Cahaya Kota, berdiri sejak 70 tahun silam dan menjadi langganan Presiden RI sejak zaman Ir. Soekarno

Gurame Asam Manis Lecy

Usianya sudah hampir 70 tahun. Bukannya meredup ia justru tampak mentereng. Siapa namanya? Tentu saja Cahaya Kota. Resto yang satu ini sudah terkenal sejak lama, bahkan ini merupakan Resto langganan Presiden Pertama Kita Ir. Soekarno. Lalu secara berturut turut juga menjadi langganan Presiden RI berikut berikutnya.

Yang luar biasa, meski anda setiap hari datang kemari, juga nggak akan pernah bosan. Mengapa? karena daftar menunya panjang banget, saya sampai lelah menghitung ada 100 menu lebih. Mulai dari Bubur, Sop, Seafood, Goreng, sampai apa aja ada kayaknya nih. Jumlah itu belum termasuk rentetan daftar minumannya loooo. Oya disini juga ada masakan Chinese yang yahui dan mahal pastinya, teripang. Mahal karena emang banyak manfaatnya. Tapi karena mahal jadi aku pilih makanan yang murah meriah aja hehehee… gurame asam manis leci dan sapo juga udang mutiara.

Rasanya??? aduh enak … bener bener seger apalagi untuk yang asam manis terus ada lecinya huiiii … berhubung aku maniak leci, yaaa gitu deh … mantabz benar … terus udang mutiaranya itu udangnya gendut banget, pas dimakan kres kres enak buanget  heheheee… sapo seafood yang merupakan andalan, juga maut hehehee…

udang mutiara

Dan menurut pemilik Sinar Kota, Burhanudin Le, resep disini tetap dipertahankan rutun temurun. Demikian pula kokinya semua direkrut secara bertahap, mulai dari mencuci piring, pemotong sayur sampai akhirnya baru boleh jadi koki. Ini supaya mendalami masakan nggak cuma dari segi rasa, tapi juga kebersihana dan penjiwaan.

nyam nyam nyam … selera kuno yang lekang oleh lidah generasi muda… nyum nyum

CAHAYA KOTA. Jl. Wahid Hasyim 9 Jakarta Pusat. 021 3193 4885

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja




11 comments

  • Pingback: Wisata Seru » Blog Archive » Daftar Alamat Rumah Makan Enak di Jakarta (semua pernah kucoba)
  • kisaran mulai dari 20 ribu sampe 100an … um ya tergantung pesen apa hehehee … dan ini aku lupa euy, makan disana itu sekitar 2 tahun lalu hehehee,.. terus nggak nyatet harganya berapa hihiihi … tapi ya kisarannya segitu sih, atau biar lebih mantab coba telp aja ya mulki 🙂

  • setuju…enak tenant….
    tp harganya mmg aga mahal ya…. cuma sesuai sih sama service yg diberikan…. kebersihan terjamin….
    pemiliknya sangat memperhatikan kebersihan dari yg keliatan (tampilan di meja) sampai yang jarang diperhatikan org (toilet)
    semua perlengkapan disediakan dgn detail…. jempol buat cahaya kota….

  • Benar GAN !! Menu masakannya enaaak teennaann !! Sya suka buanget dengan menu makanan Bihun Goreng Ayam khas-nya; kering tanpa minyak ! Restoran ini dulu konon didirikan pada tahun 1943 dan pertama kali bernama “TOENG KONG”, beberapa tahun kemudian berubah nama menjadi “TJAHAJA KOTA”. Seiring dengan diberlakukannya Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tentang Bahasa Indonesia berdasarkan Keppres No 57 Tahun 1972, maka restoran bernama “TJAHAJA KOTA” itu pun berubah nama menjadi “CAHAYA KOTA” (sampai sekarang). Gedung restoran ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Kebersihan restoran ini benar-benar apik. Ruang restoran terbagi dua. Satu ruangan dengan area besar dimana terdapat panggung mini untuk pentas musik organ tunggal, dan beberapa ruangan lainnya adalah tertutup khusus untuk keluarga (family room). Di ruangan ini tersedia fasilitas karaoke. Silahkan mampir di restoran ini, para waitress yang berpenampilan menarik, sopan, dan bersih akan menyambut anda dengan hangat kenyamanan dan kesegaran bernuansa legendaris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: