Holy Cow Steak Hadir dalam wujud Kaki Lima

May 30th, 2010 by · 8 Comments

Jika Aussie punya Holy Cow Steak di Gold Coast, Washington ada Holy Cow Steakhouse & Grill di St. Nashville dan Phillipne juga memiliki Holy Cow Steak Ranch and American Grill di Robinsons Galleria maka Indonesia tak mau kalah dengan hadirnya Holy Cow Steak di Perko Jakarta pada Maret 2010 kemarin.

Wagyu Rib Eye

Perko disini adalah Emperan Toko alias Warung Kaki Lima. Tapi, ups …Don’t judge a book by its cover!!! Meski beberapa penjual steak dengan nama yang kurang lebih sama, terdapat kata Holy Cow lainnya seperti di Aussie, Amrik dan Phillipine yang  merupakan resto keren dan bahkan bisa disebut mewah dengan menu rata rata 10o – 300 ribu rupiah untuk seporsi steaknya, Holy Cow milik Jakarta ini tampaknya tak ragu untuk bersaing soal rasa apalagi soal harga. Lihat saja dari keberanian pemilik yang meletakkan tambahan ‘Hotel’ pada plang-nya.

Jika yang lain mematok harga 100 – 300 ribu rupiah dengan barang dagangan daging steak biasa, maka Holy Cow Steak Jakarta ini menjual steaknya dari harga 45 – 90 ribu saja. Luar biasanya, dengan 90 ribu ini anda sudah bisa mendapatkan daging dengan kualitas Wagyu. Wa = Jepang, Gyu = Sapi. Sapi Jepang. Tentu saja sapi yang diternakkan dengan teknik tertentu sehingga dapat menghasilkan daging marbling dengan lemak tak jenuh atau tingkat kolesterolnya kecil. Luar biasakan???

Kalau begitu, mari kita coba. 5 Menit dari Mall Pondok Indah (kalau gak macet), sampailah kita di Radio Dalam tempatnya Holy Cow mangkal. Saat itu masih pukul 18.00 – warung baru buka pukul 18.30. Tapi,… loh loh loh,… kok kursi sudah penuh??? Astaga apa – apaan ini??? Sampai sampai saya yang datang ber – 4 harus duduk saling tercerai berai (hiperbol.com hahahaaa).

Tapi bener lo,… kalau anda datangnya rombongan mending datang sebelum jam 6 yach, soalnya warung ini selalu penuh dan sudah diantri pelanggan bahkan ketika warung belum buka. Kalau datangnya telat dikit, ya sudah, alamat anda mesti share meja dengan pelanggan lain, dimana artinya belum tentu anda akan dapat 1 meja dengan rombongan.

Tenderloin Steak

Begitu buka sampai warung tutup pun yang rata rata pukul 10 malam ini (pokoknya sampe daging habis) … nyaris nggak akan dijumpai bangku kosong. Apalagi kalau weekend, udah deh, daftar antrian bisa sampai 50. Bukan 50 orang loh ya, tapi 50 antrian yang 1 antriannya bisa aja 2 atau 5 orang.

Begitu duduk, saya langsung memesan Wagyu Rib Eye. Tak lama, sekitar 10 menit, datanglah sebuah steak dengan bendera Holy Cow yang tertancap pada steak. Bendera tersebut bertuliskan nama saya, nomor meja dan pesanan lengkap dengan tingkat kematangan yang saya inginkan, yaitu antara medium dan well done.

Oya, meski cuma kaki lima, tapi masalah tingkat kematangan memang sangat diperhatikan oleh Koki – nya. So, jangan bingung kalau nanti di tanya “Mau tingkat kematangan apa?”… Karena dimeja sudah diberi penjelasan. Rare adalah tingkat pembakaran dengan suhu 60 derajat celcius, dimana nanti hasilnya adalah sebuah daging yang masih berwarna kemerahan dan dagingnya dalamnya masih dingin. (Ups, merah ini bukan darah yach, tapi sari pati daging, biasanya bule suka dengan tingkat kematangan ini).

Sedangkan Medium adalah proses membakar dengan suhu sekitar 70an derajat celcius yang akan menghasilkan daging berwarna merah muda dan bagian dalam daging yang panas. Tingkat terakhir adalah well done yang dimasak dengan suhu 80an derajat celcius, dimana hasilnya adalah sebuah daging berwarna coklat dengan suhu daging yang panas. Kalau saya sih, lebih suka antara medium dan well done. Menurut saya, pada tingkat kematangan ini daging masih memiliki rasa sari pati yang cukup kuat dan bisa disebut aman untuk di konsumsi.

Oya, saya sendiri memesan rib eye karena daging dari bagian tulang rusuk ini memiliki tekstur yang lebih lembut dan lebih banyak lemak dibanding potongan daging sapi bagian lainnya. So, ketika sampe dilidahnya ia akan terasa sangat gurih dan juicy. Rib Eye yang saya pesan disajikan tanpa tulang, kalau yang biasanya disajikan ada tulangnya itu namanya cowboy ribeye atau bisa juga disebut steak iga.

Tapi, kalau anda nggak suka lemak, lebih baik pilih Sirloin. Sirloin adalah daging yang banyak bekerja sehingga lebih sedikit lemaknya. Namun, jika anda masih ingin merasakan daging yang agak gurih lemak bisa juga pilih Tenderloin yang merupakan daging antara sirloin dan ribeye. Daging ini lembut dan banyak disuka atau bisa dbilang paling favorit dikalangan pembeli steak.

Oke, oke sudah terlalu banyak teori, sekarang waktunya makaaaan!!! Wow,… luar biasa … benar benar steak hotel. Tampilan yang terpisah antara saus dan daging saja sebetulnya sudah bisa dibilang sebuah standar chef Internasional yang ingin mengatakan, “Tanpa saus pun steak ku sudah enak, so, cobalah dulu tanpa saus”. Maka, kunikmati daging tersebut tanpa tambahan apa pun.

buka sampai tutup selalu ramai

Luar biasa, dominasi rasa asin gurih berpadu sempurna dengan manis juicy daging. Apalagi rasa asin ini bukan cuma sekedar asin garam, melainkan asin dari percampuran aneka rempah dan dedaunan kering khas eropa. Asin yang menguarkan aroma wangi. Akhirnya, seporsi steak habis tanpa kusentuhkan dengan saus. Nyam nyam … sausnya??? mubasir yach, so saya makan bersama dengan kentang gorengnya.

Untuk saus jamurnya, rasanya tidak terlalu kuat. Sedikit hambar namun lembut mungkin pengaruh dari butter dan rasa manis juga asin keju yang tidak begitu kentara. Jika di cocol dengan kentang, pas … yang ada jadi penasaran. Karena memang begitu adanya manusia, kalau sudah berhadapan dengan sesuai yang ‘diantara’, manis nggak manis, asin nggak asin, hambar juga nggak hambar jatuhnya jadi penasaran. Cocol, cocol dan cocol terus gak kerasa saus dan kentang sudah habis tapi lidah masih penasaran … Hehehehee,… akhir yang bagus untuk chef. Mampu membangkitkan rasa penasaran hingga gigitan terakhir.

Oya, disini juga ada tiramisu home made yang katanya enaaaak banget. Hiks, tapi sayang, karena buru buru nggak enak sama yang ngantri diluar masih banyak banget, saya jadi lupa mau nyicip tiramisu. But, ra popo lah, ini bisa jadi penyemangat saya untuk segera mampir lagi ke Holy Cow Steak … hehehee …

Oya, sampai belum dibahas nih, pemilik dari Warung ini nggak lain adalah penikmat steak sejati yang sampai sampai sejak tahunan yang lalu banyak menghabiskan waktu untuk mencari formula steak yang pas. Pesta BBQ demi BBQ diadakan di rumah dan kawan kawanlah yang jadi korban hingga akhirnya ketemu resep yang paling pas. Dimana akhirnya ketemu, bahwa ternyata rahasia kelezatan steak tak hanya terletak pada mantabnya bumbu tapi juga dari teknik. Teknik yang digunakan sang owner sendiri adalah dibakar sebentar lantas di tumis.

Menurutnya, semakin lama daging dibakar, maka juicy sebuah daging akan hilang. Maka, sebelum sari pati tersebut lenyap namun daging tetap matang, di beri sedikit sentuhan tumis. Hm, tak cuma itu rahasia kelezatannya, tapi pemilik holy cow memberi tips supaya daging steak enak, yaitu jangan melakukan pemukulan terhadap daging, karena memukul atau menusuk nusuk daging dapat membuat daging kehilangan sari patinya.

Nah, penikmat steak tersebut adalah Mas Afit yang sempet bekerja di RCTI dan istrinya Mbak Lucy Wiryono yang mungkin namanya sudah nggak asing lagi di telinga anda, Presenter Sport7 di Trans7. Selain pasutri tersebut, ditambah pula dengan sahabatnya sang mantan produser di ANTV Mbak Wynda.

Di tulis oleh : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

Informasi Restaurant

Nama Steak Hotel by Holycow!
Alamat Jln. Radio Dalam No. 15, Jakarta Selatan
Telephone -
Jam Buka 18.30–Habis (Selasa tutup).
-
Jenis Masakan Western, spesialis steak
Harga Rp. 45.000 – 90.000,-
-
Tipe Kaki Lima
Suasana
Merokok Bebas
Busana Casual
Lain – lain Best sellernya adalah daging wagyu; meski kaki lima pengunjungnya mayoritas bermobil mewah; direkomendasikan anda datang sebelum warung buka, karena terlambat sedikit antrian sangat panjang, ramai sekali; tidak menerima delivery order

Koki Kak Afit

Yuyun, "Nyaaam enak"

Sini mas pesanan saya

 
 

Categories: Kuliner Jakarta · Kuliner Jakarta Selatan · Wisata Kuliner

8 responses so far ↓

  • 1 Jiewa // Jul 21, 2010 at 9:03 am

    Tempat ini lg happening banget ya Yun… sampe heboh di Twitter dan milis kuliner.
    Dan yg bikin kepengen itu adaah wagyu steak yg dibandrol murmer.. btw, wagyu steak yg disajikan ukuran brp gram ya? :D

  • 2 caturguna // Jul 21, 2010 at 7:53 pm

    jie :) iya jie bener banget, waktu aku kesana tuh dia baru 3 bulan buka, bujug dah, yang makan sampe ngantri 2 jam juga dibelain,.. astaga… apalagi kalau bukan karena enak, bahkan temenku ada yang dalam seminggu makan 3 kali disana, pas aku bilang “buset, apa gak cape ngantrinya?” (asal tau ni jie, 2 kali dia kesana antri sampe 1,5 jam baru dapet tempat duduk), terus dia bilang dengan semangat, “soalnya enak dan ngangenin, jadi antri bentar ya worth it lah”

    hm … geleng geleng kepala … cintanya mereka sama holycow sampe segitunya :) hebat … ukuran 200 atau 250 gram gitu jie lupa aku … makanya ke jakarta jie hehehee ntar tak ajak kesana, tapi mesti dateng setengah jam sebelum resto buka jie…

  • 3 didot // Jan 20, 2011 at 11:10 pm

    thanks infonya,udah sering liat tempatnya,tapi belum sempat mampir,abis kayaknya rame terus hehehe

    jadi tambah kepengen nyobain deh…

    kebetulan rumah di fatmawati,15 menit udah sampai di TKP

    salam kenal ;)

  • 4 caturguna // Feb 2, 2011 at 9:11 am

    hwhhehehehee iya temenku juga ada yang sudah 3 kali niat kesana tapi batal karena antri … dan terakhir kesana malam sekalian, kehabisan hehehe … tampaknya harus banyak perjuangan kalau mau makan disini :) terus dicobaaa dan rasakan

  • 5 AUTO ROTARY bintaro // Feb 2, 2011 at 2:59 pm

    holy cow steak nya memang mantappp.
    tiada 2 nya!!!!

  • 6 RIRI // Jul 17, 2012 at 4:11 pm

    mau tanya dong, hollycow radio dalam klo siang memang tidak buka yah??? padahal saya ingin ajak tmn – teman saya kesana karena lbh dkt kntr ketimbang yang di senopati.saya kesulitan dapatkan no tlp nya, minta no tlp yg di radio dalam dong.

    terimakasih
    riri

  • 7 caturguna // Jul 23, 2012 at 10:10 am

    @riri : waaahh dulu sih ngga buka siang … g tau skrg …

  • 8 Tya // Sep 4, 2012 at 10:04 am

    sekarang udah hadir di semarang?
    senang sekali rasanya akhirnya nyobain steak wagyu dari holycow.

Leave a Comment