ADA MACAN “DIABUR” DI CITATAH

Jajang               : “Macan sama peuyeum galakan mana, hayo?”

Temans            : “Nya galakan macan atuh” (mayoritas teman-teman menjawabnya)

Jajang               : “Salah mang, nu bener galakan peuyeum”

Teman              : “Ngaco maneh” dengan nada tak percaya

Jajang               : “Coba perhatiin baik-baik!” Sambil menujuk ke arah pedagang peuyeum. “kalian liat kan, disini kalo peuyuem itu diikat sama pedagangnya, terus dikandangin deh (dalam kaca),  tapi kalo macan dibiarkan liar sama pedagangnya” (tanpa kandang)

Teman              : “Huuuu … jayuuuus…”

Peuyem

Bila anda melintas di sepanjang jalan raya Cianjur-Padalarang atau tepatnya dikawasan Citatah-Cipatat, anda akan melihat puluhan pedagang peuyeum atau dalam bahasa Indonesia  “tape” berderet sepanjang jalan. Para pedagang menjajakan makanan khas Bandung ini   dengan digantung pada seutas tali bambu dan ditutup dengan kaca, layaknya kandang.

Sedangkan komoditas lainnya, semisal celengan tanah liat berbentuk “macan”, kodok, patung semar maupun ayam jago dibiarkan terbuka, “diabur” tanpa kandang. Itulah sebabnya orang-orang sering melontarkan “bodoran macan versus peuyeum” ini saat melintas di daerah Citatah.

Namun sebagai daerah yang menghubungkan kota Bandung dengan kota-kota lainnya, pedagang disini tak hanya menjadikan peuyeum bandung yang rasanya manis sebagai jualan yang dijagokan. Mereka juga menjual berbagai macam souveneer khas Jawa barat. Semisal wayang golek, kentongan besar berbentuk cabe, hingga kerajinan dari marmer yang disebut onyx. Onyx adalah kerajinan tangan berbahan baku batu marmer. Kerajinan khas Citatah ini sangat bervariasi, mulai hiasan meja, patung berbentuk binatang hingga cungkup kuburan (nah kalo ada yang mau mesen duluan, mangga tipayun )

Soal harga? dijamin murah. Satu kilogram peuyeum, rata-rata dijual sekitar Rp 2500/kg. Celengan tanah liat mulai Rp 10 ribu tergantung ukuran, sedangkan yang lainnya silahkan anda tanya sendiri aja ya! waktu disana ngga sempet tanya soalnya

Wayang wayangan

Jadi bila anda melintas dikawasan Citatah, coba deh mampir dulu untuk sekedar membeli penganan yang terbuat dari singkong ini sebagai oleh-oleh. Soal rasa, pasti manis, beda dengan peuyeum lainnya yang biasanya aseum…yaaaa, sekalian itung-itung melestarikan jajanan tradisional.

Sekedar tips, bila anda membeli peuyeum, jangan lupa untuk menyesuaikan dengan rencana anda untuk memakannya. Bila anda berencana menciipinya segera, mintalah yang sudah matang, tapi bila dimakan untuk waktu yang agak lama,sebaiknya minta yang masih mentah, sehingga bisa tahan lebih lama.

selamat icip-icip…..

(Penulis : Jajang Dirajanagara – Produser Divisi News TPI)




%d bloggers like this: