Mengunjungi 1 dari 7 Keajaiban Dunia (Panduan Wisata ke Piramida Giza Mesir)

Sophia dan Piramida

Gimana?? Bosan liburan di Asia??? Yuk coba mampir ke Cairo – Mesir. Disana kita bisa melihat 1 dari 7 keajaiban dunia, Piramida Agung Giza. Sebuah Piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Perkiraan waktu penyelesaian Piramida ini sekitar tahun 2560 SM.

Giza merupakan Komplek pemakaman Raja Khufu. terdiri atas 3 Piramid besar plus satu buah Sphinx. Ketiga Piramid besar tersebut adalah Khufu, Khafre dan Menkaure plus tiga piramida kecil. Masing masing dari piramid Cheops Chepren dan Mycerinus memiliki kesamaan Interior. Ada ruang raja, ruangan ratu, pintu terowongan(yang berdiameter satu seperempat meter dengan panjang 40 meter).Beberapa mumi yang tersisa disini adalah mumi Raja Firaun dan Ratu Nefertiti.

Bangunan lain yang jadi tempat menarik untuk foto foto adalah Patung Sphinx (Great Sphinx). Patung bertubuh singa berkepala manusia yang memiliki panjang 3 meter dan tinggi 20 meter. Dibawah patung ini terdapat ruang rahasia. Dimana, bangunan bangunan ini semua dibangun dengan lama sekitar 30 tahun dengan material yang dibawa melalui sungai Nill. Seperti, batu kapur dari Tura, granit dari Aswan, tembaga dari Sinai dan kayu untuk peti dari Libanon. (Data dari berbagai sumber – edit by catur guna)

Bagian dalam yang memukau

Tips dan pengalaman sebagai bekal ketika Hendak Mengunjungi Piramida Giza (Pengalaman dan tips ditulis oleh Apni Jaya Putra)

Diantara kesibukan kami di Cairo, saya minta untuk diantar ke Piramida Giza. Inilah piramid yang paling dekat dengan kota Cairo. Atas saran kawan kawan di KBRI, saya pun mengambil pemandu mahasiswa Indonesia yang belajar di Al Azhar.

Menurut mereka, mahasiswa ini banyak yang punya mobil dan bekerja sambilan sebagai pemandu turis asal Indonesia. Deal!!! Akhirnya pemuda bernama Fauzi Syam Latief mahasiswa S1 Al Azhar menjadi pemandu saya ke Giza.

Kami berangkat pagi pagi supaya bisa menikmati komplek piramida sehari penuh. 2 jam perjalanan lewat tol akhirnya pukul 10 kami sampai sudah di sana. Pintu masuknya tak terlalu istimewa, kotor dan tak ada pelayanan yang berarti. Lebih mirip check point di perbatasan Bangladesh.

Orang asing membayar 50 pound Mesir dan orang lokal hanya 10 pound Mesir. Dari pintu gerbang kita akan langsung bertemu dengan piramit terbesar dari 3 piramid yang masih berdiri utuh di Giza. Saya lalu masuk ke perut piramid, tak disangka ada biayanya, yakni 100 pound.

Dengan penerangan seadanya, saya memanjat dengan maksud untuk melihat Firaun. Namun setiba di puncak piramid lampu mati dan konyolnya tak ada yang meladeni komplain saya. “Itu urusan listrik, bukan urusan kami”, kata petugas loket dari mulut piramid.

Pak Apni dan Piramida Giza

Betul kata kawan saya. Mesir itu diberkahi alam sejarah. Ada piramid ada mummy ada Luxor ada Gurun Sinai ada Alexandria. Tapi mereka nggak punya hospitality kayak orang Indonesia. Kebanyakan sih tipu tipu dan ini yang harus diwaspadai. Teman saya Hendi ingin naik onta, perjanjian 20 pound, di tengah gurun diminta membayar lagi 100 pound dan akhirnya tawar menawar menjadi 60 pound. “Gila dikerjain onta gua”, canda Hendi kepada saya.

Juga soal makan, yang bikin saya bingung, mereka minta tips dulu baru mau mengurus uang kembalian makan kita. Gileee bener. Untung Syam menyiapkan nasi kotak yang memang sudah kita pesan dari mahasiswa. Makanan Padang boss!!! Akhir perjalanan, kita keluar dari pintu depan, tempat spinx bertengger dengan gagah menjaga tiga piramida Giza. Kawasan Giza memang menjadi kawasan wisata internasional. Banyak hotel berbintang hadir disini dan dari kamar hotel kita sudah bisa melihat piramid dari kejauhan.

Penulis Tips dan Pengalaman: Apni Jaya Putra. Bekerja di RCTI, dipekerjakan di PT Sun Television Network. Juga dosen bidang media studies dan broadcasting di beberapa kampus di Jakarta.

makasih ya Pak Apni – Blog Pak Apni : http://apnijepe.blogspot.com




%d bloggers like this: