Gunung Kawi Pindah ke Bali??? Cek ki dot!!!

Gunung Yang Di Pahat ...

Apa yang ada dibenak anda ketika pertama mendengar kata ‘Gunung Kawi’. Sebuah gunung di Timur Jawa. Begitu bukan? Jika iya, kali ini saya akan memberi sedikit alternatif berimajinasi. Yaitu sebuah lokasi bernama Gunung Kawi juga, namun lokasinya di Bali.

———-
Gunung Kawi terletak kira kira 40km dari Denpasar, tepatnya di wilayah Tampaksiring kabupaten Gianyar Bali. Nama Gunung kawi disebut warga sekitar berasal dari kata “Kawi” yang memiliki arti “Pahatan”.

Jadi nama Gunung Kawi bisa disebut sebagai Pahatan yang terletak di Gunung atau Gunung yang dipahat. Unik sekali kan.

Untuk menikmati keindahan gunung kawi ini, kita harus melewati gapura dan menuruni 315 anak tangga. Kemudian kita akan berjumpa dengan sungai pakerisan yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Jadi jangan heran jika disekitar sungai ada banyak terdapat sesajian.

Menurut sejarahnya : Adalah Raja Udayana dari dinasti Warmadewa anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa. Setelah dewasa beliau menikah dengan putri dari Empu Sendok (Kediri) yang bernama Gunapriya Dharma Patni, dari perkawinan ini lahirlah Erlangga dan Anak Wungsu.

Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaannya di jawa timur dibagi 2(dua). Pendeta budha yang bernama Mpu Baradah dikirim ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu putra Erlangga, tetapi ditolak oleh Mpu Kuturan.

Gunung kawi

Suasana di Gunung Kawi Bali

Selanjutnya Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu antara tahun 1049-1077 dan dibawah pemerintahanya Bali merupakan daerah yang subur dan tentram.

Setelah beliau meninggal abunya disimpan dalam satu candi dikomplek Candi Gunung Kawi. Tulisan yang terdapat di pintu masuk situs ini berbunyi ” Haji Lumah Ing Jalu” yang berarti Sang Raja dimakamkan di “Jalu” sama dengan “susuh” dari (ayam jantan) yang bentuknya sama dengan Kris, maka perkataan ” Ing Jalu” dapat ditafsirkan sebagai petunjuk ” Kali Kris” atau Pakerisan. Raja yang dimakamkan di Jalu dimaksud adalah Raja Udayana, Anak Wungsu, dan 4 orang permaisuri Raja serta Perdana Mentri raja.

Disebelah tenggara dari komplek candi ini terletak Wihara (tempat tinggal atau asrama para Biksu/pendeta Budha). Peninggalan Candi dan Wihara di Gunung Kawi ini diperkirakan sudah ada sejak abad 11 masehi. Inilah perwujudan toleransi hidup beragama pada waktu itu yang patut menjadi contoh dan teladan bagi kita.

Semoga artikel ini bermanfaat yah. Kirim komen untuk kritik dan saran.

Untuk melihat Foto foto lengkapnya, monggo buka di artikel selanjutnya yang isinya full foto foto tentang Gunung Kawi di Bali ini. Artikel selanjutnya, klik disini.

Tempat Wisata : Gunung Kawi Tampak Siring Bali

————————————————————————————-
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @caturguna & @wisataseru
Email : [email protected]




%d bloggers like this: