Gurihnya … bebek di goreng dalam kenci dan di bakar dalam kendil

bebek kendil

“Bebek bertebaran” … hm mungkin ini hanya kalimat biasa yang sering anda dengar, karena memang sejak booming 3 tahun lalu, seolah warung kaki lima sampai restaurant bintang lima ramai ramai berebut pasar dengan menghadirkan racikan bebek. Tapi, kalau kata “Bebek berterbangan!” ??? ups … pernahkah anda mendengar sebelumnya?

Jika belum, yuk saya ajak anda mengenal sebuah resto yang cukup kreatif dalam menjaring pelanggan. Yakni, Bebek Kendil, dikawasan kemang Jakarta Selatan. Tapi sayang, atraksi ini tidak ada setiap saat, melainkan hanya pada hari hari dan jam jam tertentu saja, yang saya juga lupa nanya tuh, hari apa aja baru ada atraksi bebek terbang.

Berbekal resep keluarga dan nama besar Bebek Kendil di Semarang Jawa Tengah, Budi Setianjaya pemilik Bebek Kendil yang baru saja membuka cabang di Jakarta ini, seolah ingin mencipta sesuatu yang unik dibanding hanya sekedar pelanggan datang makan dan pulang.

bebek goreng

Ia membekali para pegawainya ber-juggling ria. Dan yang di juggling bukanlah bir atau cocktail, melainkan bebek. Setelah di juggling maka bebek akan dilempar sebelum akhirnya masuk dalam kenci penggorengan atau kendil pembakaran.

Dan kenapa pula nama restonya kendil? Ini dia komentar si empunya resto, “Pokoknya dari proses masak sampai tersaji di meja makan, semuanya dilakukan dengan kendil”.

Kendil sendiri adalah alat masak tradisional masyarakat Jawa Tengah. Terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar. Alasan penggunaan kendil karena menyimpan panas sehingga sangat baik dalam proses memasak. “Bisa matang sempurna tapi tidak gosong” sebut Budi.

Hasilnya? Ketika saya tanya pada para pelanggan, “Yang bakar ini jelas beda ya rasaya dengan bebek yang di bakar diatas bara api langsung. Dengan menggunakan kendil, otomatis bebek menjadi kering dan tidak ada arang yang menempel. Jadi dari segi kesehatan mungkin ini lebih sehat ya”

Lalu pelanggan yang makan bebek goreng mengatakan, “Apa ya? Lebih renyah. Matangnya rata. Nih liat kulitnya sampai kriuk”

Waaaah, saya jadi penasaran, akhirnya pesanlah saya. 1 bebek bakar, 1 bebek goreng, 1 sop bebek. Weleh weleh … ternyata benar, pemasakan dengan menggunakan kenci dan kendil memang memberikan sensasi garing yang berbeda. Namun di atas segalanya, bumbunya ini loooo enak. Manis. Saya suka.

Ya, tipikal masakan jawa tengah yang manis. Kebetulan saya nggak hanya penyuka rasa gurih asin tapi saya juga penikmat masakan manis. Saya suka sekali bumbunya. Tapi, jangan kuatir buat yang gak suka manis, bumbu saya manis karena saya pesannya memang rasa manis. Disini soal kepedasan ada tingkatannya kok, ada manis, sedang dan pedas sampai sangat pedas. Wow …

Dan usut punya usut, ternyata bumbu super duper yummy yang sesuai dengan lidah saya ini, proses pembuatannya sangat lama. Lebih lama dari proses membuat bebek yang hanya dibacem dengan rempah rempah selama 3 jam. Untuk membuat bumbunya, dibutuhkan waktu 8 jam!!!

“Kita pernah merebusnya hanya tiga jam. Ternyata rasa bawangnya masih berasa dan banyak pelanggan yang protes,” kata Pak Budi yang kini sudah sangat paham seluk beluk memasak bebek.

wah wah wah … gimana? Mau nyobain bebek terbang berbumbu Semarangan? Yuk mari ….

BEBEK KENDIL. Jl. Kemang Raya No. 126A. Jakarta Selatan. Telp. 021 41037330

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




4 comments

  • Waaah…jadi ngiler pingin nyicipin kendilnya, eh bebeknya…pasti rasanya Mak Nyun!!!
    Tp awas jgn banyak2 makan bebek… ntar efeknya kayak orang indonesia, budayanya budaya ngekor…hehe

  • wakakakakakka… ini pasti mas anjas prawiokov nih ya hheehheee …. bukannya baik ya kayak bebek? artinya tau ngantri gak main serobot … wkakkakaa kita berpikir seperti koin yang punya 2 sisi berbeda … hihihiiiii … ayo mau gak hari ini kita ke bebek kendil? ntar sore aku mau kesana lagi ,…. mau makan yang goreng kriuk eheeeem

  • bebek itu bukan ngantri, tp kagak punya motor aja mereka, kalo punya motor dijamin mereka nyalip n main serobot… contohnya motor bebek, suka nyalip bajay…weeekweeeekweeek….

  • wakakakakakkk… pemikiran mas anjas memang berbeda dari orang biasa hahahahaa …. ngebayangin bebek naek motor aja dah geli.. hahahahaa … saingannya bajaj pula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: