Cuan Cuan Belanak Menu Khas Semarang yang Nyaris Punah

Cuan Cuan Belanak

Pernah denger nama makanan Cuan Cuan Belanak belum? Kalau belum, sama … hehehe saya juga baru kali ini denger nama itu. Dengernya juga pas mampir ke warung semarangan ini, “Mau nyobain menu baru, cuan cuan belanak?”, tawar sang Pemilik Pak Eddi. Penasaran, “Heh? apa itu?”, “Ikan masak Tauco. Hm… ini menu yang nyaris punah di Semarang sana emang, jadi biasanya yang tau makanan ini ya cuma orang orang usia di atas 40 tahun” … (ow pantes, dalam hatiku “Akyu kan masih imyut” hehehee….

Tak lama datanglah si cuan cuan (ada hubungannya gak ya sama bahasa gaul “ngecuan” – ngambil untung, red) wakakakakakkk … oke langsung kita coba saja si cuan cuan ini. Wow, untuk kuahnya seger yach (mana gue tau, yang makan kan loe – wakakakkaka – isi hati pembaca) …. jadi segernya itu seger tauco yang berasimilasi dengan bawang putih kepruk. Nah, istimewanya sendiri juga terdapat pada Sang Ikan sendiri yang mengaku keturunan ‘Belanak’.

Belanak ini ikan laut yang durinya bisa dibilang hampir gak ada. Alias dia cuma punya duri ditengah doang. Jadi pas makan enak, gak pake ribet milihin duri. Asal comot, langsung makan. Selain itu, ciri belanak ini juga terdapat pada daging ikannya yang nggak padat. Jadi secara nalar, ikan jenis ini emang pasnya di bikin masakan kuah. Kenapa? karena ikan daging tidak padat, itu akan lebih cepat menyerap bumbu, sehingga bumbu yang merendam akan terasa sampai ke tulang tulang ikan.

Keren ya … sementara di Semarangnya sendiri si cuan cuan ini sudah susah di cari, eee ternyata malah adanya di Jakarta hehehee…Yuk mari buat yang kangen cuan cuan … eee, ya… untuk menu khas Semarang sendiri bukan cuma cuan cuan ya … sebagai rumah makan Khas Semarang, Waroeng Eddi berusaha untuk menyajikan semua yang khas Semarang disini. Seperti yang saya dan teman teman saya pesan ini.

Aneka Makanan dan ekspresi - Foto bersama Pak Eddi dan Karyawan

Ada Nasi Goreng Iso Babat yang Iso dan Babatnya di import langsung dari Salatiga (Salatiga memiliki kualitas sapi yang berkualitas, tutur Pak Eddi), lalu ada ngohiong yang terbuat dari ayam cincang yang dibumbu ngohiong lalu di gulung dengan kulit pangsit, kreeees gurihnya. Pesen juga tahu petis yang petisnya langsung dari semarang juga (karena semarang kebanyakan makanannya adalah peranakan, maka petisnya pun beraroma bawang putih yang kuat… nyummmmy banget).

Nggak mau ketinggalan, pesen juga lumpia. Ini spesial disini juga lumpianya. Pas dimakan emang enaaak… rebungnya ini yang bikin istimewa. Di sini rebung juga dikirim langsung dari Semarang, karena rebung Jakarta emang beda ya … kalau rebung Semarang itu lebih gurih, lebih tidak beraroma dan tidak berlendir … Jadi ketika dimakan pun so pasti kita tidak akan menemui aroma yang mengganggu.

Nah terakhir saya pesan es campur gang Lombok. Ahiiiing … seger euy … sirupnya juga langsung dari Semarang, sirup yang memang digunakan di es campur gang Lombok. Enaknya es campur ini, karena segernya bukan cuma karena dia dingin pakai es, tapi emang karena ada perasan jeruk nipis di dalamnya. slruup …

WAROENG EDDI. Jl. Pesanggrahan Raya No 8a, Puri Kembangan – Jakarta Barat. 021 7009 6248

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




%d bloggers like this: