Ojek Sepeda Tua di Kota Tua Jakarta

Sensasi naik Ojek Sepeda Onthel

Pengalaman yang benar benar seru dan baru, menyusuri Kota Tua dengan Sepada Tua si Bapak Tua. Pokoknya serba Tua. Nah, hari itu sebetulnya saya sama sekali tidak ada rencana hunting bahan untuk di tulis. Saya baru saja pulang dari menginap (lembur) di kantor, eee tiba tiba, ada hal yang membuat saya harus menuju ke Kota (daerah Kota Tua).

Jam tepat menunjuk angka 3 ketika kereta KRL AC Ekonomi tujuan Jakarta Kota tiba di stasiun depan tempat tinggalku. Naik dan 40 menit kemudian sampailah saya di Stasiun Kota atau biasa juga disebut Stasiun Beos yang sudah saya bahas di artikel lain di wisataseru tentang Kota Tua. Saat itu, terbersit keinginan naik Ojek Sepeda untuk sampai ke tempat tujuan yang hendak ku capai.

Pasalnya sudah beberapa kali ke daerah kota tua, saya sama sekali belum pernah merasakan sensasinya bersepeda tua di Jakarta. Dan ini merupakan pengalaman pertama saya naik Ojek Sepeda. Ternyata sensasinya sangat berbeda dengan naik sepeda biasa.

Sepedanya sangat tinggi ditambah dengan Bapak Tua yang sangat paham seluk beluk kawasan ini sehingga mampu berbelok tiba tiba maupun nyempil begitu saja di antara bus dan mobil mewah. Waaa… deg deg ser sudah pasti … tapi setelah beberapa saat, akhirnya jantung ini berhasil beradaptasi heheheee ketagihan malah, suatu saat saya akan naik lagiiiiiii!!!! seru looooo!!! … keuntungan menggunakan ojek sepeda juga dalam segi waktu, nggak sampai 10 menit, sampai juga saya ke tempat tujuan.

Ya, dengan bantuan Pak Ojek sepeda ini pulalah para pekerja kantoran di sekitar sini menuju ke kantor dari stasiun. Alasannya? kalau naik kendaraan lain??? biiii bisa pusing karena macet. Daerah Kota gitu looh, daerah padat kendaraan!!! Dengan sepeda? wet wet wet … terjang semua rambu dan kita pun akan sampai ke tempat tujuan dengan lebih cepat.

Mengingat betapa di butuhkannya kendaraan ini untuk lebih cepat sampai di lokasi, ojek sepeda nggak cuma ada di Kota Tua saja, namun juga terdapat di sekitaran Tanjung Priok, Pelabuhan Sunda Kelapa, Terminal Kota, Mangga Dua dan Glodok. Daerah-daerah ini memang  titik padat ibu kota.

Dan yang membuat saya terkesan dengan Ojek Sepeda ini juga adalah para ojekersnya sendiri yang rata rata sudah tua. Selain itu, mereka sangat penyabar daaaaan … ketika selesai urusan saya dan saya meminta untuk diantar ke depan Museum Fatahillah untuk sebentar mengambil foto, dia dengan sabar menunggu saya ditempat yang sama ketika saya mengatakan “Tunggu ya Pak”, tanpa bergeser sedikit pun untuk mencari tempat yang lebih teduh.

Sepeda Bisa di Sewa

Seru juga sewa sepeda untuk rame ramean atau untuk berduaan .. suit suit

Oya, daerah kota tua ini anda bukan cuma bisa naik ojek sepeda, namun juga bisa menggunakan Ojek Sepeda ini sebagai alat bewisata yang sangat menyenangkan. Karena rata rata para ojekers ini sedikit tahu tentang sejarah bangunan bangunan yang ada di Kota Tua. Menyewa mereka selama 1 jam untuk berkeliling Kota Tua pun biasanya hanya dikenakan biaya 20 ribu – 30 ribu saja.

Atau jika anda sedang rombongan atau bersama sang kekasih, sepeda sepeda ini juga bisa anda sewa. Bisa sewa pada Pak Ojek langsung dengan sepeda ontel tuanya yang antik, unik dan cara mengayuhnya pun memiliki teknik tersendiri yang berbeda dengan sepeda biasa, atau kalau takut nggak bisa mengayuh sepeda ontel yang emang agak susah ya, bisa menyewa sepeda modern di penyewaan sepeda yang terdapat tepat di depan Museum Fatahillah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: