Wangi dan gurihnya Tahu Sumedang Bungkeng … hmmm

gurih euy

Pabrik tahu yang saya datangi ini usianya sudah lebih dari 100 tahun. Meski demikian pemilik tetap mempertahankan bahan dasar kedelai yang selalu menggunakan kedelai lokal. Selain kualitas kedelai lokal lebih bagus dibanding kedelai import, kedelai lokal juga dinilai lebih cocok untuk karakteristik tahu sumedang yang menonjolkan citarasa gurih, wangi dan padat, katanya.

Untuk melunakkan, kedelai direndam selama 5 jam. Setelah itu langsung digiling dengan dialiri air. Kedelai yang sudah halus lantas direbus dengan tambahan sedikit air. Direbusnya tentu dengan api yang sangat panas sehingga proses didihnya cepat. Hanya sekitar 5 menit, tahu langsung disaring, diberi cuka sambil terus diaduk sampai rata.

Oya penggunaan cuka tahu sebagai bahan untuk mengentalkan sari kedelai ini juga menjadi salah satu ciri khas tahu sumedang. Selain cukanya, cara mencapurkan cuka juga menjadi ciri khas yang nggak boleh dilanggar dalam membuat tauh sumedang. Yaitu dengan mencampurkan cuka secara perlahan lahan kedalam sari kedelai yang masih panas sambil diaduk pelan pelan.

(perbedaan dengan pembuatan tahu biasa, tahu biasa cukanya langsung dicampur dan langsung diaduk dalam tempo cepat. Cara seperti ini akan menghasilkan tahu yang sangat lembut. Sedangkan yang ingin dicapai oleh tahu sumedang adalah tahu yang kasar, sehingga semua harus dilakukan secara perlahan sehingga terjadi penggumpalan pada adonan)

teksture kasar pada tahu sumedang membuatnya jadi gurih

Cuka tahu atau bisa juga disebut cuka kedelai ini sendiri berasal dari fermentasi air rendaman kedelai. Fungsi cuka ini sendiri adalah untuk mengentalkan sari kedelai supaya bisa padat. Usai cuka tercampur, adonan langsung dicetak. Kurang lebih 15 menit, tahu pun sudah jadi dan siap untuk dipasarkan.

Oya, karena tahu ini tanpa bahan pengawet kimia, maka tahu hanya akan bertahan selama 8 jam saja. Jika ingin lebih tahan lama, maka harus langsung di goreng. Dengan cara ini tahu bisa bertahan 2 hari.

Oya cara penggorengannya pun harus diperhatikan. Ingat, ciri utama dari tahu sumedang selain teksturnya yang kasar adalah tahunya yang padat, bukan kopong alias bolong. Cara menggoreng supaya tahu padat dan tidak kopong adalah dengan menggoreng tahu dalam jumlah sedikit dalam minyak yang sangat melimpah dan panas.

Dan sebaiknya jika anda memang ingin merasakan tauh sumedang yang benar benar sumedang, nikmatilah di kota sumedang. Karena meski namanya tahu sumedang, dibuat dengan cara yang sama, tapi jika tidak menggunakan air sumedang, maka rasanya akan berbeda.

Hal ini diakui sendiri oleh pemilik pabrik tahun bunkeng yang mencoba membuat tahu dengan bahan dan cara yang sama dibandung, ternyata rasanya berbeda. Hal ini disebabkan kualitas air di sumedang yang lebih kental dan manis dibanding di kota lain.

soal rasa??? ah … tahu sumedang ini benar benar nggak usah diragukan. Guriiiih banget … akyu syukaaaa ….

Alamat :
TAHU BUNGKENG
Jl. 11 April 53
Sumedang Jawa Barat

Ditulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja / [email protected]




%d bloggers like this: