The Liping Art, Limbah yang dihargai hingga Puluhan Juta Rupiah

The Liping Art Of Indonesia

The Liping Art. Um,… berpikir keraslah saya untuk menterjemahkan arti ini. “Opo seh Liping Art?” … ternyata begini asal mula muncul nama Liping tersebut, yang saya baca di oase.kompas.com. Bejo Wage Suu sang pembuat nama mengatakan  ”Awalnya, saat ditanya orang, opo iki, Mas, saya jawab living, maksudnya kehidupan. Lama-lama orang menyebutnya liping. Lalu setelah dipikir pikir, justru Liping lah yang jadi jargon untuk usaha” … oooalaaaah…. heheheee

Nah, liping art ini sendiri saya tau ketika datang di Sanur Festival Villages tahun 2009 di Bali. Dari jauh, miniatur miniatur berpakaian ala Indonesia ini sangat memikat hati saya. Tanpa babibu langsung saja saya abadikan beberapa patung mini yang di pajang.

Cantik sekali patung patung ini. Cantik karena detailnya, pemilihan warnanya, pemilihan karakter lakonnya, dan cantik idenya. Gimana nggak? limbah lembaran kayu pinus yang murah meriah berkat tangan terampil Pak Bejo, bisa menjadi barang dagangan bernilai jutaan rupiah.

Kayu pinus dan material lainnya seperti kain perca, bubuk gergaji kayu dan limbah lainnya dibentuk menjadi patung patung berbentuk orang menumbuk padi, kerokan, perang, membajak sawah, anak anak bermain permainan tradisional dan lain sebagainya, bahkan ada juga sudah di set sebagai permainan catur. Keren dah … Bagus buat hadiah terutama bagi warga asing. Selain sebagai ajang pemberian oleh oleh khas, sekaligus memperkenalkan budaya bangsa Indonesia pada warga asing melalui kerajinan.

Alamat Belanja Souvenir Bercerita Indonesia : JopaJapu,
The Liping Art
Bejo Wage Suu
(Maryono) 081548760537
Tunggul Sari, RT 01 RW 16
Jln Kencur 8, Pajang, Lawean, Solo




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: