Narsis dan begidik di Kota Tua Jakarta

Narsis di sekitar kota tua Jakarta

Narsis di sekitar Kota Tua Jakarta

Museum Fatahillah dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta. Hm … jika melihat museum ini dari depan sih tampak gagah dan mengagumkan ya… tapi begitu masuk apalagi ke bagian penjara??? Hiiii, siang bolong juga begidik.

Oke ceritanya dimulai dari luar dulu ya. Bangunan megah ini dulunya pada jaman pemerintahan Belanda adalah Gedung Balai Kota yang bernama Staadhuis dan merupakan gedung Balai Kota pertama di Kota Batavia yang sekarang bernama Kota Jakarta. Bangunan gedung ini dibuat sama seperti Istana Dam di Amsterdam, Negara Belanda.

Terdiri dari bangunan utama dan dua bangunan sayap. Lalu yang paling serem nih dibagian depan gedung, yang sekarang bernama Taman Fatahillah, digunakan sebagai tempat mengeksekusi tahanan yang dihukum gantung. Hiii … tapi, perasaan itu nggak akan terlalu begidik karena sekarang lokasi seram itu sudah menjadi indah.

Nah yang membuat begidik itu adalah bagian penjara di dalam Museum. Penjara bawah tanahnya menurut Pak Guide, digunakan untuk memenjarakan para wanita. Hiii boro boro jalan jalan yach, penjaranya pendek banget, bahkan kita membungkukpun nggak bisa, harus duduk. Kebayang ya pendeknya. Udah gitu gelap gulita, hiiii pengapnya yaaa … ditambah lagi, penjara menyeramkan itu diisi banyak orang, astagaaaa…. Hiii jadi ngebayangin penderitaan saat itu yach … sedih banget … sengaja deh nggak aku kasih foto, biar pada kesini untuk merasakan sendiri penderitaan tahanan jaman itu … dimana penjara merupakan tempat penyiksaan yang benar benar mengerikan.

Tampak Depan Museum Fatahillah

Untuk penjara yang didepan bagi para pria, itu juga nggak kalah mengerikan. Meski letaknya terkena matahari, tapi nggak tau kenapa saat masuk, nuansanya ngeri aja gitu. Katanya sih dulu itu pernah dijadikan penjara bagi ribuan tawanan masyarakat Tiong Hoa karena dianggap memberontak terhadap VOC… dalam penjara yang cuma seukuran 3×3 meter itu kata si om Guide, dimasukkan 100 orang tahanan. Bujug dah. Udah gitu nggak dikasih makan pula. Mau pipis mau pup juga dibiarkan disitu, sampai mati baru mayat dikeluarkan. Astagaaaa… kayaknya mati lebih baik daripada hidup di penjara situ ya…

Udah ah… serem… kita bahas lainnya lagi. Nah, tapi selain penjara yang menyeramkan itu, yang bisa kita lihat di museum ini adalah koleksi berbagai macam benda bersejarah seperti benda-benda budaya peninggalan masyarakat Betawi, benda arkeologi dari masa Hindu, Budha hingga Islam, bermacam-macam mebel antik, prasasti, keramik dan gerabah, uang logam jaman VOC, aneka timbangan/ dacin, lukisan-lukisan karya Raden Saleh, peta-peta kuno, foto Gubernur VOC bernama J.P. Coen, meriam kuno si Jagur.

Dan yang paling penting buat yang narsis, semua spot kayaknya oke buat foto foto wakakakka … selamat berwisata seru di Museum Fatahillah.
Waktu Kunjungan
Museum Fatahillah dibuka untuk pengunjung, yaitu :
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 03.00 WIB setiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 01.30 WIB setiap hari Jum’at
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 01.00 WIB setiap hari Sabtu
Pada hari Senin dan Hari Besar, museum ditutup untuk umum.

Kok dicoret coret sih, sengaja lagi, dibawah tulisan dilarang coret coret... huffff

oya, bisa loh kalau mau wisata malam malam. Coba Tanya Tanya yach sama kontak dibawah ini. Hehehe sensasinya pasti beda tuh. Siang aja udah serem, apalagi malam.

Alamat Museum Sejarah Jakarta Jl. Taman Fatahillah No. 1 Jakarta Barat Telp (62-21) 6929101, 6901483 Fax. (62-21) 6902387 email: [email protected]




%d bloggers like this: