Wisata Hutan Bakau Jakarta

March 10th, 2010 by · 20 Comments

Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) merupakan kawasan hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Luasnya 25,02 hektar dan dihuni sekitar 91 spisies burung, yakni 28 spisies burung air dan 63 spisies burung hutan. Sebagian besar merupakan burung dilindungi, seperti Burung Sikatan Bakau (Cyornis rufigastra), Prenjak Jawa (Prinia familiaris), Cerek Jawa (Charadrius javanicus). Bahkan, SMMA menjadi habitat terakhir Bubut Jawa (Centropus nigrorufous), salah satu spesies terancam punah di dunia.

Burung terancam punah lainnya yang menghuni kawasan ini yaitu Bangau Bluwok (Mycteria cinerea). Di Pulau Jawa, bangau jenis ini diketahui hanya berkembangbiak di Pulau Rambut yang terletak tidak jauh dari Muara Angke.

Selain jenis burung, di SMMA juga masih dijumpai satwa lain. Misalnya, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Mereka hidup berkelompok. Makanan utamanya daun-daun muda dan buah-buahan bakau seperti Pidada (Sonneratia caseolaris).

Hewan herbivora ini memiliki peran penting di SMMA. Karena kera ekor panjang dapat membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan. Dimana saat mereka mengkonsumsi buah-buahan hutan, biji buah yang tak dapat dicerna akan dikeluarkan kembali bersama feses dan akhirnya akan menjadi benih tanaman yang baru.

SMMA juga menjadi lokasi pengungsian bagi spesies reptilia. Seperti ular Sanca (Phyton reticulatus), Biawak (Varanus salvator), ular Kobra (Naja sputatrix), ular Welang (Bungarus fasciatus), ular Kadut (Homalopsis buccata), ular Cincin Mas (Boiga dendrophylla), ular Daun (Ahaetula prassina) dan ular Air (Cerberus rhynchops).

Sementara vegetasi yang tumbuh di SMMA didominasi tumbuhan air payau, seperti Bakau (Rhizophora mucronata), Api-api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), dan Buta-buta (Excoecaria agallocha). Beberapa jenis tumbuhan asosiasi bakau juga dapat ditemukan di kawasan ini seperti Ketapang (Terminalia catapa) dan Nipah (Nypa fructicans).

Selain jenis bakau tersebut, banyak pula jenis bakau dan non bakau introduksi (hasil kegiatan reboisasi). Seperti Waru laut (Hibiscus tilliaceus), Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophyllum), Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asem (Tamarindus indica), dan Lamtoro (Paraseriantes falcataria).

Di beberapa bagian, terutama bagian utara dan selatan SMMA banyak ditumbuhi semak-semak terutama Gelagah (Saccharum spontaneum). Semak-semak ini memiliki nilai penting terutama sekali bagi burung yang hidup di semak seperti Bubut Jawa. Selain itu, bakau juga merupakan habitat beraneka ragam jenis ikan.

Selain memiliki peran penting sebagai kawasan konservasi burung dan habitat ikan, SMMA juga memiliki peran penting dalam upaya pengendalian banjir. Sebab, lokasi SMMA terletak di muara banjir kanal barat (BKB). Seperti diketahui BKB dibangun tahun 1922 untuk mengendalikan banjir di kota Jakarta. Di samping itu, SMMA juga sangat berperan penting dalam upaya penanggulangan abrasi pantai dan ketersediaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta.

Secara administratif SMMA masuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara. Meski luas SMMA sangat terbatas, bahkan boleh dibilang Suaka Margasatwa terkecil di Indonesia, namun peranannya sangat besar bagi lingkungan hidup. SMMA dan Hutan Lindung Muara Angke merupakan hutan bakau terakhir yang tersisa di Provinsi DKI Jakarta.

Kondisi ini sejatinya sudah diperhatikan Pemerintah Hindia-Belanda dengan menetapkan kawasan hutan bakau Angke sebagai cagar pada tahun 1939. Dan 60 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1999, Pemerintah RI mengubah status kawasan ini menjadi Suaka Margasatwa. Sebab, tingkat kerusakan lingkungan di kawasan ini maupun lingkungan sekitarnya sudah memprihatinkan.

Sejak dilakukan pengubahan status itulah kondisi lingkungan hidup di kawasan yang berbatasan langsung dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk itu terus membaik. Bahkan, saat ini Pemkot Jakarta Utara telah menetapkan SMMA sebagai destinasi wisata pesisir. Mengingat, SMMA letaknya cukup strategis, yakni hanya 15 menit dari Bandara International Soekarno-Hatta dan mudah dijangkau dengan angkutan umum baik dari kawasan Grogol maupun Tanjung Priok.

Um, tempat ini kini sering dijadikan tempat wisata bagi anak anak sekolah untuk sekaligus belajar tentang lingkungan hidup. Namun karena ini merupakan suaka marga satwa, untuk bisa masuk ke tempat ini anda mesti mendapatkan izin dari BKSDA Jakarta di Salemba. Meski agak ribet, tapi tempat ini layak untuk dikunjungi sebagai bagian dari tujuan wisata anda jika ke Jakarta.

Oyaaa .. jika anda ingin melihat berimigrasinya burung burung, bisa juga dari sini menuju ke pulau rambut. Pulau rambut ini isinya hutan dan banyak burung disana … hmm nanti kapan kapan yaaa aku ceritain soal pulau rambut.

PROSEDUR ONLINE KE TAMAN SUAKA MARGASATWA ANGKE (Info diambil dari www.wisatapesisir.com)

Untuk mengunjungi Taman suaka marga satwa Angke kini sudah terintegrasi secara online melalui http://bksda.simaksi.com. Namun bagi anda yang telah melengkapi syarat-syaratnya anda tinggal mengkliknya, berikut prosedur lengkapnya.

  1. Mengisi SIMAKSI ONLINE yang ada di website www.bksdadkijakarta.com untuk membooking kuota.
  2. Membuat Surat Permohonan yang ditujukan kepada Kepala Balai KSDA DKI Jakarta dengan tembusan disampaikan kepada :
    a. Kepala Pusat Penellitian dan Pengembangan Kehutanan;
    b. Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
    c. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati;
    d. Kepala Seksi Konservasi Wilayah setempat.
  3. Menyerahkan photo copy KTP dan materai Rp. 6000,
  4. untuk kegiatan penelitian dan Pengembangan, ilmu pengetahuan dan pendidikan, pembuatan foto komersial serta ekspedisi dilampiri dengan:
    a. Proposal kegiatan
    b. Fotocopy tanda pengenalan.
  5. untuk kegiatan pembuatan fim dan atau video klip dilampirkan persyaratan sebagaiberikut;
    a. Surat izin produksi (untuk tujuan komersial )
    b. Tanda pendaftaran rekaman video/film dari badan Informasi dan komunikasi Nasional ;
    c. Sinopsis film yang yang akan dibuat;
    d. Daftar peralatan yang akan digunakan
    e. Daftar crew
    f. Surat peryataan tidak merusak lingkungan serta kesedian mematuhi ketentuan perundang-undangan yang   berlaku.
  6. kemudian datang ke kantor BKSDA DKI JAKARTA untuk menyerahkan syarat-syarat pembuatan SIMAKSI yang terdapat pada point 2-5, dan mengambil SIMAKSI.

Untuk WNA prosedurnya adalah sebagai berikut :

  1. Mengisi SIMAKSI ONLINE yang ada di website www.bksdadkijakarta.com untuk membooking kuota.
  2. Membuat Surat Permohonan yang ditujukan kepada Sekretaris Direktorat jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam dengan tembusan kepada:
    a. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan;
    b. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati;
    c. Kepala Balai setempat;
  3. Menyerahkan photo copy paspor dan materai Rp. 6000;
  4. untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan dan pendidikan, dilampiri persyaratan sebagai berikut:
    a. Surat izin dari penelitian LIPI ;
    b. Proposal kegiatan ;
    c. Copy pasport ;
    d. Surat Pemberitahuan Penelitian dari Direktorat Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negri;
    e. Surat Jalan Dari Kepolisian ;
    f. Surat peryataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  5. untuk kegiatan pembuatan Film dan atau video klip dilampiri persyaratan sebagai berikut :
    a. Surat rekomendasi dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata;
    b. Sinopsis film yang akan dibuat;
    c. Daftar peralatan yang akan digunakan;
    d. Daftar Crew;
    e. Fotocopy Paspor;
    f. Surat peryataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi ketentu perundang-undangan yang berlaku.
  6. untuk kegiatan pembuatan foto komersial dan ekspedisi dilampiri persyaratan sebagai berikut :
    a. Proposal:
    b.Copy pasport;
    c. Daftar peralatan;
    d. Surat jalan dari kepolisian;
    e. Surat peryataan tidak merusak lingkungan serta kesedian mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  7. kemudian datang ke kantor BKSDA DKI JAKARTA untuk menyerahkan syarat-syarat pembuatan SIMAKSI yang terdapat pada point 2-5, dan mengambil SIMAKSI.

Untuk menyampaikan pertanyaan, saran, yang berkaitan dengan kegiatan Konservasi Sumber Daya Alam, Anda dapat menghubungi kami di alamat berikut ini :

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA)  DKI Jakarta

Jalan Salemba Raya No. 9 Jakarta Pusat 10440

Telp/Faks : 62-21-3158142

Sumber: www.wisatapesisir.com dan Flora Fauna Indonesia

 
 

Categories: Wisata Indonesia · Wisata Jakarta

20 responses so far ↓

Leave a Comment