Indian Inka di Lima Peru (Panduan Wisata ke Peru – 3)

Artikel ini merupakan lanjutan pengalaman Pak Apni selama di Peru, judul artikel sebelumnya adalah – Ketika Aura Eropa dan Mediteranian Bersanding.

3. Lima adalah Peninggalan Inka

Selain peninggalan Spanyol, Lima juga memiliki situs purbakala peninggalan bangsa Indian Inka. Situs yang terbesar adalah Pachacamac. Terletak 30 km di selatan kota Lima. Dapat ditempuh dengan kendaraan mobil sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Lima. Situs di Pachacamac adalah sebuah bangunan berbentuk piramid yang merupakan tempat suku indian pachacamac bersembahyang. Dibangun pada masa sebelum spanyol tiba (pre hispanic) sekitar abad ke 14 masehi.

Ada banyak bangunan arkeologi tapi yang terbesar adalah grand pyramid yang terletak di bagian paling tinggi di kawasan ini. Di atas piramid inilah kita bisa melihat 3 panorama kota Lima yakni kawasan pantainya yang panjang (costa verde), kawasan gunung batu di El-Pueblo dan pegungungan hijau di kejauhan yang merupakan rangkaian pegunungan Andes.

Situs purbakala yang paling dekat dengan kota Lima adalah Huallamarca. Berlokasi di distrik San Isidro.Hualamarca sendiri berarti tempat perkuburan jenazah bangsa Indian Inca yang dibangun sekitar pada abad ke 7 masehi. Tapi kini Hualamarca atau Huala Pucllana tidak lagi horor dan menyeramkan. Di sini sudah berdiri museum yang menyimpan banyak benda berejarah terutama gerabah. Di beberapa bagian bangunan ini ditempatkan beberapa patung yang merupakan diorama kehidupan bangsa indian pada masa itu seperti membuat gerabah, berternak sapi, bertani dan mencari ikan.

Yang menarik di ring satu situs ini dibangun sebuah restoran fine dining. Meja restoran memang diset menghadap candi bangsa indian ini. Orang lebih memilih diner di kawasan ini, untuk makam malam romantis karena redup lampu yang muncul mengitari situs ini.

4. Fine Dinning

Sekarang kita makan. Ada banyak restoran, tapi menu utama mereka adalah umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, singkong dan labu. Ada makanan khas yang saya dapatkan dari seorang polwan yang bisa berbahasa Inggris. ”Senor, jangan lupa mencoba chebiche,” ujarnya. Apa itu? Ini makanan terbuat dari ikan mentah yang ditaburi air lemon, ditambahkan bawang bombay dan irisan cabe dan paprika. Lalu ditambahkan ubi jalar, jagung rebus dan jagung goreng. Rasanya mirip sushi. Di restoran mewah, Cebiche sudah dikombinasi dengan udang, octopus dan cumi, semuanya mentah. Lalu ditaburi mayonaise. Supaya gurih, jagung diganti dengan kentang dan ubi goreng.

Tak ada banyak mall seperti Jakarta. Mereka lebih suka memakai konsep Shopping Arcade. Sehingga konter-konter barang bermerk itu kita bisa dapatkan di ruko-ruko yang mirip butik. Kawasan pusat belanja yang terkenal ada Larcomar, tempat makan dan mall mewah ini ada di tebing pantai di kawasan coast Miraflores. Sehingga resto dan kafe mewah dan beberapa shoping arcade berada di tebing pantai dan menghadap samudra pacific yang indah.

5. Kerajinan Indian Inka

Sebelum pulang mampirlah ke Indian Market dan Inca Plaza. Semuanya berdekatan. Di sini dijual sagala macam oleh-oleh khas Peru, terutama kerajinan sulam, anyaman, tenun. Karpet dari bulu hewan Lama atau Alpaca (Onta pendek khas Peru). Lukisan dan kerajinan kulit. Tempat jual souvenir tertata apik, seperti layaknya pasar seni.

Harga tidak terlalu mahal, satu buah sal dari bahan woll saya dapatkan dengan harga 20 Soles saja atau setara dengan 60 ribu rupiah. Lukisan harganya berkisar 100 sampai 200 soles. Ibu Ani Yudhoyono dalam lawatannya ke Lima, Peru, mengunjungi kawasan ini untuk melihat berbagai kerajinan yang umumnya didominasi oleh motif dan kerajinan Indian Inca. Kunjungan ke beberapa tempat kerajinan ini memang menjadi studi perbandingan buat Ibu Negara, mengingat Ibu Ani punya program Indonesia Kreatif.

Yang beda dengan kebanyakan kerajinan di Indonesia, adalah soal disain. “Mereka memang lebih maju dan kreatif ya,” kata Mari Pangestu, Menteri Perdagangan RI yang bersama saya meninjau sebuah art geleri mewah di kawasan pantai Miraflores. Galeri yang bernama Dedalo ini seperti menjadi butik bagi perupa di Peru untuk memajang benda-benda seni. Kalau di sini harganya cukup mahal.

Pasar Penjual Produk Indian Inka

Tapi pilihan untuk oleh-oleh pulang memang beragam mulai dari yang enteng seperti di Inca Plaza atau yang mahal kayak di Dedalo. Dan oleh-oleh yang harus Anda bawa pulang adalah ponco, karpet, syal, dan beberapa keramik yang terbuat dari tanah liat.

Jadi setelah melihat lima hal tentang Lima, Anda bisa memutuskan untuk ke sini.

Penulis : Apni Jaya Putra. Bekerja di RCTI, dipekerjakan di PT Sun Television Network. Juga dosen bidang media studies dan broadcasting di beberapa kampus di Jakarta.

makasih ya Pak Apni – Blog Pak Apni : http://apnijepe.blogspot.com


G Adventures South America Tours




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: