Nasi Gandul Pati (Khas Jakarta) yang Seger Bener …

Tulisan `Nasi Gandul` di kawasan Pesanggrahan Jakarta Barat yang besar di spanduk, langsung membuatku pengen ngabur masuk ke dalam hehehehe,… maklum sudah 15 tahunan aku nggak makan nasi gandul. Waktu pertama kali makan (dan ternyata untungnya bukan yang terakhir) aku di ajak papa, makan Nasi Gandul langsung di Pati – Jawa Tengah. Aduh lupa yach nama warungnya, kayaknya Nasi Gandul Pak Melet atau siapa deh hehehe …

Warungnya sangat sederhana, tipikal warung ndeso yang penjualnya menjadi sentral lalu para pelanggannya duduk mengelilinginya. Pas datang, bentuknya mirip rawon, nasi yang tertutup kuah gelap. Tapi gelapnya bukan item, melainkan agak kecoklatan dan lebih kental. Terus piringnya dialas dengan daun pisang kluthuk, supaya lebih wangi katanya. Sendoknya juga dari dan pisang juga … ahui … ini ni yang asyik …

Pas masuk ke mulut, ya ampuuuuuuuuuuuuuuun rasanya enak sekali. Manis tapi nggak eneg. Nah, porsinya kecil, jadi meski saat itu masih SD, saya habis 2 piring hihiiii…. Isinya bisa milih, mau tetelan, jeroan, daging aja atau pake tempe … terserah deh … semua dilayanin hehehee

Wah cerita masa lampaunya kepanjangan.Ya kita kembali ketopik ya… Spanduk `Nasi Gandul` di Pesanggrahan. Masuk dan pesan lah aku nasi gandul. Pas datang, tampilannya sih agak mirip yach, piring yang dialasi daun pisang dan porsinya dikit plus nasi yang tenggelam oleh kuah berwarna coklat. Yang berbeda hanya kuahnya lebih cair dari yang asli Pati. Waaah, hati mulai ragu nih.

Tapi, sudah dipesan, ya sudahlah, makaaaaaaaaaaaaan!!! Wow… wow … dan wow … cuma kata itu yang bisa terucap, karena ternyata meski rasanya agak berbeda dengan yang asli Pati (atau aku sudah lupa rasanya karena sudah 15 tahun nggak makan hehheee) tapi Nasi Gandul Bu Endang ini bener bener nendang. Kuahnya segeeer banget. Meski manis, tapi manisnya seger dan waktu saya tanya, “Bu, kok kuahnya encer (cair)?”, jawaban dia, “Orang Jakarta kan nggak suka manis legit, la kita kan jualannya di Jakarta, jadi ya disesuaikan lidah tempat kita jualan”.

Masuk dan sangat masuk akal. Karena, hasil dari kreasi Bu Endang ini benar benar membuat warungnya yang sederhana ini sangat ramai. Jadi tipsnya, kalau datang jangan saat jam makan siang atau makan malam ya, rame banget. Lebih baik sebelum atau sesudah, jadi nggak perlu ngantri hehehee …

Ya, bahkan bisa dibilang, orang yang pertama berhasil mempopulerkan Nasi Gandul di Jakarta, ya Bu Endang ini. Bahkan, saya pun jatuh cinta dan selalu pengen balik untuk menikmati kelezatan sepiring Nasi Gandul Pati Khas Jakarta ini (heheheee,… soalnya kan sudah disesuaikan dengan lidah Jakarta) … enak bener … dagingnya juga empuks buanget … pokoknya bikin nagih …

Oya, selain nasi gandul disini juga masih banyak pilihan makanan lainnya. Tapi maaf, karena sudah jatuh cinta sama Nasi gandulnya, jadi tiap kesini saya nggak pernah makan selain nasi gandul, so nggak bisa ngreview deh untuk yang lain … hehehe coba sendiri aja yach … tuh kan dibawah ada alamat dan nomor telpon heheheee

Foto diambil dari www.jenzcorner.com atas izin Jeny (makasih Jeny)

Alamat Wisata kuliner: Warung Makan Nasi Gandul Masakan Khas Pati Jateng Bu Endang. Jl. Pesanggrahan No.13 Meruya Illir . Kebon Jeruk – Jakarta Barat. Telp 021 98122189

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja 




%d bloggers like this: