Jalan Kaki Menyusuri Paris (Panduan Wisata ke Paris)

Gordown, "Pariiis Aku Datang"

Liburan tiba dan ini justru menjadi hal menyebalkan bagi saya sang perantau. Tak ada kawan tak ada lawan,  sendiriiii aja di apartemen. Daripada puyeng sendiri, terpikirlah daku untuk mengunjungi Paris yang telah lama ku  impikan. Dari Sevilla Spayol saya pun berbekal tas ransel menuju ke kota Issy Moulineux (numpang nginep sembari  silahturahmi ke sesama teman Indonesia, makasih Koh Agus dan Koh Vidre untuk tumpangannya yach).

Nah, dari Issy menuju ke Menara Eiffel saya menggunakan metro kereta bawah tanah sekitar 30 menit. Hm, apa yach  yang membuat saya begitu ingin kemari??? Mungkin karena nilai history – nya. Menara Eiffel sendiri dibangun selama  26 bulan dan diresmikan pada 31 Maret 1889.

Sejarah Menara Eiffel

Meski menuai banyak kritikan tajam pada saat pembangunannya dan hampir saja di robohkan pada tahun 1909 (sesuai  kontrak hanya boleh berdiri selama 20 tahun karena dianggap merusak pemandangan) akhirnya Menara ini terselamatkan  karena ternyata memberikan manfaat dari segi komunikasi yang saat itu sempat digunakan Militer untuk bertempur.

Tujuan awal pembangunan Menara Eiffel adalah sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang  merayakan seabad Revolusi Perancis. Memiliki tinggi 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan  antenanya. Pada perkembangannya, kini berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara  Eiffel dan kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah  pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.(http://www.parissweethome.com)

Masih mengutip dari parrissweethome.com, bahan yang digunakan adalah Besi baja yang dikaitkan dalam bentuk  persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini  tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara mencapai 7.300 ton.

Wow, dan jika malam tiba, betapa indahnya menara ini. Oke usai mengunjungi menara, saya masih jalan jalan nih  kurang lebih 10 km. Melewati gedung bernama Louis Kator (lupa tulisannya) dan saya juga nggak tau itu gedung isinya  apa atau itu gedung apa, tapi yang jelas banyak sekali orang orang yang berfoto ria di depan gedung ini.

Museum Louvre

Museum Louvre (Lokasi Shooting Film Davinci Code)

Nah, terus lewat juga nih gedung yang buat shooting filmnya Davinci Code. Itu gedung yang ada bangunan segi  tiganya. Namanya Museum Louvre. Museum terbesar di dunia yang awalnya hanyalah sebuah benteng kecil yang didirikan  oleh Philip Augustus pada tahun 1200. Seiring berjalannya waktu, benteng tersebut dijadikan istana pada abad XIV.  Lalu pada tahun 1793 ditambah museum dan akhirnya seluruh bangunan ini diresmikan menjadi museum oleh Presiden  Francois Mitterand pada tahun 1981.

Leoh Ming Pei, arsitek asal Amerika pun ditugasi untuk membangun ruang bawah tanah di halaman sebagai pintu masuk  ke museum. Sementara bangunan piramida dari kaca berjumlah 675 jendela berbentuk berlian dan 118 jendela biasa ini  sendiri dibangun untuk melindungi ragam hiasan kuno yang terdapat di dalamnya.

Hm ,… dari sini saya masih terus berjalan sampai akhirnya ketemu sungai yang memiliki resto terapung atau resto  yang berada di kapal. Dimana, kapal ini akan membawa kita mengelilingi beberapa tempat wisata yang menarik yang ada  di Paris. Tapi, saya nggak naik itu, masih menikmati acara jalan jalan kaki aja. Dimana dibutuhkan waktu hampir  seharian untuk berjalan kaki, huuu lelah juga, tapi menyenangkan. Akhirnya, Paris!!!

Arc de Triomphe

Arc de Triompe

Oya, masih ada satu bangunan yang mau saya bagi cerita, yaitu arc de triompe. Tapi sebelum bercerita tentang  bangunan itu, ada yang menarik nih selama perjalanan menuju kesana. Yakni komplek shooping merk terkenal kayak  Louis Vuitton, Nike dan aneka macam butik dan merk fashion terkenal bertebaran di jalanan. Oya, ini juga merupakan  spot foto terbaik karena searah dengan jalan ke menara eiffel. Sayang saya sendirian sih jadi agak males juga foto  foto hehehe, tapi kalau mau dibayangin, background pertokoan mahal yang so paris, lalu berdiri tegak dibagian  paling belakang sebuah menara paling masyur di dunia, eiffel. Waaah, jadi inget film eiffel im in love wakakakkaa.

Oke balik ke Arc de triomphe de l’Étoile atau biasa dikenal sebagai Arc de Triomphe yang dalam bahasa Indonesia artinya gerbang kemenangan.Merupakan monumen yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées. Bangunan ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan untuk menghormati jasa tentara kebesarannya.Jenazah Napoleon sendiri pernah dibawa melewati monumen ini pada 15 Desember 1840 di dalam perjalanan menuju dimakamkan di Invalides

Data dan pengalaman oleh Gordown Khosadalina wiserukers di Sevilla Spanyol, di edit oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja (Oya, ups hehehe, ada tambahan foto foto narsis … numpang foto yach down hehehee)

Mbak Nining N Beaver

Museum Louvre

Metro bawah tanah

Louis kator

Arc de Triomphe

Resto di Perahu

gedung tua di mana2

Be Seru

Be Enjoy

Tahun depan Ya???

Anvin, Tina, Yuyun, Sophia

Pariiis, Here I Come




%d bloggers like this: