Cairo juga punya Casino (Panduan Wisata ke Mesir – 2)

Judi??? ke Cairo aja

Ingin berjudi? Datanglah ke Cairo. Gampang! Casino mewah berserakan di hampir semua hotel berbintang lima yang kebanyakan terletak di pinggiran sungai Nil. Silakan ke Umar Kayam Casino di Marriott atau Grand Hyatt, Sheraton atau hotel jaringan lokal milik mesir Pyramisa. Semua memberi fasilitas Casino. Atau mau ke Casino terapung. Wah, itu banyak sekali di kapal pesiar yang lagi sandar di Sungai Nil.

Padahal Anda tahu di kota ini berdiri universitas Islam tertua dan terbesar di dunia yakni universitas Al-Azhar. Ulama-ulama Al Azhar sangat didengar pendapatnya, bahkan oleh Husni Mubaraq sekalipun. Ulama di sini menghormati jalan sekuler yang dipilih Mesir. Di Mesir, selain Islam sekitar 7 juta orang atau 10 persen dari penduduk mesir memeluk kristen coptic atau ortodok.

Tunggu dulu. Jangan berpikir bahwa ulama di sana melegalisasi judi. Ada larangan keras bagi penduduk mesir yang beragama Islam untuk masuk ke Casino. Mereka bahkan menempatkan semacam polisi sariah yang bisa menangkapi setiap orang Islam yang bermain judi. Lalu untuk siapa Casino itu? Untuk turis asing. Mesir memang hidup dari sektor pariwisata. Jutaan orang datang ke sini untuk menjelajahi sungai nil yang menawan, mengunjungi piramid dan spinx atau mengunjungi kota Cleopatra, Alexandria. Pergi ke Luxor, jalan ke pengunungan Sinai atau ke kota pantai di Sharm El Sheik di Laut Merah. Di semua tempat wisata ini ada Casino-nya.

Kita ke Malaysia sejenak. Mari kita ke dataran tinggi Genting. Sama dengan di Mesir, kurang Islam apa Malaysia. Tapi mereka tetap melakukan lokalisasi Judi. Sama seperti di Mesir di Genting orang Melayu beragama Islam dilarang keras masuk ke Casino-casino yang ada di Genting Highland.

Di Indonesia bagaimana? Pada zaman Ali Sadikin jadi gubernur DKI dulu, ia sempat melegalkan judi, termasuk Casino. Bang Ali bahkan mengakui lebih dari 50 persen anggaran pembangunan DKI dulu diambil dari duit judi. Belakangan kita memang agak ke kanan. Judi dilarang di mana-mana. Meski belum tentu menghapus judi. Wacana lokalisasi judi di Pulau Seribu didamprat tokoh-tokoh Islam. Walhasil, judi dilarang, orang sembunyi-sembunyi main judi. Atau justru aparatlah yang menikmati judi ilegal yang banyak berserakan di kota.

Kenapa kita nggak kayak Cairo atau Genting. Mereka mendapatkan devisa besar dari judi ini. Legal uangnya karena masuk ke kas negara bukan ke kantong aparat. Juga barangkali kita diajarkan jangan jadi Munafik. Melarang judi tapi perilaku korup ada di mana-mana.

Penulis Tips dan Pengalaman: Apni Jaya Putra. Bekerja di RCTI, dipekerjakan di PT Sun Television Network. Juga dosen bidang media studies dan broadcasting di beberapa kampus di Jakarta.

makasih ya Pak Apni – Blog Pak Apni : http://apnijepe.blogspot.com




1 comment

  • ============================

    Infonya Mantap Gan!. Makasih buat yang punya blog udah berbagi info. Semoga blog/web ini makin mantap dan tambah banyak pengunjungnnya..

    ============================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: