Hari ini, berbekal informasi “Di jalan raya cileduk, kreo, Tangerang, ada bebek rasa ayam kampung yang bakal bikin kamu gemrobyos lalu pulang dengan rencana akan kembali lagi kesana karena rindu rasanya”, saya yang merupakan penikmat bebek ini,langsung tanpa ragu tancap gas menuju ke kreo yang naujubilah jauh juga yach, 1 jam perjalanan dari area kebon sirih Jakarta pusat.
Setelah tengok kanan kiri kanan kiri, akhirnya ketemu juga tuh warung BEBEK GOBYOS. Kepalang tanggung, jauh jauh ke kreo, sayapun memesan aneka bebek yang ada disana. “Bebek gobyos 1, bebek cabe ijo 1, bebek goreng 1, bebek bakar 1 dan minumnya the rosella”, ucapku pada pelayan yang cukup ramah.
Nggak pake lama, 4 macam bebek itu sudahmuncul. Pertama tentu saya langsung mencoba yang disebut BEBEK GOBYOS. Wow … wow … wow … ternyata ini adalah bebek penipu hahahaa … pertama menyentuh lidah, bebek dengan bumbu berwarna hitam ini terasa manis, tapi begitu buliran minyak dari sari sari cabe rawit yang sudah membaur sempurna dengan kecap ini melewati kerongkongan, astaganagaaaaa pedaaas nya benar benar bikin gobyos!!! Baru tiga cuil, keringat saya sudah mulai berjatuhan.
Pedas sekali, maklum meski berwarna hitam tapi sejatinya bumbu berwarna coklat ini 90% nya berisi cabe rawit matang. Huuuuuaaaah… Apalagi ditambah dengan sensasi lada… benar benar membuat gobyos badan ini.
Tanpa diduga tanpa disangka, untuk menghabiskan 1 porsi bebek gobyos ini saya telah menghabiskan 2 piring nasi putih. Hm,… dan ketika kulirik pelanggan lainnya, mereka ternyata juga tak jauh beda denganku, satu orang tapi banyak piring. Hahaha…. Satu nasi memang tak cukup. Bahkan setelahbebek gobyos habis pun, perut ini rasanya masih tak ingin berhenti mengunyah dan memamah.
Langsung kusantap, bebek gorengnya. Astaganagaaaa … endang gurindang bambang. Ini bebek apa ayam kampung? Sungguh tiada dusta dalam ucapanku ini, bebeknya terasa lembut sekali dagingnya. Bebek yang digoreng kering itu pun, sama sekali tidak meninggalkan jejak amis apalagi apek. Benar benar empuk dan yang luar biasa, beberapa bagian tulang pun bisa dimakan seolah krupuk.
Dan saking meresapnya itu bumbu, tulangnya pun berasa bumbu yang dominan berasa asin ini. cukup satu kata untuk bebek goreng ini “WOW”. Usut punya usut, rahasia ‘bebek kok rasaya kayak ayam kampung’ ini disebutkan Yetti, pemilik warung bebek gobyos, “Bebek biasanya identik dengan bau amis dan alot (keras), nah Bebek Gobyos, enggak bau dan empuk. Ini disebabkan karena kita benar benar menggunakan bebek kampung. Gerak bebek kampung lebih bebas, dan bebek ini tumbuh dengan alam dan tidak disuntik, sehingga bebek kampung lebih segar.
Selain itu, karena kami tidak pernah membekukan bebek. Bebek selalu dalam keadaan segar tanpa proses pendinginan atau pengawetan. Inilah yang membuat bebek gobyos bisa memiliki rasa yang gurih dan tidak amis”
Oke … 1 potong bebek goreng pun kini hanya menyisakan tulang belulang. Dan saya masih punya bebek sambal ijo. Huaaaa, yang ini sensasinya berbeda pedasnya dengan si gobyos. Sama sama pedas, tapi jika si gobyos masih memberikan sensasi manis diawal, nah si ijo ini langsung tancap gas memberikan sensasi pedas yang segar dan melekat.
Habis si segar … masih ada si hitam manis alias bebek bakar manis.
Hm … alamak! Sensasi kecap yang diberikan sungguh luar biasa. Bebek gobyos ini memang tak menggunakan kecap sembarang kecap. Ia hanya menggunakan kecap dari daerah asalnya pacitan, yang ia tahu proses pembuatannya dan rasanya memang kental manis yang cukup berempah.
Hm….usai menyantap 4 potong bebek dan 2 piring nasi, entahlah setan lapar apa yang merasukiku. Tapi sungguh aku belum kenyang … begini ya kalau makanan enak, sebanyak apa juga rasanya belum kenyang. Tapi, mau nambah saya kok malu.
Jadi dengan dalih beli buat saudara, saya memesan bebek goreng. Sesampainya, wow, meski sudah dalam kondisi dingin, ternyata bebeknya masih tetap enaaak … hm… oya … acara makan bebek saya akhiri dengan minum teh rosella yang juga masuk dalam daftar menu minuman rumah makan bebek gobyos.
Bukan apa – apa, bebek kan identik dengan kolesterol, jadi harus pula diimbangi dengan teh rosella yang bisa menyeimbangkan kolesterol. Hehe hee … makan enak, tapi tetap sehat.
Informasi Restaurant
| Nama | Bebek Gobyos |
| Alamat | JL. Ciledug Raya No 74 D, Kreo, Tangerang |
| Telephone | Yety : 0811 295802. Koko : 0817 487 1816 (Pemilik) |
| Jam Buka | 11.00 – habis |
| – | |
| Jenis Masakan | Spesialis Bebek |
| Harga | Rp. 17.000,- |
| – | |
| Tipe | Rumah Makan |
| Suasana | – |
| Merokok | Bebas |
| Busana | Casual |
| Lain – lain | Menggunakan Bebek Kampung, Bebek selalu Fresh (tidak di frezzer) |
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : caturguna@wisataseru.com
Twitter : @wisataseru
FB Group : https://www.facebook.com/groups/wisataseru/
Like FB wisataseru disini, Klik Here

Leave a Reply