Melihat Sarang Kampret Fosil Manusia Purba (Panduan Panjat Tebing di Bogor)

Siap di panjat

Citatah — Jangan ngaku pemanjat deh, kalo ngga pernah denger tempat ini, iya ngga sob? Pegunungan kapur Citatah memang sejak dulu dikenal sebagai daerah bersejarah bagi para pemanjat di Indonesia. Karena memang disinilah olahraga panjat tebing modern lahir di tanah air.

Tapi tahu ngga, kalo sebenarnya ada satu bagian di Citatah yang paling bersejarah? ya “Gua pawon” namanya. Sarang kampret (kelalawar) ini berjarak 25 kilometer dari Kota Bandung. Nah… Kalo mau tahu, lokasinya ada di Kampung Cibukur, Desa Masigit, Kecamatan Citatah, Padalarang Kabupaten Bandung barat.

Tempatnya yang tersembunyi diantara tebing 90 dan tebing 48, gua pawon yang dalam bahasa Indonesia berati dapur ini awalnya kurang mendapat perhatian dikalangan pemanjat. kecuali mereka para petualang mistik, karena lokasi ini sejak lama dijadikan tempat bersemedi. Namun sejak kelompok Riset Cekungan bandung (KRCB) menemukan fosil manusia purba pada oktober 2003, bersama 2.250 fosil binatang dan lebih 2000 artefak yang digunakan manusia pra sejarah, lokasi ini mulai ramai dikunjungi berbagai lapisan masyarakat yang penasaran ingin melihat tampang nenek moyang mereka.

pagar pembatas gua manusia purba

Sebagai tambahan, fosil yang diberi nama manusia pawon ini, saat ditemukan dalam posisi meringkuk, cara yang lazim dilakukan manusia pra sejarah ketika menguburkan jenazah. Posisi yang sama ketika manusia di dalam kandungan.

Umur manusia pawon (the cave man) ini diperkirakan berusia 5000 hingga 8000 tahun. Nah, bila menilik usianya, berarti sobat kecil ini hidup ketika Bandung masih berbentuk danau kaldera raksasa, atau hidup sebelum jamannya nabi Inrahim di tanah semit sana (usia nabi Ibrahim diperkirakan sekitar 4000 th s.d sekarang) atau bila dibandingkan dengan DNA tertua manusia yang berusia 250 ribu tahun, berarti fosil ini termasuk manusia modern (homo sapiens).

fosil manusia purba

Karena bernilai sejarah, maka sejumlah fosil manusia gua yang ditemukan disini sekarang disimpan di balai arkeologi bandung di daerah Cileunyi. Jadi, kalo anda berkunjung ke gua pawon, jangan harap bertemu manusia jaman dulu dengan versi asli. Karena yang anda lihat hanyalah bentuk replika belaka.

Rock garden

Gua Pawon tidak hanya menyembunyikan fosil manuia purba ataupun menghasilkan kotoran kampret untuk dijadikan kompos. Tapi di sini juga kita bisa belajar tentang proses pembentukan dan sejarah batuan.

Susunan batuan di Rock garden cukup unik, bila diperhatikan umumnya berbentuk koral dan kerang-kerang sejenis algae dalam bentuk fosil. Tapi sayang, karena alasan ekonomi, sedikit demi sedikit masyarakat mengeksploitasi kawasan gua pawon dan gunung masigit secara berlebihan padahal batuan ini sudah terbentuk sebelum manusia dilahirkan dan butuh waktu jutaan tahun lagi untuk membentuknya.

Manjat di Gua pawon

Teruuus panjaaat

Sebagai daerah pegunungan kapur lainnya, gua pawon tidak luput dari perhatian para pemanjat. Tedy Ixdiana salah seorang pembuat jalur produktif asal kota Bandung, membuat beberapa jalur sport di gua Pawon.

Namun sayang, karena jumlahnya yang terbatas dan karena bau guano (kotoran kelalawar) yang menyengat jalur-jalur disini mulai ditinggalkan para pemanjat. Bahkan pembuat jalur pun, ketika tulisan ini disusun lupa nama dan data jalur. Sehingga sesuai kesepakatan dengan pembuat jalur (tedy Ixdiana), penulis bersama teman-teman dari FPTI Kota Bogor menamakan jalur-jalurnya dengan versi sendiri dan sekarang, bila anda berkunjung ke gua pawon, hanya tersisa 5 jalur sport yang masih layak untuk dipanjat.

Namun yang paling disesalkan, sebagai sebuah situs, gua Pawon sangat tidak terawat. Selain ulah vandalisme dengan mencorat-coret tebing,sebagian penduduk juga menjadikan guano sebagai mata pencaharian untuk produksi pupuk. Sehingga jangan heran bila anda manjat di sini, anda akan berdiri di atas teras sempit bertanah bolong dengan latar belakang jurang yang dalam, karena petani mengeruk tanahnya sebagai bahan pupuk. (jajang dirajanagara/ fpti kota bogor/ jakarta, nov 2008)

Jalur Sport di Gua Pawon

No Route Name Type Grade Length

(m)

Runner Created Block By
1 Kori (Corner Riweuh) Sport Climbing 5.11 5 3 92-93 Tedy  Ixdiana
2 Beralas Koran Sport Climbing 5.10 7 5 92-93 Tedy

Ixdiana

3 Bau Sport Climbing 5.10 9 8 92-93 Tedy Ixdiana
4 kukudaan Sport Climbing 5.10 12 9 92-93 Tedy Ixdiana
5 kakarayapan Sport Climbing 5.9 10 9 92-93 Tedy Ixdiana

Cara menuju lokasi

Berkunjung ke gua Pawon, sebenarnya tidak terlalu sulit. Karena lokasinya diantara jalan utama antara Jakarta – Bandung menjadikan lokasi ini mudah dikenali dan yang pasti jalan desa menuju lokasi ada diantara tebing 48 dan tebing 90.

Dari jakarta anda bisa memilih Rute: Jakarta – Bogor – Puncak – Cianjur – Citatah.

Dari jakarta anda juga bisa memilih rute: Tol cipularang – Padalarang- kembali ke arah Cianjur.

Dari bandung anda dapat memilih rute: Tol padalarang – tagog apu – Citatah

thanks to: tedy ix, nda, didi, tobing & temen-temen fpti kota bogor

Penulis: Jajang Dirajanagara – Produser Divisi News TPI –  untuk info lebih lanjut bisa melalui [email protected] atau langsung comment, nanti akan disampaikan

Makasih ya Mas Jajang … blog mas jajang : http://rocknrapids.multiply.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: