Keindahan yang ‘Aneh’ di Dataran Dieng Wonosobo

Kalau bingung liburan ke depan mau kemana, bisa nih saya rekomendasikan ke Dieng – Wonosobo Jawa Tengah. Karena disana banyak sekali tempat wisata. Saking banyaknya, saat kesana saya sampai nggak sempat mengunjungi semuanya. Pengalaman paling menarik sendiri sih terjadi ketika harus menginap di rumah penduduk.

Mejeng bersama keluarga di kawasan Dieng

Saat itu kami sekeluarga sampai disana ketika masih siang, jadi udara masih hangat. Kami sungguh ngga nyangka kalau pada malam harinya udara berubah menjadi sangat kacau, wow dingin banget. Penduduknya aja berpakaian tebal tebal kayak di daerah mongol China sana (ceileee kayak pernah kesana aja … hahhaa…) hahaha nggak sih maksudnya mereka pakai baju berlapis lapis model jaket wol gitu. Terus juga pakai sarung tangan, sepatu booth dan kupluk. Nah, napas aja nih yach, juga keluar asap panas dari tubuh.

Hatchiiii!!!! Jadi bisa dibayangkan, betapa kami (aku sih ya yang ketahuan, yang lain gak tau hehee) sangat kedinginan. Dengan sweater tipis ala pelancong yang salah kostum dan training berbahan katun yang nggak terlalu membantu menghangatkan badan, waaah … aku terdingin dingin hehehee…. untunglah rumah penduduk yang kami sewa kamarnya, hanya memiliki satu bilik mungil buat kami sekeluarga. Hasilnya??? ruangan menjadi hangat meski tidur harus ala teletubis. Tapi,… inilah serunya libur bersama keluarga (tidak seperti nasibku yang hampir mati beku sendiri di kawah putih ciwidey).

Papa Mama di Telaga Warna, Keren ya ... kayak lukisan

Oya, sampai lupa, Dieng ini sendiri merupakan kawasan pegunungan yang terletak di ketinggian 2100 mdpl. Jadi kesejukan udaara bisa mencapai 10 derajat celcius, bahkan menjadi 5 derajat celcius saat musim kemarau (saya kesana saat bulan juni atau juli gitu saat liburan sekolah – bisa disebut ini musim kemarau – wow bahkan kata penduduk kalau kita kesini bulan agustus bisa terjadi hujan salju hiks … dibulan ini biasanya hanya sedikit wisatawan yang datang, karena jalanan licin berbahaya – katanya loh ya).

Nama dieng sendiri berasal dari bahasa sansekerta, ‘Di’ yang berarti gunung dan ‘Hyang’ yang berarti khayangan atau tempat tinggal para dewa. Tapi orang Jawa juga mengklaim itu bahasa mereka, ‘edi’ yang artinya indah dan ‘aeng’ yang artinya aneh. Jadi artinya tempat indah yang memiliki keanehan.

Oya yang unik sendiri dari Dieng ini adalah penduduknya yang ber-rambut gimbal. Di kalangan mereka, Anak balita pemilik rambut gimbal dipercaya sebagai titisan roh kyai mumpuni. Bagi warga Dieng dianggap titisan Kyai Kolodite.

Di dieng anda bisa wisata candi, Disini banyak sekali candi candi. Aduh maaf yach, tau nih foto pada kemana (hahaha padahal gara gara keasyikan jadi lupa foto) … begitu masuk kawasan dataran dieng, kita akan disambut dengan kompleks candi bernama candi Pandawa, yaitu candinya Semar, Arjuna, Srikandi, Sembadra dan Puntadewa. Selain 5 candi ini masih banyak lo candi lainnya.

Mengunjungi Telaga Warna

Telaga Warna

Nah, kemudian kita meluncur ke objek wisata alam yang indah sekali dan merupakan favorit turis kalau kemari. Namanya Telaga Warna dan Telaga Pangilon. Kedua telaga ini deketan kok. Um, dari namanya udah ketauan yach, kalau telaga ini memiliki air yang berwarna warni.

Kadang terpantul warna hijau akibat efek kandungan belerang yang ada di dalam telaga, kadang muncul warna merah yang diakibatkan oleh gerombolan ganggang merah di dasarย  telaga dan sesekali muncul gradasi berwarna biru akibat pantulan matahari yang menerangi jernihnya air.

Nah kalau yang Telaga Pagilon, ini artinya telaga cermin. Disebut begini karena saking jernihnya air, kita bisa ngaca diri sendiri disini. Waaah kayak film film silat dan film jaman dulu yach, dimana kalau ngaca pakai air. Disekitar sini juga banyak gua gua,… tapi kita nggak kesana …

Dieng Plateu

Dieng Plateu
Kita langsung menuju ke kawasan Dieng Plateu. Disana tedapat kawah kawah kecil yang terbentuk dari letusan gunung gunung yang mengelilingi tempat ini. Salah satu yang paling dicari adalah kawah bernama Sikidang. Kawah ini menyemburkan air dan lumpur panas serta aroma busuk yang menyengat (belerang) namun masih dalam batas aman kok untuk dihirup beberapa saat aja, jangan lama lama, mabok juga kali hehee…

Nah,… ditempat ini terdapat banyak sekali papan peringatan, ya karena tempat ini memang dipenuhi oleh lubang lubang yang tiba tiba mengeluarkan air panas campur belerang. Dari sini kalau anda punya waktu bisa juga mampir ke kawasan wisata air … tapi saya nggak kesana jadi bingung juga ceritanya.

Oya, kalau ingin mengetahui lebih detail tentang sejarah kawasan ini bisa nonton filmnya loh, berdurasi 20 menit, di Dieng Plateu Theater, di lereng bukit Sikendil (300 meter dari telaga warna – nanya aja ama penduduk). Di Dieng juga ada perkebunan teh jika anda ingin menghijaukan mata sejenak.

Pengalaman dan Foto : Catur Guna Yuyun Angkadjaja dan Sophia Novita Angkadjaja




%d bloggers like this: