The Nine Muses Club, Romantisme Perancis dalam Masakan, Musik dan Interior

Lorong menuju resto

(Resto sudah tutup, saya baru dikabari kawan yang bekerja di nine muses awal mei 2010)

Fantastic!!!! Itulah kesan pertama begitu saya melangkahkan kaki ke tempat makan yang satu ini. Coba lihat gambar lorong itu kawan… itu lorong sungguhan looo, bukan animasi, dan itu adalah lorong yang musti anda lewati jika hendak menuju meja tempat anda menikmati aneka makanan yang super lezaaaat bukan main nantinya.

Dari lorong itu pula sudah terdengar alunan live musik jazz yang merdu. Ya berhubung saya tidak terlalu tahu jazz, saya kurang begitu paham dengan nama pemain musiknya, yang jelas penyanyinya itu sepertinya orang Amerika.

Untuk hidangan pembuka, saya memesan karpacio. Karpacio itu isinya daging sapi mentah segar yang kemudian diberi aneka sayuran. Rasanya??? Nggak cuma seger, ringan di perut, tapi juga karena memang daging mentah, jadi rasanya juisi banget… manis gurih yang sangat segar….

Duck Magred, pesona bebek Prancis

Lalu untuk hidangan utama, saya memilih duck magret. Ampuuuun deeeeh, kelezatannya masih terbayang bayang dan terasa sampe berminggu minggu. Jadi duck magret ini adalah bebek prancis mentah yang kemudian ditumis sebentar lalu diiris tipis tipis dan disajikan dengan orange saus.

Ditumis?? Yup ditumis doang. Jadi daging bebeknya ini warnanya enggak coklat kayak bebek bebek yang kita makan diluaran sana, warnanya masih meraaaah segar.. owwww… tapi empuk banget dan sama sekali gak ada bau amisnya. Fresh justru.

Jadi rahasianya itu ya ada pada bebeknya. Disinillah saya baru tahu, ternyata hewan ternak yang dimanjain untuk mendapatkan daging yang sangat empuk bukan cuma sapi Kobe, yang gak usah diiris pake pisau, pake sendok pun bisa.

Lamb Chop ... nyum nyum

Yup, jadi pemeliharaan sapi kobe dan bebek prancis ini mirip mirip, dimanjain abis!!! Selain dikasih tempat tersendiri yang hanya muat untuk ukuran tubuhnya (supaya tuh hewan gak jalan jalan dan tumbuh otot), tiap hari dikasih makan makanan yang sehat dan segar, bahkan kalau kobe pake dikasih minum bir dan dipijit pijit segala.

Naaah karena perawatan yang ekstra itu, si bebek dan si sapi akhirnya tidak berotot, sehingga tidak memerlukan proses memasak untuk menghasilkan daging yang empuk, karena memang sudah empuk dan ketika di makan pun??? Waaa rasanya gurih abis, manis dan juisi alias sari sari dagingnya itu seger banget.

Saya juga mencicip yang namanya lamb chop. Lamb chop ini terdiri dari daging domba yang udah di grill kemudian di bungkus dengan kulit roti yang sebelumnya sudah dilapisi dengan buah olive, mushroom juga aneka herbs

Rasanya mbo ambo!!! Dasyat banget… gile!!! Semua makanan yang saya cobain gak ada yang bikin kenyang… semuanya malah bikin saya nagih pengen makan makan dan makan terus hahahaa…

Oya, waktu kunjungan pertama, saya juga sempat mencoba escargout (aduuu gak tau gimana tulisannya hahaha maklum ndeso) itulooo yang kayak siput… aduuuu rasanya enak banget… ringan dan gurih…. hari itu saya juga memesan asparagus. Gurih dan dingin di perut… enak banget.

Soal harga??? Standart resto fine dinning… harga menu paling murah sekitar 70 ribuan. Tapi sesuai kok dengan kualitas makanan yang ditawarkan, bahkan atmosfir resto pun akan membuat anda terkagum kagum dan tidak akan menyesal…. Apalagi live musik disini selalu mendatangkan pemain musik jazz terkenal dari dalam maupun manca Negara. Hm….

Oya, buat anda pecinta minuman beralkohol, disini bisa dibilang hampir lengkap juga persediaannya. Yup… pokoknya kalau ingin menikmati suasana berbeda mampirlah kesini, tapi jangan pakai pakaian kelewat santai ya… bahkan pemakaian sandal pun dilarang disini, kecuali anda mau diusir satpam di depan resto.

Yup, itulah peraturan resto. Karena yang datang disini pun seringnya bukan orang sembarangan. Bahkan saat saya makan bersama teman saya untuk pertama kalinya, tepat duduk di seberang saya, dua meja didepan saya adalah anak Pak Presiden SBY yang kecil. Dia sedang menikmati es lemon tea bersama teman temannya lelaki semua, tanpa bodyguard.

salah satu sudut ruang nine muses

Ya dan sekali lagi disini peraturannya memang begitu. Siapapun yang datang, gak boleh bawa pengawal. Karena pihak restaurant menjamin keamanan dan privasi disini. Kalau bawa bawa pengawal kan malah ketahuan kalau orang itu adalah ‘siapa’.

Soal privasi, kalau anda kesini, juga dilarang melirik sana sini untuk memperhatikan orang lain. Jika ada laporan pelanggan yang terganggu karena dilihatin terlalu lama oleh anda, bisa bisa anda dipindahkan meja oleh pihak restaurant. Dan kalau untuk yang satu ini, ini adalah peraturan tidak tertulis yang sudah menjadi kesepakatan para pelanggan setia the nine muses club ini.

Rekomendasi: semuanya ueeenak!!! Untuk penutup boleh tuh orange sufle.

The Nine Muses Club. Jl. Wijaya no 25. (tepat di depan masakan rumah bu endang – plang namanya kecil banget, bahkan hampir hampir tidak terlihat, makanya biar enak saya kasih patokan “didepan Bu Endang”)

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: