Kejutan demi Kejutan di Kedai yang Sederhana di Petamburan (Asinan, Ulam dan Sop Iga)

Sop Iga

Saya sangat terkejut ketika mampir di rumah makan sederhana ini, karena di dalamnya terdapat banyak kejutan berupa aneka masakan lezat berkualitas dengan harga yang sangat merakyat. Misal saja sop iga dengan tambahan daging sengkel (ini daging jenis mahal yang sekilonya bisa mencapai 60ribu) hanya dihargai 10ribu rupiah, Nasi Ulam khas Betawi (cuma ada seminggu sekali – kalau pengen banget mungkin telp dulu yach) dan Asinan Betawi yang luar biasa gurihnya hanya 7ribu rupiah.

Soal rasa?? wow,… sop iga yang hadir dengan porsi daging melimpah ini empuk bukan main. Kuahnya juga segernya mantab, karena asli kaldu dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti penyedap sama sekali. So, baik aroma asin maupun gurih dan sedikit manis juga segarnya benar benar di dapat dari aneka bumbu, tulang sapi dan tomat segar.

Ya,… semua makanan yang ada disini memang di olah tanpa bahan kimia karena pemiliknya sendiri yang sudah sepuh (aduh maaf lupa motret) dan dibantu anak mantunya (mantunya ini adalah Ibu Prisca yang juga menjual soes aneka kreasi yang unik unik yang sudah dibahas sebelumnya di wisataseru) memang hanya memakan makanan sehat. Jadi, apa yang mereka jual juga mencirikan apa yang mereka makan. Apalagi semuanya, baik dari beli bahan dipasar, memasak hingga melayani para tamu juga dilakukan sendiri, jadi mereka selalu mengusahakan memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.

Nasi Ulam

Rumah makan ini sendiri sebetulnya sudah ada sejak tahun 70an dengan resep yang sama (kecuali sop iga, ini menu baru), namun sempat tutup 15 tahun karena tangan pemiliknya keseleo saat membuat asinan. Karena ingin tetap mempertahankan rasa, mereka memilih tutup dan akhirnya baru buka kembali di tahun kemarin ketika sakit sang koki sudah sembuh. Rasa? diakui para pelanggan, asinannya tetap sama seperti ketika sedang booming di era 80an. (saat itu diceritakan pelanggan, untuk mendapatkan sepiring asinan mesti antri mengular).

Pas saya pesan asinan, wow ternyata emang enak banget. Isiannya lengkap mulai dari bawang batak yang menghasilkan rasa asam yang khas pada asinan betawi, juga ada toge, kol, sawi dan aneka macam sayuran yang kemudian ditabur dengan kuah kacang yang sangat gurih. Yang istimewa disini adalah asinan ini diproses dengan cara kuno. Yaitu sayur asinnya, si sawi tidak direndam dengan cuka seperti kebanyakan asinan modern, melainkan di rendam dengan garam selama 3 hari. Meski proses pengasinan dengan garam lebih lama daripada dengan cuka, namun cara pembuatan ini tetap dipertahankan demi mendapatkan rasa asinan yang sempurna.

Nah, selain asinan disini juga ada nasi ulam yang dijual seminggu sekali. Tapi kalau mau pesen banyak juga bisa dibuatin tapi pesen dulu. Nasi ulam ini juga khas betawi banget dan dimasak dengan resep resep dan cara kuno. Maklum, yang masak memang sudah sepuh dan nggak mau hasil masakannya asal asalan. Ia hanya ingin mempersembahkan masakan terbaiknya bagi para pelanggan.

Nah, yang unik disini juga ada minuman asem yang asemnya metik sendiri di taman dan langsung dibuat secara alami… wow rasanya sangat segar. Minuman ini menjadi kegemaran orang orang tua yang menjadi langganan disini.

Alamat Wisata Kuliner : Asinan Petamburan. Jl. Aipda K.S. Tubun no 136. Petamburan. Jakarta Barat. 021 23692005

Asinan Betawi

bakcang

sari asem

Mejeng sama Sop

Mas Bayu Makan

Mas Naldi dan Mas Didit




%d bloggers like this: