Nongkrong di ‘cafe’ minumnya jamu, … seger nyaaa!!! Jamu Bukti Mentjos

aneka jamu mentjos

Jamu!!! Sejak lama saya suka sekali meminumnya. Maklum saya ini keturunan tukang jamu di kampung, di Tuban Jawa Timur sebuah kota kecil nan bersih dan dipenuhi oleh makanan makanan enak. Nah, di kampung saya, nama jamu racikan nenekku yang kini sudah diwariskan pada anak anaknya, si om dan my tante, adalah Jamu Pusoko Pipisan dan Jamu Pusoko Sejati.

Hm, sayang sejak hijrah pada usia 13 tahun ke Jakarta, otomatis saya lama tak mencium aroma harum gubuk jamu warisan nenek di Tuban sana. Maka ketika saya mendengar informasi, “Ada café jamu tuh di salemba tengah, namanya Bukti Mentjos”. Wah, gak pake lama, saya langsung search di internet tentang lokasi pastinya dan meluncur dengan kesenangan hati. Oh my God, begitu masuk, aroma rindu langsung tercium, wangi betul, wangi jamu yang sangat kurindu.

Bertemu dengan penjualnya, Pak Romuli, yang merupakan cucu dari pendiri jamu bukti mentjos, semakin mengingatkanku pada sosok nenek ku yang sangat penyabar dan telaten dalam menghadapi tamu, sehingga hampir semua pelanggan yang datang dengan keadaan sakit, merasa tersembuhkan dengan jamu racikan nenek. Ya, begitulah Pak Romuli, ia tak cuma ramah namun juga begitu menjiwai karakter jamu dan penyakit hanya dengan melihat wajah para pelanggannya.

Nah, yang ingin saya bagi dari tempat berjualan jamu ini, bukan cuma kecepatan dan ketepatan Pak Romuli dalam meracik jamu, tapi juga dari interior dan suasana yang dibuat seolah café. Hm … ya, meski tempat ini sangat nyaman seperti café, tapi Pak Romuli melarang saya menyebut café, “Ini tempat jualan jamu, jadi jangan disebut café. Jamu adalah tradisional, jadi sebut saja warung jamu, jangan café jamu”

Saya pun mengangguk dan memesan jamu, “segar badan”, lalu dia bertanya “Kamu tipe anak yang aktif ya?”, “iya pak”, “oke saya tambahkan racikan supaya kamu tidak cepat lelah”. Wow … dan itulah yang ia lakukan hampir pada tiap pelanggannya, ia begitu detail dan ramah.

Pertanyaan selanjutnya, “Mau jamunya dibuat manis? Sedang? Atau pahit?”. “Manis”. Dengan cepat aku menyebut. Dan glek glek glek, lenyaplah satu gelas kecil jamu segar badan ke dalam perut saya. Rasanya? Mirip sekali dengan jamu racikan nenek saya. Tidak terlalu pahit sehingga anak kecil pun bisa meminumnya, bahkan menyukainya (waktu minum jamu nenek, saya masih dibawah 4 tahun… dan hampir tiap hari saya minum jamu racikan nenek saya Pusoko di Tuban sana).

Dan iseng iseng saya berbincang dengan para pelanggan. Astagaaa, pelanggannya udah kawakan…  “Saya hampir tiap hari kesini, dari jaman nenek” … astagaaaa … jaman neneknya? Dia aja udah umur 30 tahunan aku rasa hehehee… Saya pun nanya lagi pada pelanggan wanita yang masih muda, um sekitar 25an tahun lah ya. Dia sedang minum kunyit asem, “Ini enak banget, seger banget. beda sama kunyit asem yang pernah saya minum sebelumnya. Disini asemnya itu bener asem. Seger”

Lalu pelanggan lain bilang, “Kata orang minum jamu bisa kena ginjal. Uh bohong itu, saya tiap hari sejak 25 tahun yang lalu sampe sekarang minum jamu dan kemarin check up di singapura, dokternya kaget, katanya untuk seusia saya ginjal saya ini sangat bagus. Nah, terbuktikan, jamu itu sehat. Makanya kembali ke alam, lebih murah, lebih sehat”.

Wow wow wow … nostalgia jamu nenek … dan aku pun terduduk di warung jamu itu hingga malam genap gulita dan satu persatu warung yang semula ramai menjadi sepi kembali. Terima kasih Jamu Bukti Mentjos yang sudah melepaskan rinduku pada gubuk kecil di Tuban sana. Terima kasih juga untuk jamunya yang benar membuat saya kembali segar dan ketika malamnya, tidur saya nyenyak sekali. Back to nature, back to jamu.

Oya disini selain menyediakan aneka macam jamu, juga ada aneka macam bubur looo … misalnya bubur kacang ijo, bubur jali dan bubur ayam, juga ronde. aku cobain semua udah. bubur ayamnya enak deh, dia pake ayam kampung, harganya juga gak mahal cuma 8500 rupiah saja. Buburnya gurih  … terus rondenya enak banget… jahenya kerasa terus rondenya sendiri kacangnya banyak hehehee enak deh pokoknya …

Alamat Wisata kuliner: JAMU BUKTI MENTJOS. Jl. Salemba Tengah no. 48. Telp 021 390 86 45. Jakarta Pusat

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




%d bloggers like this: