Jalur Baru di Ciampea (Panduan Panjat Tebing di Bogor – 2)

Mas Jajang sedang membuat jalur panjat

Bila membicarakan tebing Ciampea, sepertinya diri ini memutar mesin waktu kembali ke masa lalu. Saat remaja kurus ini masih berseragam putih-abu, menjejakan jempol kaki diatas cadas tanpa sepatu, dan bergantung pada seutas webbing, tak lain untuk menggapai setiap pengaman terakhir di jalur putih, jalur kambing dan jalur toke. Nah ngomong-ngomong soal jalur-jalur diatas, setiap pemanjat pemula yang pernah menjejakan kakinya di tebing Ciampea pasti mengenalnya.

Tentu perkenalan ini bukan disebabkan jalurnya menantang namun karena justru tingkat kesulitannya yang moderat dan berjenjang. Sehingga cocok bagi pemanjat pemula seperti remaja berambut belah pinggir ini untuk mulai memahami setiap bentuk cacat batuan. Makanya, hampir setiap libur dan akhir pekan di tahun 1993, remaja yang belum berkaca mata inipun mulai gandrung menyambanginya. Keranjingan batu tepatnya

Namun seiring waktu, jalur-jalur sport tersebut hanya menjadi bagian rutinitas dalam setiap sesi latihan. Karena latihan pun terus berkembang  mulailah diri ini menjajal jalur-jalur dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, seperti jalur bicycle, tiga bor dan intifada.

Akhirnya rasa bosan pun kembali mendera. Saat jalur-jalur tersebut pun kembali dikuasai.

Jalur-jalur baru di Ciampea

Teruuus panjaaat

Dibandingkan dengan jalur-jalur sport yang tersedia di tebing kalapanunggal maupun Citatah. Tebing Ciampea tentu berbeda, hal ini disebabkan minimnya permukaan batuan. Maka gagasan membuat jalur-jalur barupun sempat tertunda hingga beberapa tahun kedepan.

Namun karena besarnya hasrat, aksi pembuatan jalur pun tetap dilakukan. Diawali dengan semangat Indra membuat jalur Taliban, disusul Andri “kebo” dengan membuat jalur Strawberry-Tiram, tak mau ketinggalan penulis pun membuat jalur West Bank dan akhirnya ditutup dengan upaya bersama merestorasi pengaman-pengaman jalur Revolution yang berkarat dan terlupakan. Jalur revolution memang lama terabaikan karena cukup sulit dipanjat dan batuannya selalu basah. 

Sepi dan Terabaikan
Mereka yang pernah datang ke tebing Ciampea diawal dekade 90-an hingga tahun 2000-an tentu pernah merasakan sesaknya teras di tebing Ciampea oleh gerombolan-gerombolan pemanjat dari berbagai klub dan organisasi. Saking ramainya, jangan harap anda yang pemalu ataupun malas mengantri bakal kebagian jalur “ngga bakalan ada jalur yang nganggur man”. Kecuali jalur tangga yang memang lebih sering dipakai untuk latihan naik turun tebing (ascending-descending) maupun hanya sekedar latihan mengenal olahraga ini.

bebarengan serunya

Tapi itu semua hanya tinggal cerita, tebing Ciampea semakin hari semakin kehilangan magnetnya menggaet mereka yang mengaku pemanjat. Pemanjat yang seharusnya bisa berprestasi di tebing alam dan tebing buatan. Kini alih-alih hanya sekedar mengejar kompetisi demi uang dan pengakuan hanya di arena tebing buatan.

Jalur-jalur di Ciampea

No Route Name Type Grade Length

(m)

Runner Created Block By
1 Putih Sport Climbing 5.8 5 2
2 Revolution Sport Climbing 5.12 11 5 2002
3 Kambing Sport Climbing 5.9 11 3 Ibe
4 West Bank Sport Climbing 5.11 7 3 2002 Jajang
5 Tiga Bor Sport Climbing 5.11 5 2
6 Intifada Sport Climbing 5.12 5 3 1989 Mauly
7 Bicycle Sport Climbing 5.10 7 3 1989 Mauly
8 Taliban Sport Climbing 5.11b 9 5 2000 Indra
9 Toke Sport Climbing 5.9 7 3
10 Strawberry Sport Climbing 5.8 8 3 2002 Andri kebo
11 Tiram Sport Climbing 5.8 7 3 2002 Andri Kebo
12 Momen in Time

(M I T)

Sport Climbing 5.11d 4 2
13 Tangga Clean Climbing 5.7 15

Karaktertistik Tebing Ciampea

Jenis Batuan : limestone
Ketinggian   : 5 – 30 M
Jumlah Jalur : 13 jalur
Grade         : 5.8 – 5.12

Character pegangan : Variatif ( dominasi pocket )
System Pemanjatan : – Sport Climbing
Interest : – Pemandangan puncak tebing dikelilingi sawah & hutan
– Fauna : Monyet, burung Udang, Ular, Tokek, burung elang dll
– Flora  : Carsen, Anggrek liar dll
– Bio thermal yg ada di tengah sungai ( lumayan bisa dipake mandi)

Menuju Lokasi

Dari Jakarta anda bisa memilih rute: Jakarta-Bogor-Ciampea-Leuwi Kancra

tanks to : didi saiful mohawk, temen-temen fpti kota bogor, dll

Penulis: Jajang DirajanagaraProduser Divisi News TPI- untuk bertanya lebih lanjut bisa melalui [email protected]

Makasih ya Mas Jajang … blog mas jajang : http://rocknrapids.multiply.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: