Bangunan Modern Pertama di Jakarta yang Kini Menjadi Resto Kaum Elit Ibu Kota

Kini di depannya terdapat air mancur mini

Wow. Buddha bar yang selama ini hanya berada di kota Paris, Dubai, Kiev, Dublin, New York dan London, ada juga di Jakarta.

Yang unik dari Resto Elit ini tentu karena Gedung yang digunakan memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya oleh Dinas Museum diperbolehkan jadi tempat makan ini.

Oke cerita dari awal ya, begitu masuk ke bagian dalam, kita akan disuguhi informasi tentang gedung berupa foto dari gedung dari masa ke masa hingga berbagai artikel baik berbahasa Indonesia, Inggris maupun Belanda.

Berdasarkan cerita dari artikel artikel tersebut dan bukti foto foto, ternyata arsitekturnya dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan yang berarti. Perubahan itu hanya terletak pada keberadaan istal atau tempat minum kuda yang kini berubah menjadi air mancur (kayaknya lo ya … tuh coba perhatikan foto dulu dan foto yang baru kuambil).

Foto lama : Terdapat Istal di depan bangunan

Disebut sebut, gedung yang dibangun pada tahun 1983 dan diarsiteksi oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen ini merupakan tanda awal sejarah arsitektur modern di Indonesia. Pertama dibangun, digunakan sebagai gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indische Kunstkring). Dari sini pula, berkembanglah kawasan Menteng sebagai pemukiman pertama bagi warga Batavia kelas atas yang berkonsep taman.

Saat itu, pemerintah Hindia Belanda menggunakan gedung itu sebagai tempat penyelenggaraan pameran lukisan kelas dunia. Sempat terpajang juga karya asli seniman dunia antara lain Pablo Picasso, Van Gogh dan Marc Chagall.

lantai atas Buddha Bar

makanan di Buddha Bar

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dikuasai Pemerintah RI dan dijadikan kantor Imigrasi hingga tahun 1997. Lalu saat terjadi krisis moneter pada 1998, bangunan yang sedang kosong tanpa aktifitas ini tiba tiba dijarah, mulai dari kusen pintu dan jendela, kaca, lampu lampu dan semua yang bisa diambil, dirampok habis oleh orang yang sampai saat ini tidak diketahui.

Setelah penjarahan tersebut, bangunan kemudian dijadikan gedung cagar budaya. Lalu, tahun 2008, Buddha Bar bekerja sama dengan Dinas Museum DKI melakukan perbaikan sana sini dan jadilah sekarang bangunan ini berdiri megah kembali seperti sedia kala, hanya berubah fungsi menjadi sebuah resto elit.

Meski demikian, masih nampak di bagian paling atas dinding depan gedung, “Immigrasie Dienst” (Dinas Imigrasi). Ini adalah nama lama, dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang dikenal sekarang.

Oya sampai lupa, soal makanan. Disini yang disajikan adalah aneka macam menu mancanegara hingga menu Indonesia yang sudah di modifikasi baik dari segi rasa maupun tampilan. Restonya pun bisa disebut sebagai resto semi fine dinning ya,… jadi kalau anda memang niat datang kemari, lebih baik menggunakan pakaian rapi plus kantong tebal. Oya, geliat kemeriahan di sini baru akan tampak ketika matahari sudah mulai tenggelam. Ya, mungkin inilah saatnya warga Menteng sudah pulang dari kerja dan menikmati malam mereka di gedung yang indah ini bersama kawan, orang terkasih atau pun relasi.

Buddha Bar. Jl Teuku Umar 1, Menteng. Jakarta. Tel (021) 3900899

Pengalaman di tulis oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja / [email protected]




3 comments

  • Hey hello.. lam kenal buat temen2 Wisata Seru.. great Job..
    Untuk melestarikan bangunan sejarah, memang lebih klop kalo berdampingan dengan bisnis. Bisa saling mendukung antar aspek.
    Oya, dulu Buddha Bar ini sempet diprotes ya?

  • halo jie, salam kenal juga…hihihi…

    tenkiu. masi perlu belajar banyak dr jiewa nih…. 😀

    untuk info apakah Budha Bar sempet diprotes apa ngga, aku ga terlalu tahu….hehe…coba ntar kita update lg ya 🙂

    tenkiu ya dah mampir2.. 🙂

  • jiewa : makasih udah buka wisata seru … iya Buddha Bar pernah di protes karena menggunakan nama agama dan di dalamnya terdapat Patung Buddha… tapi menurut pihak management, mereka sekarang sudah melakukan koordinasi dengan pihak penganut agama Buddha yang menentang hal hal tersebut … ya … itu yang saya tau sampai saat ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: