RESTO SUDAH TUTUP – Senang sekali rasanya saya membaca tulisan ‘The Red Soup’ di kawasan Kuta – Bali ini. Pasalnya sebagai penggemar sup merah, 6 tahun absen mencicip menu khas Surabaya ini tentu sangat menyedihkan. Faktor yang membuat saya lama tak menikmatinya tentu karena jarang sekali resto yang menyediakan sup merah.
Ya, sebagai hidangan khas peranakan (tiong hoa – belanda) yang merupakan makanan rumahan, menu ini memang nyaris tak diperjual-belikan. Tak disangka, akhirnya aku kembali menikmati justru ketika sedang berada di Bali. Bayangkan, terakhir saya makan sup merah adalah ketika diajak temenku ester mudik ke rumahnya di kediri….
Soal rasa? sup merah yang merupakan makanan khas WNI keturunan tiong hoa penganut fasis belanda ini rasanya manis asem (karena bahan baku utamanya memang tomat segar yang dilembutkan, susu dan bahkan supaya lebih enak banyak orang menambahkan juga dengan keju). Untuk isi, biasaya terdiri dari ayam, sayur, sosis dan kacang polong… Namun, di the red soup ini kacang polong diganti dengan brokoli ijo …
Menu ini bisa dimakan dengan mengunakan nasi, namun akan jauh lebih nikmat jika dimakan dengan roti kering. Disini saya memakannya bersama roti kering. Aduhai … enak tenan … dan sebenarnya yang ngebuat sup merah ini jadi istimewa, adalah pemilik restonya yang bernama Bu Christin dan suami juga kakaknya … mereka bertiga adalah orang surabaya yang merantau di bali dan ternyata SUKSES …
Mereka sangat baik dan benar benar welcome terhadap segala kritik dan saran pelanggan … bahkan karena mereka pula lah saya tahu pantai padang padang dan gunung kawi yang ada di bali … usut punya usut ternyata mereka sempat menjadi tour guide di Bali, maka sambil makan, saya pun bisa mendengar banyak cerita tentang kisah di Bali. Seruuu!!!
Oya,.. selain sup merah, di rumah makan di daerah pertokoan tuban jl. ngurah rai kuta bali ini … ada juga hanging kebab yang isinya adalah sosis sapi asin, ayam dan udang yang dibalur perasan jeruk lemon, garam merica dan madu …. um, karena tampilannya yang keren, masakan ini jadi terasa lebih enak dari sebenarnya … bener bener kreatif deeee ….
Oya, 1 hal yang saking enaknya saya sampai lupa foto. Maaf ya kawan. Namanya spageti bolognise. Hihihi,… nama yang sangat akrab di telinga. Namun yang membuat saya selalu rindu adalah karena spagetinya ini enak sekali. Dengan tambahan sedikit olive oil pada racikan, mie ini jadi terasa sangat lembut di lidah. Ow ow ow,… makasiih yach bu christin untuk jamuannya selama di baliiii 🙂 miiiisss uuuu
Alamat : THE RED SOUP. Jl. By Pass Ngurah Rai – Tuban (across Rama Tour). telp 0361764442 (RESTO SUDAH TUTUP)
penulis : catur guna yuyun angkadjaja



Leave a Reply