The Changi Museum Singapore (Panduan Wisata Singapore)

Udah ngecek di website, udah ngecek naek bus no berapa aja, stop dimana, ganti bus dimana…dan ada google map di tangan, maka dengan percaya diri saya langsung menaiki bus dari depan rumah saya ke arah Changi Village.

Sambil sesekali melihat ke arah google map, saya menikmati pemandangan di kanan kiri saya. Hehe..bukan pohon cemara tentunya..melainkan gedung-gedung belaka.

Oke.. perjalanan usai. Sampai lah saya di perhentian untuk berganti bus.

Dengan tetap sesekali melihat ke google map, saya melihat dan mencari-cari tanda2nya. Tak lama kemudian, “Yes, itu ada signage nya The Changi Museum”, demikian batinku. Di sebelah kanan mulailah terlihat Changi Prisoner. Yup, penjara. The real one. Aku pencet bel di bus. Turun. Beli minum karena panas banget, dan karena mau memastikan tempat tujuanku. Ternyata, si boss tak tahu tempat tujuanku. Padahal kalo diliat di google map, si Changi Museum ini ada di depan mata. 🙁

Akhirnya, berdasarkan google map, aku berjalan kesana kemari. Dan..voila… tetep ga ketemu…. huhu… dengan putus asa akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada sipir penjara, dan dia menunjukkan arahan ke aku. “Iya mbak, itu lempeng aja, trus ada pertigaan, belok kanan, ntar di sebelah kanannya mbak” *versi terjemahan bebasnya*.

Aku ikuti rute sampe tiba di ulu-ulu (red: daerah pinggiran yang jarang terjangkau umat manusia). Pengen nangis. Udah jauh. Panas. Nanya orang. Ga nemu tempatnya lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali di tempat aku turun dari bus tadi. Sementara aku berbalik, di depan mata, tiba2 ada taxi baru keluar dr sebuah apartment. Segera aku panggil taxi itu dan aku minta dia antar aku ke Changi Museum. Dia bilang “di depan itu kan mbak, kan udah dkt banget tuh”. Aku bilang “ga papa pak, panas nih..” Sang sopir pun mengalah.

ini lho ulu-ulu yang aku kesasar :'(

Aku diantar sampe pas di depannya Changi Museum. Ternyata memang dekettt banget hahahaha….saking tadi udah nyasar kemana2.. T__T  Oya oya, ampir lupa bilang, driver nya mungkin kasihan ama aku, jadi aku naek taxi ga ditarik biaya hahahaha…..thx God for that one.

Oke..jadi Changi Museum ini adalah museum yang didedikasikan kepada siapapun yang menderita selama masa-masa gelap di Perang Dunia II.

Sangat memorial sekali apalagi buat yang dulu leluhurnya pernah jadi tawanan perang. Ah..memang perjalanan ke museum di singapura selalu memberikan kesan tersendiri.

Beberapa fasilitas yang bisa ditemukan di area ini adalah Changi Museum itu sendiri, Galeri yang menceritakan Sejarah Changi, Changi Chapel, replika dari Changi Murals dan Changi Quilts2 hal sederhana yang saat itu menjadi sumber penyemangat hidup dan penopang moral para tawanan perang, lukisan, sketsa oleh Artis Jaman Perang,  Toko Oleh-oleh, dan tak lupa setelah menikmati tur di museum ini Anda bisa rehat di restoran LongHouse nya.

Peta Museum (Reproduced with permission of The Changi Museum, Singapore)

Museum ini juga menyediakan In-House & Audio Tours juga Changi Museum War Trails &trademark;. Untuk detail tur mungkin bisa klik disini.

Secara garis besar, Museum ini dibagi menjadi 5 Zone plus Chapel plus Gift Shop. Zone 1 berisi banyak sekali benda-benda unik dan menarik yang jarang kita temui sekarang (utamanya untuk warga Singapura yang modern). Ada surat-surat peninggalan masa perang, foto-foto hitam putih, lukisan-lukisan yang dilukis diam-diam,  piagam penghargaan, lencana, seragam tentara Jepang, rantang, lentera, borgol, senjata api, baju singlet dan celana pendeknya, topi, peta dan banyak hal lagi.

Zone 2 merupakan sudut dimana kita dpt membayangkan bagaimana para tawanan perang itu harus hidup 1 kamar berempat, dlm ruangan berukuran sempit, dan ada replika pintu sel penjara juga disitu. Zone ini juga merupakan tempat showcase untuk Quilts.

Zone 3 berisi tentang mural yang digambar oleh salah seorang tawanan perang saat itu. Mural ini merefleksikan ayat-ayat dalam alkitab tentang kasih Yesus. Selain Quilt yang dipertunjukkan di Zone 2, mural inilah yang terus menopang moral para tawanan perang. Disaat mereka letih, maka mereka akan memandang mural ini dan mendapatkan pengharapan baru. Demikian kesimpulan dari apa yang aku baca ketika aku melewati zone 3 ini.

Di saat perang berlangsung, para artis tidak mau ketinggalan. Mereka berperang melalui pena mereka. Mereka mengabadikan momen-momen yang ada melalui sketsa, gambaran maupun lukisan mereka. Seringkali hanya dengan cat seadanya. Tapi gambaran itu begitu hidup dan merefleksikan apa yang terjadi saat itu. Karya mereka dapat kita lihat di Zone 4.

Zone yang kelima didedikasikan untuk semua orang yang telah berjuang, telah berperang untuk mempertahankan Singapura dan Malaya. Zone ini dinamakan We Remember. 🙂 Disini, ada banyak lencana dan penghargaan yang menceritakan perjuangan tersebut.

Buat pengunjung yang tidak puas hanya memandang, maka di Giftshop mereka dapat membeli koleksi buku Perang Dunia II, buku-buku tentang militer dan juga Sejarah dan Budaya Singapura.

Sangat disayangkan, semua objek yang saya gambarkan diatas tidak boleh dipoto *ingetku ga boleh dipoto* *sudah cek diwebsitenya, emang ga boleh dipoto niihh*..jadinya aku ambil poto yang di luarnya aja ya…

♥ Enjoy the pics !

Peta Changi Singapore untuk mengingat kejadian-kejadian selama tahun 1942-1992

Pintu Gerbang Changi Museum

Changi Chapel

Altar di Changi Chapel

Changi Chapel

Notice Board ~ Tempat orang menyematkan doa atau pun kata2 yang membangun dan ungkapan terima kasih untuk pejuang-pejuang tak dikenal di jaman tersebut

Pemandangan dari Altar Changi Chapel

Tsuru dan cerita dibaliknya

Karangan Bunga

Lilin dan Secercah Harapan

Bunga di atas meja

Bangku Saksi Bisu

toilet "jaman dulu"

The Changi Museum, 1000 Upper Changi Road North Singapore 507707, P: +65 6214 2451, F: +65 6214 1179, Email: changimuseum@singnet.com.sg, www.changimuseum.com

FREE ADMISSION FEE (Gratis masuknya)

Naik SBS No 2 dari Tanah Merah MRT Station, atau SBS No 29 dari Tampines MRT Station. Berhenti di bus-stop di seberang Changi Museum.

nb: kalo yang no bus ini, PASTI benernya karena mereka bener2 berhenti pas di depan museum nya. 😛

Pengalaman dan dokumentasi oleh Sophia Novita Angkadjaja




2 comments

  • Hihiiiii … yang mau kesini inget tuh Naik SBS No 2 dari Tanah Merah MRT Station, atau SBS No 29 dari Tampines MRT Station. Berhenti di bus-stop di seberang Changi Museum … jangan terulang pengalaman diatas wkakakkakaa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: