah membuat image saya buruk terhadap kerak telor. Namun, ketika dipaksa oleh pekerjaan untuk makan kerak telor, waaaah ternyata kerak telor yang saya makan kali ini enak sekali.

Nah, jadi supaya anda tidak memiliki kesan yang buruk terhadap makanan khas Betawi yang ternyata sangat gurih dan ngangenin ini, saya akan memberitahu tempat saya membeli kerak telor yang membuat saya sekarang suka kerak telor. Yaitu kerak telor milik Pak Yusuf yang merupakan cucu dari penemu kerak telor.

Mau Telur Ayam atau Bebek? Terserah anda

Dimana peracik kerak telor Pak Yusuf ini adalah kakek kakek yang sudah berjualan kerak telor bersama dengan kakek Yusuf sejak tahun 1978 di Monas. Namanya Pak Ook… Wow,… endaaaang.

Alamat Kerak Telor Pak Yusuf bisa dijumpai di FoodCourt Cijantung Mall Jakarta Selatan atau untuk panggilan kawinan atau pameran, bisa langsung ke rumahnya di Jl. Pegadegan Timur 4 rt 10/01 Jakarta Selatan. Telp 021 92705313




4 comments

  • Lorita : cirinya??? maksudnya ciri khas??? dibanding apa??? …. apakah maksudnya bentuk kerak telur??? atau rasa khas dari kerak telur??? soalnya kalau ditanya ciri khas, sepertinya ditempat lain gak ada makanan sejenis kerak telor (tapi gak tau lagi ya kalau ternyata ada) jadi bingung kalau ditanya cirinya. karena diliat dari bentuk juga udah ketauan kalau ini makanan namanya kerak telur hehehe … aduh nggak menjawab banget ya

    kalau soal rasa dia gurih karena sebelum diberi telur, beras ketannya di biarkan sampai agak gosong lalu diberi serundeng kelapa yang rasanya manis pedas … nah kalau sudah jad sendiri aromanya sangat harum … namun jika salah beli, yaaa gak enak seperti pengalaman pertama saya makan…

    cara tau gimana ciri ciri penjual yang racikannya enak atau tidak sendiri saya juga tidak tau, karena kadang penjualnya sudah tua, tapi ternyata dia baru setahun jualan jadi rasanya gak enak … atau ternyata masih muda tapi dagangannya enak karena ternyata dia belajar terus tiap hari 🙁 maaf apakah ini jawaban yang dimaksud????

    atau teman teman yang lain adakah yang bisa membantu??? makasih makasih

  • Pingback: Sejarah di balik Gurihnya Kerak Telor, Kuliner Khas Betawi | Jangkar Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: