Foto foto di Kuburan, wah ternyata hasilnya nyeni banget … Nggak percaya? Lihat saja Hasilnya disini

Salah satu sudut di Museum Prasasti

Mengunjungi Museum Taman Prasasti Tanah Abang, akan membawa anda masuk ke nuansa yang berbeda. Lahan bekas pemakaman orang Belanda dan Eropa lainnya dengan nama Kebon Jahe Kober ini pada zamannya di tata sedemikian indahnya serupa sebuah Taman yang dikelilingi oleh patung patung cantik buatan para seniman Eropa.

Pemakaman ini mulai dipakai tahun 1795 terutama bagi pejabat dan tokoh tokoh penting. Seperti Mayjen J.H.R Kohler, Dr. W.F. Stutterheim, Olivia Mariamne Raffles, Miss Riboet, hingga Soe Hok Gie. Bahkan dimuseum ini juga tersimpan Peti Jenasah Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno – Hatta.

Tiket masuk ke Taman ini hanya Rp. 2.000,00 untuk dewasa, Rp. 1.000,00 untuk mahasiswa dan Rp. 500,00 untuk anak anak. Buka pukul 9 pagi hingga 3 sore. Tutup hanya pada hari senin dan hari libur nasional.

Museum Taman Prasasti diresmikan pada tanggal 9 Juli 1977 oleh gubernur DKI Ali Sadikin. Begitu masuk kita akan mendapati pilar pilar yang seolah belum selesai pengerjaannya, konon saat itu ide Ali Sadikin untuk merapikan museum ini tidak disetujui oleh Belanda, jadinya ya setengah jadi aja deh heheheee…

Oya, Ini merupakan bangunan makam, namun tidak ada Jenazah disini, karena semua sudah dipindahkan. Ada yang dibawa pulang ke Belanda ada pula yang dipindahkan ke Makan yang lain. Pada beberapa makam sendiri terdapat Logo Heraldik. Logo ini semacam lambang status sosial, yang diberikan kepada suatu keluarga karena memiliki jasa tertentu.

Keren kan

Disini juga ada patung seram yang terdiri dari replika tengkorak kepala manusia yang ditancap pedang. Monumen ini didirikan sebagai penanda keberadaan kebencian Pieter Erberveld terhadap pemerintah Batavia yang sewenang-wenang. Beberapa kali Pieter Erbelverd melakukan perlawanan terhadap pemerintah dengan dibantu oleh Raden Kartadriya.

Belanda menuduh Erbelverd hendak melakukan pemberontakan dan melakukan pembantaian terhadap etnis Belanda. Maka, Belanda pun getol mengejar si Erbelverd.

Lalu, ketika tertangkap, Erberveld diganjar hukuman : Tangan dan kakinya diikatkan ke 4 ekor kuda kemudian ditarik ke 4 arah yang berbeda. Tentu saja badannya robek dan berhamburan di jalan. Huaaa serem banget ngebayanginnya.

Lokasi tempat eksekusi Erberveld yang terletak di tepi Jacatra-weg ini kini dikenal dengan Jalan (Kampung) Pecah Kulit, yang sekarang menjadi Jalan Pangeran Jayakarta. Itu jalanan di Jakarta yang ketika nggak hujan aja banjir hehehe, parah saluran drainase disana.

Kepala Erberveld ini kemudian ditusuk dengan pedang dan dijadikan monumen sebagai peringatan kepada warga agar tidak melawan Belanda. Sebuah prasasti sepanjang sekitar 8 meter pun dibuat yang berisi peringatan dalam bahasa Belanda dan Jawa untuk tidak mendirikan bangunan atau menanam tumbuhan di sekitar monumen. Nah,  Prasasti yang terletak di sini sendiri esbetulnya merupakan pindahan dari Kampung Pecah Kulit.

Di museum ini juga terdapat Kereta. Ternyata ia adalah kereta pengangkut Jenasah. Nah, nggak jauh dari sini ada batu nisa Olivia Mariamne Raffles, istri pertama Thomas Stamford Raffless saat masih menjabat jadi Gubernur Letnan Jawa ketika pemerintahan Inggris. Olivia inilah yang mencetuskan ide sehingga kini kita bisa menikmati sebuah Taman yang indah di Bogor yaitu Kebun Raya Bogor.

Patung patung yang terdapat di Museum Prasasti

Di Museum ini juga terdapat nisan Soe Hok Gie, tokoh pergerakan mahasiswa era tahun 1967-1969, yang meninggal menghirup gas beracun di Gunung Semeru.Selain Soe Hok Gie, ada juga nisan Miss Riboet. Penyanyi dan penari terkenal dari kelompok seni Orion Junior yang didirikan suaminya, Tio Tek Djien, pada tahun 1925. Selain menari, Miss Riboet piawai memainkan pedang. Miss Riboet sendiri terkenal berkat lakonnya di Juanita de Vega karya Antoimette de Zema. Dan masih banyak lagi nisan nisan dengan nama orang terkenal pada zamannya.

Tempat foto foto

Saking indahnya tempat ini jika diabadikan dengan foto, banyak orang melakukan hunting foto di tempat ini. Bahkan beberapa foto pre-wedding juga dilakukan disini (gile ya gak ada takutnya, foto pre-wedding di antara makam hehehe). Selain foto foto, beberapa shooting video klip juga kadang mengambil area ini sebagai latar.

Museum Taman Prasasti. Jl. Tanah Abang I no 1 Jakarta Pusat. 021 385 4060




%d bloggers like this: