
Ini dia resto yang dengan gagah berani menjual nama ‘Ganja’ sebagai barang dagangannya. Sebelumnya di pertengahan tahun 90an, warung warung di daerah Jawa Tengah juga kerap menuliskan besar besar di spanduk mereka ‘Es Ganja’, tapi ternyata itu tak lebih dari singkatan ‘Es deGAN saJA” … hahahaaa,… kalau gak tau degan, degan adalah bahasa Jawa-nya kelapa.
Nah, di Rumah Makan Medan Baru Jakarta ini juga ada menu spesial yang saban hari selalu laris manis di kerubutin pelanggan, yaitu Asem Ganja Kepala Ikan Kakap atau ada juga yang nyebut Sambal Ganja dan atau Minyak Ganja. Hm,… penjualnya Pak Ibrahim sih mengaku memang mencampurkan sedikit biji ganja dalam masakannya tersebut, karena disebut sebut, ganja memang merupakan bumbu penyedap masyarakat Aceh. Tapi, Pak Ibrahim juga mengatakan, di Aceh sendiri namanya bukan asem ganja, tapi asem udang.
Tapi, ya … tau nggak tau yach, soalnya saya sendiri nggak pernah make ganja jadi nggak tau rasanya. Tapi yang jelas, yang bisa saya sebutkan ketika usai menyantap si asem ganja kepala kakap ini adalah minyak yang disebut sebagai asem ganja ini memiliki aroma khas yang cukup kuat dari sereh dan segar daun jeruk, lalu rasa asam belimbing yang agak tersendat karena di rem dengan rasa manis udang rebus segar.

Pokoknya terlepas dari benar tidaknya asam ganja ini memang dikasih ganja atau tidak, saya kasih 2 jempol untuk asem ganja kepala ikan kakap yang ada disini. Bumbu kari yang medok banget, memang terasa jauh lebih segar ketika sudah disiram dengan asam ganja ini. Apalagi kemudian makannya bersama dengan kepala ikan kakap yang ukurannya jumbo, wow lebih besar dari kepala saya. Hehehhee,… makan siang yang sangat mantaaab!!!
Apalagi ditunjang dengan pemilik resto Pak Ibrahim yang benar benar welcome dan menyapa tiap tamu yang datang dan mengajari teknik menikmati ikan kepala kakap yang benar kepada pelanggan yang baru pertama kali datang (seperti rombonga kami).
Pertama, kepala ikan dibelah perlahan, kemudian di siram dengan asam ganja lalu dilabur kembali dengan kuah kari yang kental. Langsung deh di sruput. Slruuup!!! Nikmatnya tiada tara. Denger denger, menu asam ganja ini juga merupakan makanan favorit para pejabat tinggi negara, termasuk beberapa mantan Kapolri.
Ya, nggak heran, karena resto Medan Baru ini memang sudah kawakan di bidang masakan Medan, Aceh dan sekitarnya. Buka pada tahun 70an hanya dengan kios kecil sewaan, kini sudah berupa 3 ruko luas yang tak pernah sepi, bahkan ketika jam makan tiba, pengunjungnya bisa mencapai ratusan orang, dimana rata rata adalah pengunjung dengan mobil mewah.
Asyiknya disini juga, bagi pecinta kepala kakap yang gak boleh makan santan, disediakan juga kepala ikan kakap yang dimasak tanpa santan. Tuh yang berkuah bening agak merah. Rasanya sama sama segar dan enak … nyam nyam…
Nah, selain asam ganja kepala ikan kakap, di Medan Baru masih banyak makanan aduhai lainnya. Yang paling saya suka adalah kari kambingnya yang medok banget. Kambingnya sama sekali nggak ada bau prengus dan dagingnya sangat lembut. Apalagi usai makan kari kambing ini, disini juga disediakan penawarnya yang berupa nanas bumbu cabe. Ya, selain dapat menetralkan rasa, tampaknya juga sekaligus menghancurkan kolesterol kambing.
Lalu juga ada kari sapi labu dan kari bebek. Nah, menu lain yang gak kalah unik adalah burung punai goreng. Oya, juga ada sop buntut yang beda banget, karena kuahnya pakai tomat rebus yang diblender, jadi kuahnya kental dengan rasa asam manis segar.
Informasi Restaurant
| Nama | Medan Baru Resto |
| Alamat | Jl. Krekot Bundar Raya no 65. Jakarta Pusat |
| Telephone | 021 3844273 |
| Jam Buka | – |
| – | |
| Jenis Masakan | Masakan Medan, spesialnya Kepala Kakak Asam Ganja |
| Harga | Rp. 15.000 – 90.000,- |
| – | |
| Tipe | Rumah Makan |
| Suasana | – |
| Merokok | Area Bebas dan Area Merokok |
| Busana | Bebas |
| Lain – lain | Cocok untuk jam makan siang karena penyajiannya cepat, cocok untuk menjamu klien yang suka makanan aceh / medan. |
Di tulis oleh : Catur Guna Yuyun Angkadjaja



Leave a Reply