Kawah Putih, Negeri Dewa Dewi di Selatan Bandung

Akhirnya keinginan untuk pergi ke Kawah Putih, tercapai sudah. Dari Kota Bandung, Lokasi Kawah Putih ini masih 44 km kurang lebih perjalanannya. Tepatnya di desa Sugih Mukti kecamatan Pasir Jambu, Gunung Patuha, Ciwidey, Bandung. Berhubung sampai sana sudah sore, warga tidak menyarankan kami (saya dan 3 orang teman lagi) untuk menuju ke Kawah. Akhirnya kami menginap di sebuah Villa yang cukup keren dengan taman taman strawberry yang indah. Lokasinya benar benar hampir di depan Gapura Kawah Putih.

Ternyata punya ternyata. Makin malam udara di sini makin menusuk tulang. Menurut warga, suhu disini pada malam hari bisa mencapai 5 derajat celcius, meski diperkirakan saat itu suhu ‘hanya’ 10 derajat celcius. Ampuuuuun!!! Ternyata lagi, villa yang keren ini tidak memiliki pemanas ruangan. Pun diperparah dengan bangunan yang hanya terbuat dari kayu yang masih memiliki celah celah yang dapat membuat angin dingin masuk menyelinap dengan mudahnya ke dalam setiap ruangan villa.

Alhasil, seluruh ruangan benar benar sangat dingin, terutama air di kamar mandi yang sedingin air kulkas. Sangat kurang beruntung pula, pengetahuan yang minim saya akan ciwidey ini membuat saya makin tersiksa. Sebelum kemari saya memang tidak pernah mencari tahu seberapa rendah suhu disini, sehingga saya sama sekali tidak membawa baju hangat. Baju tidur saya hanya berupa baby doll bergambar mickey mouse dengan kain katun yang tentunya menyerap dingin. Selimut yang disediakan pihak villa juga bukan selimut dari woll yang hangat, melainkan selimut berbahan licin yang juga menyerap dingin. Lengkap sudah penderitaan. Satu satunya baju hangat saya adalah jaket merah yang ukurannya mini. Tentu saja tidak mampu menghangatkan tubuh, karena tangan saya saja tidak tertutup oleh jaket ini.

Untuk menggambarkan betapa dinginnya udara malam itu, bicara sedikit saja, asap tebal akan keluar dari mulut kita. Solusi terakhir, meski mata sudah berat, saya pun memilih untuk keluar dari villa bersama teman dan menghangatkan diri di warung jagung bakar. Hm,… duduk dengan jarak 15 centimeter dari tempat pembakaran jagung sungguh hangat.

Pemandangan yang saya lihat pun, wow ternyata yang kedinginan bukan cuma saya, warga aslipun juga menggunakan pakaian hangat lengkap, mulai dari jaket, syal hingga sarung tangan dan sepatu. Jadi peringatan buat anda yang hendak menginap di daerah sekitar kawah putih, jika anda menginap di penginapan tanpa perapian, lebih baik persiapkan baju super tebal. Dingiiiiiin!!!

Menuju Ke Kawah Putih

Akhirnya, pagi pun tiba dan matahari yang kucinta datang juga. Meski udara sudah menghangat, aku tetap tak sudi mandi dengan air kulkas. Kuputuskan, mandi di air belerang yang merupakan fasilitas Villa. Hangaaat!!! kalau sudah masuk ke kolam ini rasanya bener bener nggak pengen keluar. Tapi matahari jugalah yang ternyata mengusir saya, karena makin siang tentu makin panas dan panas tambah panas jadi sangat panas.

Baru deh, kami pun menuju ke Kawab Putih. Dengan mobil, sekitar 5 kilo pun terasa cepat. Ternyata, parkiran pun tak terlalu jauh dengan objek wisata Kawah Putih nya. Deket banget malah. Dan begitu usai melewati anak tangga menuju ke bawah, astagaaaaaaa!!!! Terpujilah Tuhan yang menciptakan Langit Bumi dan Segala Isinya!!! Indah sekaliiiiii!!!

Pegunungan dan sebuah danau yang beruap memancarkan nuansa bak di negeri Sun Go Ku.Benar benar indah bak Surga (meski saya belum pernah ngintip Surga ya hehehehe), tapi sungguh anda tak akan kecewa meski harus memiliki nasib seperti saya harus beku di malam hari, tapi segala siksaan malam itu rasanya sungguh tak berarti ketika melihat keindahan Kawah Putih ini. So Beautifull, Piaw Liang, Kawai, Uapeeeeek tenan.

Katanya sih nama kawah putih berasal dari tanah disekitar yang warnanya emang agak putih bersih. Tanah putih ini lalu berpadu dengan air kawah berwarna hijau yang mengeluarkan asap (infonya warna air ini bisa berubah ubah tergantung cahaya matahari). Keindahan tempat ini membuat beberapa orang melakukan foto pre wedding di kawasan kawah putih ini, baik disekitar kawah mau pun di bagian lebih atas lagi dimana terdapat banyak batu besar dan ranting ranting patah yang eksotik.

Oya, menurut Pak Penjaga, di daerah sini masih ada macan kumbang dan macan tutul loh. Tapi sudah jarang sekali terlihat dan memang mereka tidak nongol di daerah wisata ini. Jadi jangan kuatir, karena area mereka adalah di dalam hutan nun jauh di atas sana.

Menurut data, kawah putih adalah sebuah danau kawah dari gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m dpl. Selain Kawah Putih, masih terapat sebuah kawah yang bernama Kawah Saat dengan ketinggian 2.194 m dpl dan terletak di puncak bagain barat gunung Patua. Karena di danau kawahnya memiliki kandungan belerang sangat tinggi, pada jaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada jaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenxaka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer.

Informasi: tiket masuk – setiap orang dikenakan biaya Rp 10.000,00, sudah termasuk premi asuransi. Buka mulai pukul 07.00 – 17.00, Senin sampai dengan Minggu. Jika anda ingin menuju ke sini dengan kendaraan umum, mungkin anda bisa terlebih dahulu menuju ke Terminal Kebun Kelapa atau Leuwi Panjang Bandung. Setelah sampai di Ciwidey, lanjut deh dengan angkutan pedesaan menuju ke Situ Patengan. Sampai deh …

Lokasi : Kawah Putih. Ciwidey. Bandung Selatan, Jawa Barat

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja




2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: