Rehat Sejenak di Pangandaran

Meski langit agak gelap, tapi … pangandaran tetap tampak mempesona. Pantai yang terjaga kebersihannya berpadu dengan batuan alam. Dan 30 km dari pangandaran, kita akan sampai pada sebuah tempat bernama Batu Karas. Sebuah pantai yang memang banyak disinggahi orang untuk bermain selancar.

Ombak di Batu Karas memang tidak ekstreem seperti di Bali, Nias, Pacitan atau Pelabuhan Ratu yang mengulung gulung. Tapi ombak disini cukup stabil untuk bermain selancar. Apalagi bagi mereka yang baru mau belajar selancar. Ombak sangat bersahabat dan pantai pun tidak terlalu dalam.

Apalagi ditunjang dengan luas pantai yang tidak terlalu besar, ini sangat memudahkan para penjaga pantai untuk mengawasi seluruh kegiatan pengunjung. Disini pula disediakan tempat penyewaan papan selancar. Lengkap dah pokoknya.

Wayang Golek

Nah abis, main selancar saya pun mengunjungi dusun cibenda kecamatan parigi. Disini nih, merupakan tempat berkumpulnya para pengrajin di kawasan pangandaran. Salah satu tempat yang saya datangi adalah pembuatan wayang golek. Pengrajinnya bernama Pak Agus. Disini pak agus nggak cuma dikenal sebagai pengrajin, tapi juga sekaligus pendalang yang sangat cakap berbicara politik dan budaya yang dibalut dalam humor pewayangan.

Namun meski di desanya ia memiliki banyak penggemar, namun Pak Agus masih merasa prihatin, karena peminat wayang golek buatannya ternyata justru bukan warga Indonesia, melainkan wisatawan manca Negara.

Maka, demi menumbuhkan rasa cinta warga terhadap wayang, ia pun sering mengadakan pentas kecil kecilan gratis bagi warga yang sekitar dan jika ada rombongan wisatawan. Oya, wayang buatan Pak Agus sendiri tergolong awet lo. Bisa tahan hingga 100 tahun lamanya. Hal ini disebabkan karena ia menggunakan kayu albasia yang awet.

Untuk membuat 1 wayang golek ia mengaku membutuhkan waktu 1 minggu, bahkan bisa lebih jika wayang yang diharapkan membutuhkan detail yang lebih rumit. Jadi nggak heran, jika 1 wayang dipatok harga rata rata 500 ribu rupiah.

Citumang

Nah, dari nonton wayang, saya mampir ke wisata air citumang. Heleeeeh, sayang banget. Padahal ini lokasi bagus banget, kayak lukisan. Tapi gara gara cuaca lagi nggak mendukung, arusnya jadi deras dan bahaya untuk main main air disana.

Tapi yang jelas, jika anda sudah sampai ke pangandaran. Jangan malu bertanya sama orang tentang lokasi wisata citumang ini, karena keren abis. Dikelilingi lembah, terdapat air mancur mini yang masih alami, lengkap dengan hutan hutannya. Airnya segar bersih. Benar benar seolah lukisan. Dan maaf hiks, karena hujan, saya pun tidak bisa memotret.

Lokasinya sih terletak di desa bojong kecamatan parigi. Dari pangandaran kea rah selatan, berada di kawasan jati milik perhutani.

Istirahat di Pantai Indah Pangandaran Resort

Karena hujan, akhirnya saya pun memutuskan balik ke hotel. Toh di hotel juga asyik. Kebetulan saya nginep di Pantai Indah Pangandaran.

Penginapannya enak, karena langsung berhadapan dengan pantai. Jadi bagitu buka jendela langsung bisa liat pantai. Selain itu, ya karena namanya resort, dia memiliki bangunan yang tiap kamarnya berdiri sendiri. Jadi private dan nyaman banget jatuhnya.

Ada kolam renang juga … terus yang paling penting tentu makanannya. Masakan disini enak enak, terutama menu sop ikannya. Oya, dan jangan kaget ya, disini emang nggak ada buku menunya, karena kita mau makan apa aja, chef nya bisa masak. Dan bahannya pun segar. Karena kan nggak tau ne pelanggan mau makan apa, jadi begitu pelanggan pesan dengan menu yang agak aneh, maka bahan akan langsung dibeli di pasar terdekat.

Kuliner Taritip Khas Pangandaran

Dan … oya, pantai indah pangandaran ini punya 2 lokasi. Di timur dan barat. Nah, kalau nginep di yang timur, disitu ada menu spesiaaaal banget. Namanya taritip. Sejenis kerang, tapi ia hidup dikarang. Jadi bentuknya kayak karang/ batu betulan.

Nah untuk mendapatkan taritip sendiri, dibutuhkan keahlian menyelam. Karena hidupnya yang menempel pada karang, kerang pun harus dipahat. Waaah, ribet banget ya untuk mengambilnya, susah. Tapi rasanya???

Wow, chefnya yang juga merupakan penyelamnya, membakarkan untuk saya. Nggak dikasih bumbu apa – apa. Cuma dipanggang doang dan rasanya guriiih banget … enak banget. Jauh lebih enak dari kerang. Kenapa? Karena taritip cuma bisa bertahan hidup di air laut yang belum tercemar polusi, so bisa dipastikan taritip ini segarnya bukan main. Apalagi, taritip ini selalu hadir dalam keadaan fres, karena sebanyak apapun taritip di ambil, saat itu juga selalu ludes di borong pelanggan. Jadi kalau anda nggak buruan dateng, mungkin juga akan habis duluan. Jadi mending kalau emang pengen makan, sebelumnya reserve dulu sama bagian hotelnya.

Dan chef nya juga menantang saya nih untuk memakan taritip dalam keadaan mentah. Hiiii, geli betul saya. Selama ini saya tidak pernah makan sesuatu yang masih hidup. Tapi karena semua orang mengatakan “Enak enak.. jauh lebih gurih dari yang dimasak”, akhirnya masuk juga tuh taritip hidup ke mulut saya. Dan rasanya??? Enaaaak… enak banget suwer enak banget … tapi untuk makan secara mentah lagi, tampaknya cukup sekali itu saja … bukan apa – apa … karena saya setelah itu jadi kepikiran … hm… jadi meski enak yang mentah, saya tetap akan makan yang matang saja hehehe …

Oya, untuk harga taritip super lezat dan mencarinya susah ini, chefnya sekaligus penyelamnya yang bernama pak eman ini mematok harga murah banget lo. Cuma 75 ribu rupiah perkantong. Dan sekantong itu bisa dimakan kenyang untuk 4 – 5 orang. Ups, tergantung lebar ususnya juga ya… kalau buat orang orang seperti saya, 1 kantong bisa untuk 4 -5 orang ehehee…

Jadi, kalau sudah sampai pangandaran jangan lupa taritipnya ya…  ingat, pesen dulu…

oya, dideket hotel, disepanjang jalannya juga banyak orang yang menjual souvenir khas pantai … ada baju, gelang, kalung, sandal, hiasan dan lain lain … salah satunya hiasanya ikan kembung yang gendut itu waaaaaaaa hahahaaa …

Wooden puppet maker. Desa cibenda rt 01 / 15. Kecamatan parigi. Ciamis – jawa barat. 0265 2640589

Pantai indah resort hotel. Jl. Kidang pananjung 192. Pangandaran – jawa barat. 0265 639449




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: