Seru nya berlibur di Pulau Bidadari Pulau Seribu

Kepulauan seribu memiliki karakteristik yang khas. dimana hamparan pulau pulau kecil seolah menyembul begitu saja dari lautan. ada yang berfungsi sebagai kawasan taman nasional dengan aneka flora dan fauna langka, kawasan pemukiman padat penduduk, dan ada pula yang dijadikan kawasan wisata yang memukau. Untuk mengetahui lebih dekat/ saya mengajak anda ke salah satu pulau yang masuk dalam zona wisata.  pulau bidadari.

Kepulauan seribu sendiri masih masuk wilayah dki Jakarta.  Jadi, untuk mencapai pulau wisata terdekat dari jakarta hanya dibutuhkan waktu 20 menit perjalanan dengan speedboad atau dalam ukuran jarak 14 kilometer. Dan sampailah kita di pulau bidadari. Pulau yang dulunya, ternyata disebut pulau sakit. Disebut sakit karena pulau ini hanya berisi semak belukar yang dipenuhi oleh hewan hewan ganas seperti elang dan biawak raksasa seolah komodo. Tapi, kini pulau sakit sudah menjadi pulau bidadari. Pulau yang indah dan terlampau menawan untuk tidak kita singgahi. Oke, begitu sampai, kita akan langsung disambut dengan lagu, welcome to my paradise. Ow … paradise???

Ya … lihatlah pesonanya. Nyanyian lembut sang ombak yang dipadu pasir putih bercampur karang dan kerang. Belum pula aneka pepohonan pantai yang hijau dan rindang di sekeliling pulau. Ugh … sejuk dan tentram rasanya. Untuk memperkuat nuansa alam, bangunan yang ada menggunakan konsep rumah pesisir dengan bahan kayu. Ditambah pula gazebo gazebo berbahan bambu beratap rumbia di sepanjang pantai. Apalagi jika sore menjelang. Um … panorama yang memukau, langit merah dengan siluet pohon kelapa dan kapal kapal kecil yang hilir mudik sepanjang waktu benar benar seolah surga. Welcome to my paradise.

Ngapain di pulau bidadari?

Oya … kegiatan apa sih yang bisa kita lakukan di pulau bidadari? Banyaaak. Salah satunya, kita bisa melakukan olah raga air, yaitu speed boat dan bananaboat. Bahkan jika air sedang bagus, kita bisa berenang renang. Tapi, jika lagi musim sampah, ugh sebaiknya jangan ya … sampah … sampah … sampah …

Ya .. Pulau seribu dan salah satunya pulau bidadari selalu jadi korban penduduk jakarta dan sekitarnya yang suka buang sampah sembarangan. Sampah sampah yang dibuang ke sungai, mengalir dan menyangkut sampai ke pulau pulau seribu. Akibatnya? Nggak cuma kapal kecil jadi suka mogok karena nyangkut sampah, tapi juga bahkan beberapa pulau jadi abrasi karena sampah menutup pori pori tanah pulau. Ggggeeeeer … geram saya.

Sudah sudah. Balik ke pulau bidadari. Luas pulau bidadari sendiri, sekitar 7 hektar. Cuma sekian persen dari 26 ribu hektar zona wisata di kepulauan seribu. Tapi … banyak yang bisa dilakukan disini. Seperti mellihat kehidupan biawak raksasa. Yuhui, disini merupakan tempat hidup komunitas biawak raksasa yang panjangnya bisa mencapai 2 – 3 meter. Seperti yang ditangkap oleh kawan kawan saya yang kurang kerjaan ini heheheee …

Tapi, kalau nggak punya keahlian khusus seperti kawan saya, panji ini. Jangan coba coba untuk menangkap biawak ya. Karena biawak kalau sudah segede ini, termasuk binatang berbahaya. Air liurnya juga hampir sama dengan komodo, yakni memiliki sejuta bakteri. Um, tapi jangan kuatir ya, karena kalau nggak diganggu, sebetulnya biawak juga nggak akan menyerang manusia kok. Selain biawak, pulau bidadari juga menjadi rumah bagi puluhan elang bondol yang merupakan maskot kota jakarta.

Soal flora. Disini terdapat pohon kepoh. Ada mitosnya lo. Katanya barang siapa foto di bawah pohon yang sudah berusia lebih dari 300 tahun ini, yang belum punya pacar akan dapat pacar, yang sudah punya pacar akan menikah dan yang sudah menikah hubungannya akan lancar, abadi. Adanya mitos ini juga menjadi salah satu penyebab, banyak pasangan yang melakukan foto prewedding di pulau bidadari.

Benteng martello


Di pulau bidadari juga terdapat benteng peninggalan voc, yang dibangun 200 tahun yang lalu. Benteng martello namanya, merupakan benteng pertahanan yang dibangun untuk melindungi pulau onrust yang merupakan galangan kapal voc, dari gempuran inggris.

Dengan diameter sekitar 23 meter,  benteng ini dikelilingi banyak jendela yang berfungsi sebagai bilik pengintai. Menurut ceritera, bagian yang terlihat ini adalah bagian atas benteng. Sedangkan bagian bawah benteng sudah terkubur. Yaaa … bisa jadi demikian, karena sampai saat ini masih belum ditemukan pintu untuk masuk ke benteng. Jadi … harus lewat tangga untuk masuk ke dalam.

Dan setelah melewati anak tangga menuju ke benteng, anda akan melihat panorama kehancuran yang masih menyiratkan kemegahan. Waaa … andai gelombang tydal yang diakibatkan letusan gunung krakatau 200 tahun silam tak mengenai benteng in, pasti banyak imajinasi tercipta.  Karena reruntuhan tua ini saja sudah cukup membuat khayal saya melambung ke masa lampau.

Salah satunya adalah besi berat berbeban bongkahan batu yang terdapat disana. Hm … kira kira dipakai untuk apa yach??? Apakah sebuah drama penyiksaan tahanan yang terikat dan menderita kepanasan??? Atau alat yang digunakan untuk melempar meriam ke arah musuh???? Ya … karena tidak ada catatan yang menjelaskan, sah sah saja imaji kita bermain kan???

Benteng martello ini memiliki lorong. Lorong yang melingkar, mengikuti bangunan bundar. Memasuki tengah lorong, ada sebuah ruangan tepat dibawah kolam  yaitu tempat untuk menyimpan amunisi. Suasananya gelap dan berpasir….


Bermain bersama lumba lumba

Di pulau bidadari sini, kita juga bisa bermain dengan lumba lumba. Sebetulnya sih lumba lumba disini untuk terapi autis. Tapi bisa juga kok kalau kita ingin main main. Karena lumba lumbanya pintar, saya jadi tau gimana caranya lumba lumba menyelamatkan manusia ketika karam di lautan. Ternyata dengan cara kita memegang siripnya lalu dia akan membawa kita.

Oya, sempat terjadi insiden sih. Sang pelatih tidak melihat keberadaan saya ketika ia menyuruh si lumba lumba lompat. Alhasil hidung saya serasa hampir patah karena ketiban lumba lumba dan langsung kejedot pinggiran kolam yang tentunya gak empuk. Jedaaaag!!! Darahpun mengucur dari hidup dengan derasnya.

Tapi,… melalui peristiwa ini saya justru tau, betapa lumba lumba memiliki hati yang sangat bersahabat . Lihat lah difoto yang saya lingkari merah. Biasanya lumba lumba setelah melompat dia akan langsung kembali ke pelatihnya untuk diberi ucapan “good boy” dan tentunya hadiah ikan sarden.

Tapi, apa yang ia lakukan? Ia justru berada disamping saya dan melihat kondisi saya dengan wajah sedih seolah sedang memohon maaf. Lumba lumba yang manis. Aku menyayangimu. Terima kasih untuk pelajaran kasih sayang hari ini.

Dan hanya 15 menit setelah peristiwa itu saya pun kembali bermain dengan lumba lumba lagi, karena ternyata hidung saya tidak patah, bahkan lecet pun tidak, hanya berdarah di dalam saja. Sungguh mujizat kasih sayang lumba lumba.

Karena semua orang mengira hidung saya patah, maklum suara benturannya sangat keras dan hidung saya benar benar terbentur oleh pinggiran kolam yang tajam, bukan sekedar tembok tumpul. Darah pun mengucur tidak sedikit. Tapi sekali lagi, mujizat kasih sayang. Terima kasih Tuhan, terima kasih lumba lumba.




6 comments

  • ahhh..love this post…
    dolphin is my favourite onee…^^
    and i never know that dolphin could be like this…
    ak cm taunya..klo sama dolphin, kita ga bakal diserang hiu 🙂

  • ailen blue 🙂 hihiiii …. iya looo beneran ternyata lumba lumba perasaannya sangat halus … jadi jangan pernah sekali kali menepok dia, harus dibelai, jangan di tepok. karena waktu itu bang doel yang pake topi menolong saya itu, dia sempet diserang juga sama lumba lumba, cuma karena dia menepok tuh lumba lumba, “ayo sana sana” -padahal nepok bukan mukul, nepok nyuruh pergi. eee si bang doel nya malah diseruduk seruduk heheheee… perasaannya sangat lembut dan sensitif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: