Melepas Rindu yang Jadi Candu, di Dapur Solo Nyonya Swan

dapur-solo-sunter

ny-swan-pemilik-dapur-solo

Semakin sering datang, semakin tergila gila aku jadinya  … Dapur Solo di kawasan Sunter Jakarta Utara ini emang bikin kangen siapa pun yang pernah mampir. Apalagi alasannya kalau bukan karena masakannya yang … ehem … ‘Pas’ di lidah … ‘Pas’ di perut dan ‘Pas’ dihati. Pokoknya kalau nanya ke para pelanggan yang rata rata setia bertahun tahun, pasti jawabannya, “Ini merupakan tempat makan masakan jawa tengah yang rekomendasi di Sunter”.

Pas di Lidah karena hampir semua menu yang pernah saya coba (Selat Solo, Nasi Langgi, Asem asem Iga, Nasi Gudangan, Nasi Liwet dan Gelantine) semuanya cocoooook di lidah. Misal: Galantine – nya. Galantine ini makanan semacam bistik, terbuat dari olahan daging sapi dan sedikit tepung untuk merekatkan lalu disiram kuah berwarna merah yang terbuat dari tomat (kalau di Jakarta orang biasa menyebut Rolade).

Waaaah,… kereeen!!! Kalau makan disini, piring saya sampai bersih, tak bersisa sedikit pun kuahnya. Soalnya, kuahnya ini segernya tidak main main, benar benar terbuat dari buah tomat yang direbus lalu dihaluskan dan dimasak dengan aneka bumbu dan yang pasti ada bawang putih (ciri khas masakan peranakan) yang bikin masakan beraroma wangi dan gurih. Gelantine disini juga disajikan sesuai aslinya yang terdapat aneka sayur dan kripik kentang. Kres gurihnya.

galantine

nasi-liwet-solo

nasi-gudangan urap khas solo

Lalu yang nendang juga nih, Nasi Liwetnya (Nasi gurih yang beraroma rempah). Nasi liwetnya gurih sekali ditambah dengan lauknya yang meriah. Waaah, nendang sekali. Ada tempe bacem, sambal pepaya muda, telur bacem, ayam suwir dan yang bikin gurih rih rih yang nonjol adalah kehadiran ‘areh’.

Areh adalah santan yang dimasak harus dengan periuk atau tanah liat (kalau gak pakai periuk, gak akan jadi nih si gurih yang bernama ‘areh’). Kemudian setelah matang, gumpalan santan yang ada di atas (langit langit) diambil. Inilah si gurih ‘areh’. Rasanya??? jangan ditanya deeeeh, asin guriiiiiiiih buanget. Terasa semakin mantap begitu dicampur ke nasi liwet.

Lalu, untuk nasi gudangan, ini adalah nasi urap (sayuran yang diberi parutan kelapa yang dimasak dengan bumbu gula jawa, cabai, kencur dan daun jeruk). Urapnya segeeeeeer banget. Segernya ini didapat dari daun jeruk yang kemudian berkolaborasi dengan aroma wangi kencur dan penggunaan kelapa muda yang menghasilkan citarasa manis gurih. Slruup, kok jadi pengen makan lagi ehhehehee …

Untuk Nasi Gudangan ini, lauknya juga ‘Supeer’. Buanyak banget. Lidah deh, ada ayam gorengnya (ayamnya ayam kampung looo, jadinya dagingnya empuk, padat dan gurih), ada kripik kentang yang manis gurih, ada sambal ati kentang, dan ada tempe bacemnya juga. Wuuuiiih, meski terlihat banyak, ternyata usai makan, perut saya tak terlalu kenyang wakakakka, soalnya enak sih, jadi masih pengen nguyah terus …

Alhasil di hari ketika makan nasi gudangan itu, saya pun masih membeli pisang goreng yang mantaaab (pisang raja yang sudah matang, lalu digoreng pake tepung, karena pisangnya manis, gula pisangnya sampai keluar keluar dan menghasilkan sedikit warna hitam di tepung yang bikin gorengan ini makin napsuin), lalu pesen juga bubur jawa yang masih hangat mengepul dan rasanya enaaaak banget, santannya gurih dan segar (isinya ada bubur sumsum, biji salak, kacang ijo dan ketan item yang kemudian di tabur santan … hm…).

Untuk nasi langginya, wow, masakan ini berisi daging yang rasanya manis legit medog, sambal ati ampela yang pedes mengimbangi daging yang manis… terus ayamnya digoreng kering asin… gileeee jadi dalam satu piring ada aneka rasa yang saling mengimbangi seolah yin dan yang… jadi selesai makan lidah ini rasanya masih pengen terus mengunyah… hmmm …

Dan dihari makan nasi langgi ini, saya juga memesan yang namanya serabi solo!!! Serabi nya ini kering, beda sama surabi bandung yang basah dan bersaus, kalau serabi solo ini kering kriuk gurih banget… keliatannya ini menggunakan santan perasan pertama, jadi guriiiih dan wangi banget … 10 jempo (hihiiii, pinjem jempolnya para tetangga) l!!!! serabiiiiiii serabinya enak banget.

Terus asem asem iga nya seger… astagaaaa!!! bener seger banget … karena asemnya ini didukung juga sama irisan blimbing wuluh adudududdd…. Dagingna juga empuks… enaks…. Nah, untuk Selat Solo. Ini juga gak mau kalah diacungi jempol. Bumbunya medog banget. Dagingnya bener bener banyak dagingnya daripada tepungnya (benar benar rasa daging sapi)  … jadinya begitu digigit sari sari daging tuh nempel di lidah guriiih banget… apalagi sausnya yang terbuat dari kuah semur ini aduuu mak nya… manis tapi nggak pake neg, karena manisnya pas didukung dengan rasa asin yang tipis juga lembut dari mustard dan segar dari acar… apalagi kalau dicocol pake kripik kentangnya yang guariiing walah jadi lesu maneh saya nulis iki…

dapur-solo-restaurant

Pokoknya, buat pecinta masakan Jawa Tengah, Dapur Solo di Sunter ini bisa jadi lokasi yang tepat untuk di kunjungi. Apalagi ditambah dengan kehadiran pemiliknya, Nyonya Swan, yang meski sibuk tapi selalu nyempet – nyempetin dateng ke Warung – nya ini hanya untuk sekedar bersapa ‘Hallo’ dan menanyakan apa yang kurang dari masakan maupun rumah makannya kepada setiap pelanggan yang datang.

Bahkan kepada pelanggan yang sudah beberapa kali datang, ia sering kali menyambut bak keluarga. Senyumnya, senyum Khas Solo yang ramah dan adem hehehee …. Semangat ramah ini pun ditularkan pada semua pekerjanya yang meski rata rata hanya mengenyam pendidikan sampai SMU, tapi luar biasa ramah dan profesional.

Kemampuan para karyawannya ini dapat demikian profesional meski mereka tak pernah sekolah perhotelan, berkat kemampuan Pak Heru Kumarga, Suami Ny. Swan yang pada tahun 2004 membantu Ny. Swan mengembangkan Dapur Solo. Tak hanya management, standart resep dan tampilan resto yang dibenahi sehingga lebih rapi, namun juga kualitas para karyawan.

Pak Heru melakukan Transformasi Nilai pada para karyawannya. Yakni GLORY. Atau jika saya menterjemahkan didalamnya terdapat suatu nilai yang berpusat pada Allah. Dimana, setiap orang harus menjalani profesinya dalam kebenaran, ketulusan dan kejujuran.

Melakukan pekerjaan yang berpusat pada Allah yang dipraktikkan di Dapur Solo ini misalnya: Mencuci piring dan peralatan masak tidak asal tapi sampai benar benar bersih; Menggunakan bahan bahan hanya bahan bermutu; Melayani kritik pelanggan dengan hati yang iklas sehingga wajah pun dapat tersenyum tulus; Jika terdapat sedikit kotoran di hidangan dan pelanggan komplain, maka makanan harus diganti baru dengan cara makanan baru diangkat ketika sudah ada pengganti yang baru, jadi pelanggan tau bahwa pesanannya benar benar diganti dengan yang baru, dan masih banyak nilai yang di transfer Pak Heru pada karyawan Dapur Solo.

Untuk nuansa restonya??? Modern Tradisional yang Enak dipakai untuk nongkrong … Dekor pun tidak monoton dan sering di rubah supaya pelanggan tidak bosan. Dapur Solo Nyonya Swan,… aku akan kembali lagi hehehee …

Untuk melihat brosur/ daftar harga dan menu Paket Box Dapur Solo, klik disini.

Alamat Dapur Solo :

JAKARTA UTARA
Jl. Danau Sunter Utara R 35-37
Sunter – Jakarta Utara 14350
Indonesia
T : 021. 640 5812

 

JAKARTA UTARA II
Jl. Danau Sunter Utara No. 7 Sunter II
Sunter – Jakarta Utara 14350
Indonesia
T : 021. 296 15 353

 

SERPONG
Ruko Melati Mas Square
Blok A1 No. 22-23
Jl. Raya Serpong – Tangerang
T : 021. 5315 0505

 

JAKARTA SELATAN
Panglima Polim
Jl. Panglima Polim I No.95
Jakarta Selatan – Indonesia
T : 021. 7222 311

web : www.dapursolo.com

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




%d bloggers like this: