Safari Gurun di Qatar (Panduan Wisata ke Qatar)

Pak Apni

Saya pertama kali melihat bagaimana orang menjelajahi gurun pasir tentu saja dari Rally Paris-Dakar. Kemudian Globe Trecker juga pernah menayangkan bagaimana Ian Wright menjelajahi padang pasir ini dengan kendaraan 4WD. Ketika di atas Qatar Airways yang membawa saya dari Kuala Lumpur ke Doha, di atas pesawat disajikan betapa rally di gurun itu kemudian menjadi salah satu atraksi wisata yang ditawarkan kepada pelancong.

Setelah selesai dengan segala urusan saya di Doha, saya kemudian mencari operator safari yang bisa membawa saya ke sana. Saya dan teman saya Endah kemudian memilih Sammy, ia selain pernah menjadi pereli di Paris-Dakar, juga punya usaha ini. Kami dibawa Sammy menuju Sea Line Resort sebuah resort terkenal 80 km arah selatan Doha. Dengan kendaraan land cruiser-nya kami lalu dibawa ke gurun pasir itu.

Tidak seram? Tidak juga karena ribuah hektar gurun itu telah berubah menjadi tempat wisata. Ribuan kendaraan 4Wd berseliweran di gurun dengan koordinatnya sendiri. Beberapa kali kami berpapasan dengan rombongan turis. Yang mengasikkan kami adalah Sammy begitu jagoannya mendaki kecuraman tebing gurun dengan kendaraannya, lalu menurun lagi dengan kecuraman hampir mencapai 45%. Edan memang. Saya menikmati ini sesekali berteriak.

Jangan bayangkan gurun tidak ada kehidupan, di bibir pantai di Teluk Arab ini berdiri beberapa tenda Arab Baduy yang sudah di permodern. Penjelasjahan setengah hari ini sudah memasuki perbatasan Arab Saudi. Sepelemparan batu kami sudah melihat check point yang dijaga tentara Arab Saudi. “Itu Arab Saudi”, kata Sammy sambil menunjuk bukit yang ada di sebarang pantai laut dalam ini.

Padang pasir

Kami kemudian memilih istirahat di Tenda di pinggir pantai. Beberapa bule saya lihat bermain di bibir pantai sea line ini. Tak lama kemudian sebuah mobil mengantar catering makan siang kami. Dengan menu tradisional Arab, sate kambing, nasi kebuli dll kami makan siang dan beristirihat di bibir Teluk Arab.

Sammy kemudian berteriak memberi aba-aba perjalanan dilanjutkan. Kami kembali naik Toyota Land Cruiser ini dan penjelajahan gurun kami lanjutkan. Untuk semua kenikmatan menjelajahi gurun sahara ini kami hanya membayar 750 rial atau sekitar 150 USD. Terpikir oleh saya berapa banyak orang yang menikmati safari ini. Sammy bilang ada 100-an operator dan setiap operator bisa membawa minimal 2 sampai 5 orang dalam satu kali trip. Bila disertai bermalam di tenda maka satu orang dikenakan charge 100 USD. Untuk semua sajian yang profesional ini saya kira harga itu pantas.

Saya hanya terpikir di Indonesia, begitu banyak objek wisata yang menarik kita hanya memberi free kepada pelancong. Ya itu karena pelancong kita hanya melihat-lihat dan bukannya kita mengajak mereka ikut atraksi yang kita create untuk atraksi wisata. Saya lalu teringat Sammy yang begitu atraktifnya membawa kami ke gurun sahara.

Penulis : Apni Jaya Putra. Bekerja di RCTI, dipekerjakan di PT Sun Television Network. Juga dosen bidang media studies dan broadcasting di beberapa kampus di Jakarta.

makasih ya Pak Apni – Blog Pak Apni : http://apnijepe.blogspot.com




%d bloggers like this: