Stasiun Jakarta Kota, tempat yang indah bagai di Eropa

Stasiun Kota di kelilingi bangunan bergaya eropa

Pertama kali menginjakkan kaki ke kawasan sekitar Stasiun Jakarta Kota, rasanya ada suatu nuansa yang membawa saya berkhayal sedang berada di negeri lain, Eropa!!! Yupi, meski saya belum pernah ke Eropa, tapi lihat deh bangunan Stasiun Kota dan sekitarnya ini.

Bangunan bangunan besar tinggi nan megah dengan pilar pilar gemuk disertai pintu dan jendela yang super besar. Benar benar mencirikan tren bangunan Eropa pada awal abad 20.

Oya, tapi di halaman ini saya nggak akan membahas Kota Tua secara luas, melainkan hanya tentang stasiunnya aja nih. Oya, kalau belum pernah kemari, coba deh sekali kali mampir, sekedar untuk melihat, mengagumi atau foto foto narsis seperti saya dan kawan saya.

Stasiun Kota sendiri diarsiteki seorang Belanda kelahiran Tulungagung 1882, bernama Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929, diresmikan oleh  Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931dan mulai digunakan pada 8 Oktober 1929.

Stasiun Kota tampak samping, depan dan di dalamnya

Saat itu, Stasiun Kota dikenal dengan sebutan Bataviasche Ooster Spoorweg  Maatschapij atau Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur. Namun, beberapa warga menyebutnya dengan nama BEOS yang merupakan singakatan dari Batavia En Oud Straken atau yang berarti Batavia dan sekitarnya.

BEOS sendiri dibangun dengan tujuan menghubungkan Kota Batavia dengan Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain. Dimana, saat itu Batavia memang tengah menjadi kota bisnis eksklusif yang tengah berkembang.

Hingga kini, stasiun Jakarta kota sendiri masih difungsikan sebagai stasiun yang dalam sehari bisa mengangkut ribuan bahkan puluhan puluhan ribu orang dari berbagai daerah yang menjadi penglaju bekerja di Jakarta. Dan berdasarkan surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993, Stasiun Jakarta Kota ditetapkan sebagai cagar budaya.

Akses menuju ke Stasiun Jakarta Kota, bisa menggunakan kereta jabotabek, busway atau kalau menggunakan kendaraan pribadi, letaknya gak jauh dari Museum Fatahillah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: